Setahun Dikelola Pemprov, Andalan Trans Sulsel Angkut 1,15 Juta Penumpang

SulawesiPos.com – Transportasi publik Andalan Trans Sulsel mencatat 1,15 juta penumpang dalam periode Juni 2025 hingga 2 Juni 2026, atau setahun sejak pengelolaannya diambil alih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dari Kementerian Perhubungan. Capaian itu diraih pada tiga koridor yang kini beroperasi dan dinilai menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap angkutan massal.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo menyebut pertumbuhan jumlah pengguna menjadi indikator bahwa layanan Trans Sulsel semakin diterima sebagai moda transportasi harian yang aman, terjangkau, dan efisien.

“Ini merupakan capaian yang sangat baik dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih Trans Sulsel sebagai moda transportasi sehari-hari,” kata Andi Erwin Terwo dikutip Senin (29/6/2026).

Saat pengambilalihan layanan pada Juni 2025, Pemprov Sulsel baru mengoperasikan dua koridor, yakni Koridor 1 dan Koridor 2. Memasuki 2026, pemerintah provinsi kembali mengambil alih pengelolaan Koridor 5 sehingga jumlah layanan bertambah menjadi tiga koridor.

Kenaikan jumlah penumpang disebut terjadi secara bertahap setelah pengelolaan berpindah ke tangan pemerintah provinsi. Bahkan, Koridor 1 dilaporkan sempat melampaui target layanan hingga sekitar 140 persen pada akhir 2025, menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan jumlah pengguna Andalan Trans Sulsel.

BACA JUGA:  Progres Pembangunan Stadion Sudiang Terbaru, Pematangan Lahan dan Infrastruktur Terus Dikebut

Untuk memperkuat layanan, Pemprov Sulsel mulai menerapkan sistem pembayaran non tunai pada April 2026. Sebelum sistem itu diberlakukan penuh, Koridor 5 lebih dulu menjalani masa uji coba gratis untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat dan membiasakan penumpang dengan pola operasional baru.

Dishub Sulsel mengakui penerapan pembayaran elektronik sempat menyebabkan penurunan jumlah penumpang pada tahap awal karena proses adaptasi. Namun, kondisi itu dinilai sebagai bagian dari masa transisi menuju layanan transportasi publik yang lebih modern dan terintegrasi.

Selain pembenahan sistem pembayaran, pemerintah provinsi juga menerapkan kebijakan tarif khusus untuk memperluas akses layanan. Pelajar, mahasiswa, lanjut usia, dan penyandang disabilitas dikenakan tarif Rp2.000 per perjalanan, sementara tarif umum ditetapkan Rp4.600.

Untuk memperoleh tarif khusus, calon pengguna harus melalui proses verifikasi data menggunakan KTP dan Kartu Keluarga. Layanan verifikasi saat ini tersedia di sejumlah titik, seperti Mall Panakkukang, Universitas Hasanuddin, terminal, hingga wilayah Kabupaten Takalar.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel Perkuat Budaya Kerja ASN, CPNS Didorong Jadi Aparatur Profesional

Pemerintah provinsi juga menggandeng Bank Sulselbar untuk memperluas layanan isi ulang kartu pembayaran elektronik sekaligus meningkatkan sosialisasi penggunaan sistem non tunai. Sosialisasi itu turut melibatkan pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan desa, terutama di wilayah yang dilalui koridor layanan.

Meski mencatat pertumbuhan positif, operasional Andalan Trans Sulsel masih menghadapi sejumlah tantangan. Dishub Sulsel mencatat keterbatasan titik pengisian ulang kartu elektronik dan kemacetan di beberapa ruas jalan masih memengaruhi ketepatan jadwal penjemputan penumpang.

Andi Erwin menilai peluang peningkatan jumlah pengguna masih terbuka lebar, terutama karena biaya perjalanan dinilai lebih hemat dibanding penggunaan kendaraan pribadi. Ia juga menyebut beberapa koridor, khususnya Koridor CPI, hampir selalu terisi penuh di setiap perjalanan.

“Hasil pengamatan kami menunjukkan beberapa koridor, khususnya Koridor CPI, hampir selalu dipenuhi penumpang pada setiap perjalanan. Ini menjadi sinyal positif bahwa layanan Trans Sulsel semakin diminati masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Andalan Trans Sulsel mengoperasikan 37 armada bus untuk melayani Koridor 1, Koridor 2, dan Koridor 5. Dengan capaian 1,15 juta penumpang dalam setahun, Pemprov Sulsel menilai penguatan layanan, perluasan akses, dan peningkatan kualitas operasional menjadi langkah penting untuk menjaga tren pertumbuhan pengguna transportasi publik di daerah ini.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel Siapkan WFH Setiap Jumat, Respons Kebijakan Efisiensi Energi Nasional

SulawesiPos.com – Transportasi publik Andalan Trans Sulsel mencatat 1,15 juta penumpang dalam periode Juni 2025 hingga 2 Juni 2026, atau setahun sejak pengelolaannya diambil alih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dari Kementerian Perhubungan. Capaian itu diraih pada tiga koridor yang kini beroperasi dan dinilai menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap angkutan massal.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo menyebut pertumbuhan jumlah pengguna menjadi indikator bahwa layanan Trans Sulsel semakin diterima sebagai moda transportasi harian yang aman, terjangkau, dan efisien.

“Ini merupakan capaian yang sangat baik dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih Trans Sulsel sebagai moda transportasi sehari-hari,” kata Andi Erwin Terwo dikutip Senin (29/6/2026).

Saat pengambilalihan layanan pada Juni 2025, Pemprov Sulsel baru mengoperasikan dua koridor, yakni Koridor 1 dan Koridor 2. Memasuki 2026, pemerintah provinsi kembali mengambil alih pengelolaan Koridor 5 sehingga jumlah layanan bertambah menjadi tiga koridor.

Kenaikan jumlah penumpang disebut terjadi secara bertahap setelah pengelolaan berpindah ke tangan pemerintah provinsi. Bahkan, Koridor 1 dilaporkan sempat melampaui target layanan hingga sekitar 140 persen pada akhir 2025, menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan jumlah pengguna Andalan Trans Sulsel.

BACA JUGA:  Dikebut Hingga Malam, Pemprov Sulsel Aspal Jalan Aroepala untuk Atasi Debu Warga

Untuk memperkuat layanan, Pemprov Sulsel mulai menerapkan sistem pembayaran non tunai pada April 2026. Sebelum sistem itu diberlakukan penuh, Koridor 5 lebih dulu menjalani masa uji coba gratis untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat dan membiasakan penumpang dengan pola operasional baru.

Dishub Sulsel mengakui penerapan pembayaran elektronik sempat menyebabkan penurunan jumlah penumpang pada tahap awal karena proses adaptasi. Namun, kondisi itu dinilai sebagai bagian dari masa transisi menuju layanan transportasi publik yang lebih modern dan terintegrasi.

Selain pembenahan sistem pembayaran, pemerintah provinsi juga menerapkan kebijakan tarif khusus untuk memperluas akses layanan. Pelajar, mahasiswa, lanjut usia, dan penyandang disabilitas dikenakan tarif Rp2.000 per perjalanan, sementara tarif umum ditetapkan Rp4.600.

Untuk memperoleh tarif khusus, calon pengguna harus melalui proses verifikasi data menggunakan KTP dan Kartu Keluarga. Layanan verifikasi saat ini tersedia di sejumlah titik, seperti Mall Panakkukang, Universitas Hasanuddin, terminal, hingga wilayah Kabupaten Takalar.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel Perkuat Budaya Kerja ASN, CPNS Didorong Jadi Aparatur Profesional

Pemerintah provinsi juga menggandeng Bank Sulselbar untuk memperluas layanan isi ulang kartu pembayaran elektronik sekaligus meningkatkan sosialisasi penggunaan sistem non tunai. Sosialisasi itu turut melibatkan pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan desa, terutama di wilayah yang dilalui koridor layanan.

Meski mencatat pertumbuhan positif, operasional Andalan Trans Sulsel masih menghadapi sejumlah tantangan. Dishub Sulsel mencatat keterbatasan titik pengisian ulang kartu elektronik dan kemacetan di beberapa ruas jalan masih memengaruhi ketepatan jadwal penjemputan penumpang.

Andi Erwin menilai peluang peningkatan jumlah pengguna masih terbuka lebar, terutama karena biaya perjalanan dinilai lebih hemat dibanding penggunaan kendaraan pribadi. Ia juga menyebut beberapa koridor, khususnya Koridor CPI, hampir selalu terisi penuh di setiap perjalanan.

“Hasil pengamatan kami menunjukkan beberapa koridor, khususnya Koridor CPI, hampir selalu dipenuhi penumpang pada setiap perjalanan. Ini menjadi sinyal positif bahwa layanan Trans Sulsel semakin diminati masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Andalan Trans Sulsel mengoperasikan 37 armada bus untuk melayani Koridor 1, Koridor 2, dan Koridor 5. Dengan capaian 1,15 juta penumpang dalam setahun, Pemprov Sulsel menilai penguatan layanan, perluasan akses, dan peningkatan kualitas operasional menjadi langkah penting untuk menjaga tren pertumbuhan pengguna transportasi publik di daerah ini.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel Siapkan WFH Setiap Jumat, Respons Kebijakan Efisiensi Energi Nasional

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru