Tekan Inflasi, Pemkab Bone Pastikan Gerakan Pangan Murah Jangkau Desa Terpencil

SulawesiPos.com – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Gerakan Pangan Murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di Lapangan Sepak Bola Waranie, Desa Usa, Kecamatan Palakka, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Warga memanfaatkan kesempatan membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Andi Zainal Wahyudi, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan program yang secara konsisten dijalankan pemerintah daerah dan selalu mendapat respons positif dari masyarakat.

“Hingga pertengahan tahun 2026, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan sebanyak 32 kali melalui dukungan APBD maupun kegiatan berskala lebih kecil. Desa Usa dipilih karena antusiasme masyarakat Kecamatan Palakka sangat tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wabup Bone Turun ke Pasar Palakka, Bahas Solusi Sertifikat hingga Pasar Bayangan

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga melibatkan enam instansi sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran aksi perubahan Sigap Pangan (Sinergi Gerakan Pengendalian Harga dan Pasokan Pangan).

Meski demikian, Zainal mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan untuk memperluas jangkauan program, khususnya ke wilayah terpencil yang membutuhkan dukungan subsidi transportasi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Hujan yang turun hari ini adalah berkah. Semangat kita untuk melayani masyarakat tidak boleh surut. Pemerintah harus memastikan kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Andi Akmal.

Ia menjelaskan, seluruh komoditas yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah dipasarkan di bawah harga acuan pemerintah karena mendapatkan subsidi.

Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Bone.

Andi Akmal juga memastikan Pemerintah Kabupaten Bone akan memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah pada tahun mendatang melalui penambahan subsidi pengangkutan dan subsidi harga agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak desa.

BACA JUGA:  Tunreng Tellue Jadi Contoh! BUMDes dan Pasar Murah BerAmal, Bantu Warga Sekaligus Gerakkan Ekonomi

“Kami ingin Gerakan Pangan Murah hadir hingga ke wilayah yang jauh. Dengan dukungan subsidi yang lebih besar, masyarakat di seluruh Kabupaten Bone dapat merasakan manfaat program ini sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah,” tegasnya.

Ia turut mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone sebagai leading sector yang terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan melalui berbagai program yang berpihak kepada masyarakat. (kar)

SulawesiPos.com – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Gerakan Pangan Murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di Lapangan Sepak Bola Waranie, Desa Usa, Kecamatan Palakka, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Warga memanfaatkan kesempatan membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Andi Zainal Wahyudi, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan program yang secara konsisten dijalankan pemerintah daerah dan selalu mendapat respons positif dari masyarakat.

“Hingga pertengahan tahun 2026, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan sebanyak 32 kali melalui dukungan APBD maupun kegiatan berskala lebih kecil. Desa Usa dipilih karena antusiasme masyarakat Kecamatan Palakka sangat tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wabup Bone Sidak Tanjung Pallette, Promosikan Surga Wisata di Tepi Teluk Bone dan Ajak Warga Dukung Destinasi

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga melibatkan enam instansi sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran aksi perubahan Sigap Pangan (Sinergi Gerakan Pengendalian Harga dan Pasokan Pangan).

Meski demikian, Zainal mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan untuk memperluas jangkauan program, khususnya ke wilayah terpencil yang membutuhkan dukungan subsidi transportasi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Hujan yang turun hari ini adalah berkah. Semangat kita untuk melayani masyarakat tidak boleh surut. Pemerintah harus memastikan kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Andi Akmal.

Ia menjelaskan, seluruh komoditas yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah dipasarkan di bawah harga acuan pemerintah karena mendapatkan subsidi.

Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Bone.

Andi Akmal juga memastikan Pemerintah Kabupaten Bone akan memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah pada tahun mendatang melalui penambahan subsidi pengangkutan dan subsidi harga agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak desa.

BACA JUGA:  Hadiri Rapat Pengendalian Inflasi Sulsel, Pemkab Bone Jaga Daya Beli dan Stabilitas Harga Jelang Iduladha

“Kami ingin Gerakan Pangan Murah hadir hingga ke wilayah yang jauh. Dengan dukungan subsidi yang lebih besar, masyarakat di seluruh Kabupaten Bone dapat merasakan manfaat program ini sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah,” tegasnya.

Ia turut mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone sebagai leading sector yang terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan melalui berbagai program yang berpihak kepada masyarakat. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru