SulawesiPos.com – Oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pinrang, Sulawesi Selatan, Suardi menyampaikan permintaan maaf setelah diduga memukul sopir ambulans RSUD Madising saat karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Pinrang. Suardi menyebut tindakannya terjadi secara spontan setelah ambulans yang melintas di tengah kerumunan menyenggol seorang anak.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Suardi kepada wartawan, Kamis (13/8/2026). Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak RSUD Madising yang merasa dirugikan akibat insiden tersebut.
“Mewakili Satpol PP, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh netizen yang menganggap Satpol PP melakukan tindakan kekerasan. Padahal ini murni tindakan spontanitas atas apa yang terjadi di lapangan,” ujar Suardi.
Suardi menjelaskan insiden tersebut bermula ketika ambulans RSUD Madising melintas di jalur yang dipadati penonton karnaval. Menurutnya, sopir ambulans sebelumnya telah diarahkan untuk tidak melintas di tengah kerumunan dan menggunakan jalur lain.
Namun, Suardi menyebut ambulans tetap menerobos barisan depan hingga kemudian menyenggol seorang anak yang berada di sekitar lokasi.
“Sebenarnya ada kesalahpahaman antara kedua belah pihak di mana sama-sama bertugas,” kata Suardi.
Ia mengklaim tindakan yang dilakukan terhadap sopir ambulans merupakan respons spontan dalam situasi yang berlangsung cepat. Suardi juga membantah pukulan tersebut mengenai sopir karena kendaraan ambulans masih dalam kondisi berjalan.
“Secara spontan, saya sebagai pihak keamanan di tempat kejadian melakukan tindakan yang seolah-olah dilihat oleh para penonton memukul. Padahal tidak mengenai korban karena mobil sedang berjalan,” ujarnya.
Ambulans Senggol Anak di Tengah Karnaval
Sebelumnya, ambulans RSUD Madising menyenggol seorang anak yang sedang menyaksikan pawai karnaval 17 Agustus di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sawitto, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang, Rabu (12/8/2026).
Kendaraan dinas tersebut melaju di jalur yang digunakan untuk kegiatan karnaval dan dipadati ribuan warga serta pelajar peserta pawai.
Sopir ambulans disebut mengaku sedang membawa kendaraan dalam kondisi darurat dan telah mendapat akses untuk melintas. Namun, saat kendaraan bergerak, seorang anak tiba-tiba menyeberang hingga terjadi benturan.
Peristiwa itu memicu kepanikan dan emosi warga maupun petugas yang berjaga di sekitar arena karnaval. Situasi kemudian sempat memanas setelah sejumlah orang bereaksi atas insiden tersebut.
Dalam rekaman video lain yang beredar, seorang oknum petugas berseragam Satpol PP terlihat mengarahkan pukulan kepada sopir ambulans di tengah kerumunan.
Atas kejadian tersebut, Suardi kembali menyampaikan permintaan maaf secara pribadi, terutama kepada pihak RSUD Madising.
“Secara pribadi, saya memohon maaf kepada pihak yang dirugikan, terutama untuk pihak RSUD Madising. Saya sekali lagi memohon maaf yang sebesar-besarnya,” imbuhnya.

