Kebakaran Gunung Nona Enrekang, 10 Hektare Hutan Lindung Terdampak

SulawesiPos.com – Kebakaran yang melanda kawasan hutan lindung Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, telah berdampak sekitar 10 hektare.

Kebakaran yang mulai terjadi sejak Sabtu (15/8/2026) itu menghanguskan tanaman pinus dan sejumlah pepohonan lainnya di kawasan yang berada di sekitar kaki Gunung Nona.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Enrekang, Amiruddin, mengatakan area terdampak merupakan kawasan hutan lindung yang berada di bawah pengelolaan Dinas Kehutanan.

Kawasan tersebut telah dipagari hingga bagian bawah sehingga tidak terdapat lahan masyarakat di dalamnya.

“Kawasan yang terbakar merupakan area hutan lindung yang dipagari oleh Dinas Kehutanan hingga ke bagian bawah, sehingga tidak ada lahan masyarakat di dalam kawasan itu. Ada sekitar 10 hektare yang terdampak,” kata Amiruddin dikutip Selasa (18/8/2026).

Tanaman Pinus Ikut Terbakar

Kebakaran mulai terdeteksi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Api kemudian merambat dan membakar vegetasi yang berada di dalam kawasan hutan lindung, termasuk tanaman pinus.

BACA JUGA:  Final Dunia Dikepung Asap Kanada, FIFA Pastikan Spanyol–Argentina Tetap Digelar Sesuai Jadwal

Menurut Amiruddin, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas masyarakat di sekitar kaki Gunung Nona.

Di bagian bawah kawasan terdapat aliran sungai yang sedang surut dan kerap dimanfaatkan warga untuk memancing.

Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih mudah menjangkau area sekitar kaki gunung. Petugas menduga sisa api dari aktivitas memasak warga di sekitar lokasi menjadi pemicu munculnya kebakaran.

“Itu ada sungai dan airnya sedang surut jadi gampang untuk masyarakat mencari ikan. Diduga ada aktivitas masyarakat yang memancing di tepi sungai di bawah kawasan Gunung Nona, mungkin meninggalkan sisa api, sisa masak-masak,” tambahnya.

Penanganan kebakaran dilakukan dengan membagi personel antara kawasan hutan dan area luar.

Petugas Dinas Kehutanan menangani titik api di dalam kawasan, sementara BPBD Enrekang bersiaga di bagian luar untuk mencegah api bergerak menuju permukiman warga di sekitar kaki Gunung Nona.

Amiruddin mengatakan api berhasil dihalau sehingga tidak meluas hingga berdampak serius terhadap permukiman warga.

BACA JUGA:  Gunung Nona Enrekang, Ikon Alam Unik yang Kembali Disorot Usai Kebakaran

“Kami dari BPBD fokus menjaga di area luar untuk mengantisipasi agar api tidak meluas ke pemukiman warga yang berada di sekitar kaki Gunung Nona,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Kebakaran yang melanda kawasan hutan lindung Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, telah berdampak sekitar 10 hektare.

Kebakaran yang mulai terjadi sejak Sabtu (15/8/2026) itu menghanguskan tanaman pinus dan sejumlah pepohonan lainnya di kawasan yang berada di sekitar kaki Gunung Nona.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Enrekang, Amiruddin, mengatakan area terdampak merupakan kawasan hutan lindung yang berada di bawah pengelolaan Dinas Kehutanan.

Kawasan tersebut telah dipagari hingga bagian bawah sehingga tidak terdapat lahan masyarakat di dalamnya.

“Kawasan yang terbakar merupakan area hutan lindung yang dipagari oleh Dinas Kehutanan hingga ke bagian bawah, sehingga tidak ada lahan masyarakat di dalam kawasan itu. Ada sekitar 10 hektare yang terdampak,” kata Amiruddin dikutip Selasa (18/8/2026).

Tanaman Pinus Ikut Terbakar

Kebakaran mulai terdeteksi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Api kemudian merambat dan membakar vegetasi yang berada di dalam kawasan hutan lindung, termasuk tanaman pinus.

BACA JUGA:  Final Dunia Dikepung Asap Kanada, FIFA Pastikan Spanyol–Argentina Tetap Digelar Sesuai Jadwal

Menurut Amiruddin, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas masyarakat di sekitar kaki Gunung Nona.

Di bagian bawah kawasan terdapat aliran sungai yang sedang surut dan kerap dimanfaatkan warga untuk memancing.

Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih mudah menjangkau area sekitar kaki gunung. Petugas menduga sisa api dari aktivitas memasak warga di sekitar lokasi menjadi pemicu munculnya kebakaran.

“Itu ada sungai dan airnya sedang surut jadi gampang untuk masyarakat mencari ikan. Diduga ada aktivitas masyarakat yang memancing di tepi sungai di bawah kawasan Gunung Nona, mungkin meninggalkan sisa api, sisa masak-masak,” tambahnya.

Penanganan kebakaran dilakukan dengan membagi personel antara kawasan hutan dan area luar.

Petugas Dinas Kehutanan menangani titik api di dalam kawasan, sementara BPBD Enrekang bersiaga di bagian luar untuk mencegah api bergerak menuju permukiman warga di sekitar kaki Gunung Nona.

Amiruddin mengatakan api berhasil dihalau sehingga tidak meluas hingga berdampak serius terhadap permukiman warga.

BACA JUGA:  Kebakaran Terbesar Amerika Meluas Tak Terkendali, Utah Tetapkan Status Darurat dan Batasi Kembang Api

“Kami dari BPBD fokus menjaga di area luar untuk mengantisipasi agar api tidak meluas ke pemukiman warga yang berada di sekitar kaki Gunung Nona,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru