Karhutla di Gowa Bakar 10 Hektare, 93 Personel Dikerahkan

SulawesiPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Lingkungan Parang, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (2/9/2026).

Kebakaran menghanguskan lahan yang diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare.

Sebanyak 93 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman guna mencegah kobaran api meluas ke area lainnya.

Informasi kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 12.15 Wita dari warga di sekitar lokasi.

Setelah menerima laporan tersebut, Babinsa Kelurahan Lanna, Kopka Asri G, langsung berkoordinasi dengan aparat terkait dan menuju lokasi kejadian.

Personel yang dikerahkan terdiri dari tiga personel TNI, satu personel Polri, 10 anggota Manggala Agni, tujuh anggota Polhut, dua personel Satpol PP, 20 petugas PLN, serta 50 warga setempat.

Pemadaman juga didukung dua unit mobil tangki milik Manggala Agni.

Personel gabungan melakukan penyekatan sekaligus pemadaman di sejumlah titik api.

“Sinergi dan respons cepat di lapangan menjadi kunci utama sehingga titik api bisa diisolasi dan tidak meluas ke area lain,” ujar Kopka Asri G di lokasi kejadian.

Setelah dilakukan pemadaman selama hampir dua jam, api berhasil dikendalikan.

Sekitar pukul 14.25 Wita, seluruh titik api dinyatakan padam dengan kondisi lokasi aman dan terkendali.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare. Area terdampak meliputi tanaman jati, mahoni, rumpun bambu, hingga semak belukar.

BACA JUGA:  Istana Jawab Absennya Raja Juli Saat Prabowo Cek Karhutla

Petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penanganan secara bersama-sama dilakukan untuk mencegah Karhutla meluas ke kawasan lainnya.

Karhutla di Sulsel Meluas hingga Ratusan Hektare

Kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya kebakaran di kawasan hutan lindung Gunung Lakawan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

Hingga Selasa (1/9/2026), kebakaran di kawasan tersebut belum berhasil dipadamkan. Kondisi medan yang terjal dan membahayakan menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan.

Kebakaran Gunung Lakawan diketahui mulai terjadi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk memantau sekaligus melakukan upaya pengendalian api.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang Amiruddin mengatakan, berdasarkan pendataan terakhir, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 500 hektare.

“Data terakhir yang kami miliki luas lahan (Gunung Lakawan) yang terbakar kurang lebih mencapai 500 hektare,” ungkap Amiruddin kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

Selain Enrekang, kebakaran juga melanda lahan warga dan area milik TNI Angkatan Udara (AU) di Kabupaten Pinrang.

Kebakaran terjadi di Desa Malimpung dan Desa Padangloang, Kecamatan Patampanua, pada Kamis (27/8/2026) sore.

BACA JUGA:  Jepang Kirim Kapal Kunisaki Bantu Padamkan Karhutla di Indonesia

Berdasarkan pendataan terakhir BPBD Pinrang, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 150 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Pinrang Rhommy RM Manule membenarkan area yang terdampak mencakup lahan milik warga dan sebagian lahan TNI AU.

“Iya, betul. 150 hektar, termasuk lahan TNI Angkatan Udara,” kata Rhommy kepada SulawesiPos.com, Sabtu (29/8/2026).

Rhommy menjelaskan kebakaran awalnya terjadi di lahan warga sebelum kobaran api merembet ke area yang merupakan lahan milik TNI AU.

“Lahan yang terbakar masuk dua desa, yakni Desa Malimpung dan Desa Padangloang,” ujarnya.

Kebakaran Lahan di Makassar

Di Kota Makassar, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Eks Stadion Mattoanging pada Sabtu siang, 8 Agustus 2026.

Rumput dan sampah di area terbuka terbakar hingga petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penanganan.

Informasi kejadian tersebut turut dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi Pemerintah Kota Makassar.

Dalam keterangannya, Pemkot Makassar menyebut rumput dan sampah terbakar di kawasan Eks Stadion Mattoanging dan petugas Damkar dikerahkan untuk memadamkan api.

Sejumlah unggahan yang merekam kejadian di lokasi menyebut api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah.

Kobaran kemudian merembet ke area yang dipenuhi rumput tinggi dan kering.

BACA JUGA:  Pendaki Cedera di Pos 8 Gunung Bulu Baria Berhasil Dievakuasi, Korban Ditemukan Selamat namun Lemas

Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan awal dan belum disertai penjelasan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran.

Kondisi lahan yang dipenuhi vegetasi kering membuat api berpotensi menjalar dengan cepat.

Hal ini menjadi perhatian karena kawasan Eks Stadion Mattoanging berada di tengah Kota Makassar dan dikelilingi aktivitas masyarakat.

Sementara itu, kebakaran lahan kosong juga terjadi di kawasan Tallasa City, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, pada Senin (24/8/2026) malam.

Lahan kosong seluas sekitar 5.000 meter persegi terbakar. Meski kobaran api sempat terlihat besar dan membuat warga sekitar heboh, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Makassar memastikan area yang terbakar berupa rumput dan semak-semak.

Pemantauan di bekas lokasi juga dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.

Kepala Dinas Damkarmat Makassar Fadli Wellang mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.35 WITA.

“Saya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.35 WITA, segera kami kerahkan tiga armada ke lokasi. Yang terbakar adalah rumput dan semak-semak di lahan kosong seluas kurang lebih 5.000 meter persegi,” ujarnya.

Api kemudian berhasil dikuasai sekitar pukul 20.30 WITA. Seluruh armada dan personel meninggalkan lokasi sekitar pukul 20.40 Wita.

SulawesiPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Lingkungan Parang, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (2/9/2026).

Kebakaran menghanguskan lahan yang diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare.

Sebanyak 93 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman guna mencegah kobaran api meluas ke area lainnya.

Informasi kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 12.15 Wita dari warga di sekitar lokasi.

Setelah menerima laporan tersebut, Babinsa Kelurahan Lanna, Kopka Asri G, langsung berkoordinasi dengan aparat terkait dan menuju lokasi kejadian.

Personel yang dikerahkan terdiri dari tiga personel TNI, satu personel Polri, 10 anggota Manggala Agni, tujuh anggota Polhut, dua personel Satpol PP, 20 petugas PLN, serta 50 warga setempat.

Pemadaman juga didukung dua unit mobil tangki milik Manggala Agni.

Personel gabungan melakukan penyekatan sekaligus pemadaman di sejumlah titik api.

“Sinergi dan respons cepat di lapangan menjadi kunci utama sehingga titik api bisa diisolasi dan tidak meluas ke area lain,” ujar Kopka Asri G di lokasi kejadian.

Setelah dilakukan pemadaman selama hampir dua jam, api berhasil dikendalikan.

Sekitar pukul 14.25 Wita, seluruh titik api dinyatakan padam dengan kondisi lokasi aman dan terkendali.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare. Area terdampak meliputi tanaman jati, mahoni, rumpun bambu, hingga semak belukar.

BACA JUGA:  Orangutan Sampurna Terpapar Asap Pekat Karhutla di Ketapang, Diduga Alami Hipoksia

Petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penanganan secara bersama-sama dilakukan untuk mencegah Karhutla meluas ke kawasan lainnya.

Karhutla di Sulsel Meluas hingga Ratusan Hektare

Kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya kebakaran di kawasan hutan lindung Gunung Lakawan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

Hingga Selasa (1/9/2026), kebakaran di kawasan tersebut belum berhasil dipadamkan. Kondisi medan yang terjal dan membahayakan menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan.

Kebakaran Gunung Lakawan diketahui mulai terjadi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk memantau sekaligus melakukan upaya pengendalian api.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang Amiruddin mengatakan, berdasarkan pendataan terakhir, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 500 hektare.

“Data terakhir yang kami miliki luas lahan (Gunung Lakawan) yang terbakar kurang lebih mencapai 500 hektare,” ungkap Amiruddin kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

Selain Enrekang, kebakaran juga melanda lahan warga dan area milik TNI Angkatan Udara (AU) di Kabupaten Pinrang.

Kebakaran terjadi di Desa Malimpung dan Desa Padangloang, Kecamatan Patampanua, pada Kamis (27/8/2026) sore.

BACA JUGA:  Istana Jawab Absennya Raja Juli Saat Prabowo Cek Karhutla

Berdasarkan pendataan terakhir BPBD Pinrang, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 150 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Pinrang Rhommy RM Manule membenarkan area yang terdampak mencakup lahan milik warga dan sebagian lahan TNI AU.

“Iya, betul. 150 hektar, termasuk lahan TNI Angkatan Udara,” kata Rhommy kepada SulawesiPos.com, Sabtu (29/8/2026).

Rhommy menjelaskan kebakaran awalnya terjadi di lahan warga sebelum kobaran api merembet ke area yang merupakan lahan milik TNI AU.

“Lahan yang terbakar masuk dua desa, yakni Desa Malimpung dan Desa Padangloang,” ujarnya.

Kebakaran Lahan di Makassar

Di Kota Makassar, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Eks Stadion Mattoanging pada Sabtu siang, 8 Agustus 2026.

Rumput dan sampah di area terbuka terbakar hingga petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penanganan.

Informasi kejadian tersebut turut dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi Pemerintah Kota Makassar.

Dalam keterangannya, Pemkot Makassar menyebut rumput dan sampah terbakar di kawasan Eks Stadion Mattoanging dan petugas Damkar dikerahkan untuk memadamkan api.

Sejumlah unggahan yang merekam kejadian di lokasi menyebut api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah.

Kobaran kemudian merembet ke area yang dipenuhi rumput tinggi dan kering.

BACA JUGA:  Target LP2B 87 Persen Dikejar, Kepala BPN Gowa Tegaskan Tak Ada Pengalihan Lahan Pertanian

Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan awal dan belum disertai penjelasan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran.

Kondisi lahan yang dipenuhi vegetasi kering membuat api berpotensi menjalar dengan cepat.

Hal ini menjadi perhatian karena kawasan Eks Stadion Mattoanging berada di tengah Kota Makassar dan dikelilingi aktivitas masyarakat.

Sementara itu, kebakaran lahan kosong juga terjadi di kawasan Tallasa City, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, pada Senin (24/8/2026) malam.

Lahan kosong seluas sekitar 5.000 meter persegi terbakar. Meski kobaran api sempat terlihat besar dan membuat warga sekitar heboh, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Makassar memastikan area yang terbakar berupa rumput dan semak-semak.

Pemantauan di bekas lokasi juga dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.

Kepala Dinas Damkarmat Makassar Fadli Wellang mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.35 WITA.

“Saya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.35 WITA, segera kami kerahkan tiga armada ke lokasi. Yang terbakar adalah rumput dan semak-semak di lahan kosong seluas kurang lebih 5.000 meter persegi,” ujarnya.

Api kemudian berhasil dikuasai sekitar pukul 20.30 WITA. Seluruh armada dan personel meninggalkan lokasi sekitar pukul 20.40 Wita.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru