SulawesiPos.com – Rescuer Pos SAR Bone dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh dari kapalnya di perairan Tanjung Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.Tim S
Korban yang diketahui bernama Ari, seorang pria berusia 40 tahun, dilaporkan hilang saat sedang melaut menggunakan perahu jenis katinting pada Kamis 30 April 2026.
Laporan yang diterima Basarnas Makassar sekitar pukul 14.00 WITA menyebutkan bahwa kejadian bermula saat korban berangkat mencari ikan seperti rutinitas biasanya. Namun, pada siang hari, sejumlah nelayan lain menemukan perahu milik korban dalam keadaan terbalik di perairan Pallette tanpa ada tanda-tanda keberadaan Ari di lokasi tersebut.
Meski keluarga dan masyarakat setempat telah berupaya melakukan pencarian awal secara mandiri, keberadaan korban tetap tidak membuahkan hasil hingga akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk meminta bantuan resmi.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026), mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merespons cepat laporan tersebut dengan mengirimkan tim penyelamat dari Pos SAR Bone. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan instansi terkait dan warga lokal menjadi kunci utama dalam upaya penyisiran di wilayah tersebut.
“Setelah menerima informasi dari pihak keluarga korban, kami segera mengerahkan personel Pos SAR Bone menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian. Tim akan berkoordinasi dengan instansi dan masyarakat setempat guna kelancaran pencarian,” ujar Andi Sultan.
Lebih lanjut, Sultan menjelaskan bahwa jalannya operasi pencarian akan sangat bergantung pada dinamika cuaca di lapangan.
Meskipun kondisi di sekitar perairan Tanjung Pallette saat ini dilaporkan berawan, tim tetap diinstruksikan untuk bekerja secara optimal dalam menyisir area yang diperkirakan menjadi titik jatuhnya korban.
“Meskipun kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan, kami berharap korban dapat segera ditemukan. Operasi SAR akan terus dilaksanakan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan,” tegas Sultan.*

