Jalan Berlubang di Minasatene Pangkep Ancam Keselamatan, Warga Terpaksa Perbaiki Sendiri

SulawesiPos.com – Kerusakan jalan di wilayah Minasatene, Kabupaten Pangkep, kian mengganggu aktivitas warga.

Ruas jalan lintas provinsi yang berada di sekitar underpass rel kereta api dilaporkan rusak parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Sejumlah titik di badan jalan dipenuhi lubang. Saat hujan turun, lubang tersebut tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara, terutama pada malam hari.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas melambat dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Situasi tersebut mendorong warga setempat mengambil inisiatif. Tanpa menunggu perbaikan resmi, mereka bergotong royong menimbun lubang menggunakan material batu pecah yang didatangkan secara swadaya.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan, meski hanya bersifat sementara.

Muhammad, salah seorang warga, mengatakan jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui masyarakat untuk beraktivitas.

Ia menilai kerusakan yang dibiarkan terlalu lama dapat berdampak serius terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Kondisi jalan sangat berbahaya, terutama pada malam hari atau saat hujan turun karena lubang tertutup genangan air,” kata Muhammad dikutip JawaPos Group, Sabtu (25/4/2026).

BACA JUGA: 
Pemkab Pinrang Lakukan Pemeliharaan Jalan Pinrang-Benteng, Tingkatkan Akses dan Mobilitas Warga

Meski berada di wilayah Kabupaten Pangkep, ruas jalan tersebut berstatus jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Warga pun berharap ada penanganan lebih cepat dari pihak terkait agar kerusakan tidak semakin parah.

SulawesiPos.com – Kerusakan jalan di wilayah Minasatene, Kabupaten Pangkep, kian mengganggu aktivitas warga.

Ruas jalan lintas provinsi yang berada di sekitar underpass rel kereta api dilaporkan rusak parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Sejumlah titik di badan jalan dipenuhi lubang. Saat hujan turun, lubang tersebut tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara, terutama pada malam hari.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas melambat dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Situasi tersebut mendorong warga setempat mengambil inisiatif. Tanpa menunggu perbaikan resmi, mereka bergotong royong menimbun lubang menggunakan material batu pecah yang didatangkan secara swadaya.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan, meski hanya bersifat sementara.

Muhammad, salah seorang warga, mengatakan jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui masyarakat untuk beraktivitas.

Ia menilai kerusakan yang dibiarkan terlalu lama dapat berdampak serius terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Kondisi jalan sangat berbahaya, terutama pada malam hari atau saat hujan turun karena lubang tertutup genangan air,” kata Muhammad dikutip JawaPos Group, Sabtu (25/4/2026).

BACA JUGA: 
Antisipasi Kecelakaan, Polisi dan Jasa Raharja Cek Jalan Rusak di Poros Bone–Wajo

Meski berada di wilayah Kabupaten Pangkep, ruas jalan tersebut berstatus jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Warga pun berharap ada penanganan lebih cepat dari pihak terkait agar kerusakan tidak semakin parah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru