SulawesiPos.com – Proyek pembangunan sembilan Sekolah Rakyat permanen yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan menunjukkan kemajuan signifikan.
Hingga saat ini, rata-rata progres pekerjaan telah melampaui 50 persen dan sebagian besar lokasi telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan optimistis seluruh pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga sekolah-sekolah tersebut siap digunakan saat tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, mengatakan perkembangan pembangunan di lapangan terus bergerak positif. Bahkan, beberapa lokasi telah mendekati penyelesaian hingga 70 persen.
“Berdasarkan laporan terakhir, rata-rata progres pekerjaan sudah di atas 50 persen dan terus mengalami peningkatan,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan laporan terakhir yang diterima pemerintah provinsi, progres pembangunan tertinggi berada di Kabupaten Sidrap yang telah mencapai 69,90 persen.
Disusul Kabupaten Takalar sebesar 69,11 persen, Kota Makassar 69,16 persen, Sinjai 68,67 persen, Barru 68,17 persen, Wajo 65,17 persen, Bone 64,74 persen, Soppeng 49,15 persen, dan Tana Toraja 47,92 persen.
Meski demikian, Malik menilai angka tersebut kemungkinan sudah bertambah karena data yang digunakan berasal dari laporan pertengahan Mei.
Saat ini sebagian besar proyek telah menyelesaikan pekerjaan konstruksi utama.
Menurutnya, fokus pengerjaan kini lebih banyak diarahkan pada tahap finishing, mulai dari penyempurnaan bangunan, pengecatan, pemasangan atap, hingga penyelesaian sarana pendukung lainnya.
“Infrastruktur dan konstruksi utama sebagian besar sudah selesai. Sekarang tinggal tahap penyelesaian agar seluruh bangunan siap digunakan,” katanya.
Pembangunan sembilan Sekolah Rakyat ini dikerjakan oleh dua perusahaan BUMN.
PT Waskita Karya menangani proyek di Kabupaten Soppeng, Wajo, Barru, Sidrap, dan Tana Toraja.
Sementara PT Nindya Karya bertanggung jawab atas pembangunan sekolah di Bone, Sinjai, Takalar, dan Kota Makassar.
Pemprov Sulsel menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi selesai 100 persen pada akhir Juni 2026 sesuai jadwal kontrak yang telah ditetapkan.
“Insyaallah akhir Juni seluruh pekerjaan selesai 100 persen,” beber Malik.
Setelah itu akan dilakukan proses pemeriksaan akhir, serah terima pekerjaan, serta persiapan operasional sekolah.
Jika target tersebut tercapai, sembilan Sekolah Rakyat permanen di Sulawesi Selatan akan mulai beroperasi dan menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

