Namun sampai Senin, 10 Agustus 2026, belum terlihat keterangan resmi kepolisian yang terverifikasi secara terbuka dalam bahan yang beredar luas mengenai apakah JR benar diamankan, apakah ada laporan hukum yang masuk, atau bagaimana penanganan terhadap dugaan main hakim sendiri dalam peristiwa itu.
Karena itu, bagian yang sudah dapat dipastikan dari materi yang beredar saat ini baru sebatas adanya video penggerebekan dan narasi media sosial yang menempatkan peristiwa tersebut di BTN Cilellang Mas, Tanete Riattang Timur, Bone.
Adapun rincian motif, status hukum pihak-pihak yang terlibat, serta kemungkinan tindak lanjut kepolisian masih memerlukan konfirmasi resmi agar tidak berhenti sebagai klaim yang beredar di media sosial.

