Jenazah Nur Hanissa Tiba di Palopo, Keluarga Masih Terpukul Tragedi Pembunuhan di Palu

SulawesiPos.com – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Nur Hanissa di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, setelah jenazah korban pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, tiba untuk disemayamkan.

Kedatangan jenazah Nur Hanissa disambut isak tangis keluarga dan kerabat yang masih terpukul atas tragedi yang merenggut nyawanya bersama suami, Jamil, dan putra mereka yang masih berusia sekitar dua tahun.

Nur Hanissa meninggal dunia pada Rabu, 5 Agustus 2026, setelah sempat bertahan dan menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dialaminya dalam serangan tersebut.

Jenazahnya kemudian dibawa ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan, untuk disemayamkan di rumah duka keluarga.

Belum ada keterangan yang terverifikasi mengenai tanggal dan jam pasti jenazah tiba di rumah duka.

Jamil dan Anak Lebih Dulu Meninggal

Tragedi tersebut bermula pada Minggu malam, 26 Juli 2026, sekitar pukul 22.30 WITA di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

BACA JUGA:  Perempuan 51 Tahun yang Hilang di Hutan Battang Barat Palopo Ditemukan Selamnat, Tampak Sakit dan Kelelahan

Dalam kejadian itu, Jamil dan putranya yang masih berusia sekitar dua tahun meninggal dunia di lokasi.

Sementara Nur Hanissa sempat bertahan hidup dan mendapatkan perawatan medis.

Selama lebih dari sepekan, kondisi Nur Hanissa menjadi perhatian keluarga dan publik karena ia merupakan satu-satunya korban yang masih bertahan setelah serangan tersebut.

Namun, harapan keluarga berakhir setelah Nur Hanissa dinyatakan meninggal dunia pada 5 Agustus 2026.

Dengan kepergian Nur Hanissa, tragedi pembunuhan tersebut kini telah merenggut tiga anggota keluarga.

Keluarga Ungkap Hubungan dengan Terduga Pelaku

Di tengah suasana duka, keluarga Nur Hanissa juga membagikan cerita mengenai sosok yang disebut sebagai terduga pelaku, Aan Kurniawan.

SulawesiPos.com – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Nur Hanissa di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, setelah jenazah korban pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, tiba untuk disemayamkan.

Kedatangan jenazah Nur Hanissa disambut isak tangis keluarga dan kerabat yang masih terpukul atas tragedi yang merenggut nyawanya bersama suami, Jamil, dan putra mereka yang masih berusia sekitar dua tahun.

Nur Hanissa meninggal dunia pada Rabu, 5 Agustus 2026, setelah sempat bertahan dan menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dialaminya dalam serangan tersebut.

Jenazahnya kemudian dibawa ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan, untuk disemayamkan di rumah duka keluarga.

Belum ada keterangan yang terverifikasi mengenai tanggal dan jam pasti jenazah tiba di rumah duka.

Jamil dan Anak Lebih Dulu Meninggal

Tragedi tersebut bermula pada Minggu malam, 26 Juli 2026, sekitar pukul 22.30 WITA di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

BACA JUGA:  Palopo Cup 2026 Batal Digelar di Gaspa, Peserta Sudah Datang, GERMAPA Bantah Panitia Menghilang

Dalam kejadian itu, Jamil dan putranya yang masih berusia sekitar dua tahun meninggal dunia di lokasi.

Sementara Nur Hanissa sempat bertahan hidup dan mendapatkan perawatan medis.

Selama lebih dari sepekan, kondisi Nur Hanissa menjadi perhatian keluarga dan publik karena ia merupakan satu-satunya korban yang masih bertahan setelah serangan tersebut.

Namun, harapan keluarga berakhir setelah Nur Hanissa dinyatakan meninggal dunia pada 5 Agustus 2026.

Dengan kepergian Nur Hanissa, tragedi pembunuhan tersebut kini telah merenggut tiga anggota keluarga.

Keluarga Ungkap Hubungan dengan Terduga Pelaku

Di tengah suasana duka, keluarga Nur Hanissa juga membagikan cerita mengenai sosok yang disebut sebagai terduga pelaku, Aan Kurniawan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru