“Saya siap menjalani seluruh proses hukum dan tidak akan lari ataupun menghindar. Saya siap membuka diri, memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya, sejujur-jujurnya, serta menjalani seluruh rangkaian proses hukum di Polda Sulawesi Selatan secara akuntabel dan transparan,” ucapnya.
Ia menilai mekanisme hukum merupakan jalan terbaik untuk mengungkap fakta dalam perkara yang sedang bergulir.
“Saya akan mencari keadilan. Biarlah proses hukum yang berjalan menjadi jalur resmi untuk menguji fakta dan mengurai semuanya secara adil dan berimbang demi terwujudnya kebenaran yang kita inginkan,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Basri kembali memohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Gowa dan keluarga Bupati Gowa serta meminta doa agar dapat menjalani seluruh proses hukum dengan baik.
“Saya berharap keikhlasan masyarakat Kabupaten Gowa untuk memaafkan saya sekaligus mendoakan agar saya dapat menjalani seluruh proses ini dengan baik,” tutup Basri.
Video tersebut menjadi pernyataan publik pertama Basri setelah sebelumnya namanya ramai diperbincangkan dan dikaitkan dengan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah gratis di Kabupaten Gowa.
Hingga Selasa, 4 Agustus 2026, perhatian publik masih tertuju pada isi permintaan maaf Basri serta perkembangan proses hukum yang akan dihadapinya.

