Istana Jawab Absennya Raja Juli Saat Prabowo Cek Karhutla

SulawesiPos.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tak terlihat saat Presiden Prabowo Subianto mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Pekanbaru dan Palembang pada Senin (24/8/2026), sehingga memunculkan pertanyaan publik karena isu tersebut berada dalam domain Kementerian Kehutanan. Istana menegaskan absennya Raja Juli dalam kunjungan itu hanya kebetulan dan bukan karena pemerintah mengabaikan penanganan karhutla.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Raja Juli sebelumnya sudah beberapa kali turun langsung ke lapangan.

“Ya hanya kebetulan karena kan beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan,” kata Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo, sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Prabowo didampingi Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Fokus Tambah Personel dan Alat

Prasetyo menyebut fokus Presiden dalam kunjungan tersebut adalah menambah kekuatan personel dan alat di lapangan jika dibutuhkan.

BACA JUGA:  Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Opsi Evakuasi WNI

“Hari ini kan Bapak Presiden memang fokus kepada mengajak Kapolri maupun Panglima TNI untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun dibutuhkan alat-alat termasuk heli waterbombing, kemudian ada permohonan motor trail yang dimodifikasi,” ujar Prasetyo.

Menurut dia, Prabowo juga mengakomodasi kebutuhan alat penanganan karhutla di sejumlah daerah di Sumatera.

Prasetyo mengatakan hasil rapat bersama aparat dan kepala daerah di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung menunjukkan karhutla di Sumatera relatif sudah terkendali meski asap masih muncul di sejumlah wilayah, terutama yang memiliki lahan gambut.

“Alhamdulillah untuk di pulau Sumatera di empat provinsi relatif sudah terkendali beberapa sudah tidak ada titik api tetapi memang masih ada asap yang terus muncul karena ini kan ada lahan gambut ada juga tadi karena ada batu bara juga di wilayah-wilayah terutama di Sumatera,” ujar Prasetyo.

Di saat yang sama, Raja Juli pada Senin kemarin meninjau langsung penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

BACA JUGA:  Selangkah Lagi! Sekolah Unggulan KKSS Pekanbaru Segera Berdiri di Bumi Lancang Kuning

Ia menyampaikan jumlah titik panas di Kalimantan Barat per Minggu (23/8/2026) pukul 23.59 turun menjadi 28 titik, dengan sebaran terbanyak berada di Ketapang dan Melawi.

Raja Juli mengingatkan turunnya hotspot tidak berarti ancaman asap sudah selesai karena karakteristik lahan gambut membuat pembakaran tidak sempurna.

“Tidak adanya hotspot tidak berarti aman dari asap. Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral,” tuturnya.

SulawesiPos.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tak terlihat saat Presiden Prabowo Subianto mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Pekanbaru dan Palembang pada Senin (24/8/2026), sehingga memunculkan pertanyaan publik karena isu tersebut berada dalam domain Kementerian Kehutanan. Istana menegaskan absennya Raja Juli dalam kunjungan itu hanya kebetulan dan bukan karena pemerintah mengabaikan penanganan karhutla.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Raja Juli sebelumnya sudah beberapa kali turun langsung ke lapangan.

“Ya hanya kebetulan karena kan beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan,” kata Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo, sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Prabowo didampingi Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Fokus Tambah Personel dan Alat

Prasetyo menyebut fokus Presiden dalam kunjungan tersebut adalah menambah kekuatan personel dan alat di lapangan jika dibutuhkan.

BACA JUGA:  Prabowo: MBG Setara dengan Beri Makan Sepuluh Kali Jumlah Penduduk Singapura Tiap Hari

“Hari ini kan Bapak Presiden memang fokus kepada mengajak Kapolri maupun Panglima TNI untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun dibutuhkan alat-alat termasuk heli waterbombing, kemudian ada permohonan motor trail yang dimodifikasi,” ujar Prasetyo.

Menurut dia, Prabowo juga mengakomodasi kebutuhan alat penanganan karhutla di sejumlah daerah di Sumatera.

Prasetyo mengatakan hasil rapat bersama aparat dan kepala daerah di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung menunjukkan karhutla di Sumatera relatif sudah terkendali meski asap masih muncul di sejumlah wilayah, terutama yang memiliki lahan gambut.

“Alhamdulillah untuk di pulau Sumatera di empat provinsi relatif sudah terkendali beberapa sudah tidak ada titik api tetapi memang masih ada asap yang terus muncul karena ini kan ada lahan gambut ada juga tadi karena ada batu bara juga di wilayah-wilayah terutama di Sumatera,” ujar Prasetyo.

Di saat yang sama, Raja Juli pada Senin kemarin meninjau langsung penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

BACA JUGA:  Prabowo Reshuffle Kabinet, Dudung Jadi KSP dan Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup

Ia menyampaikan jumlah titik panas di Kalimantan Barat per Minggu (23/8/2026) pukul 23.59 turun menjadi 28 titik, dengan sebaran terbanyak berada di Ketapang dan Melawi.

Raja Juli mengingatkan turunnya hotspot tidak berarti ancaman asap sudah selesai karena karakteristik lahan gambut membuat pembakaran tidak sempurna.

“Tidak adanya hotspot tidak berarti aman dari asap. Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral,” tuturnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru