Nelayan Asal Sinjai Dilaporkan Hilang di Perairan Pulau Sembilan, Tim SAR Kerahkan Belasan Perahu

Overview

  • Seorang ABK berusia 20 tahun dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal nelayan saat melaut di perairan Taka Limpoge.

  • Hingga hari kedua operasi, tim SAR gabungan belum menemukan korban dan memperluas area pencarian dengan melibatkan belasan perahu.

  • Proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca berawan dan melibatkan berbagai unsur SAR serta masyarakat setempat.

SulawesiPos.com – Upaya pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, masih terus dilakukan hingga Senin (2/2/2026).

Korban diketahui bernama Muh Aidil Takbir (20), yang sebelumnya bekerja di kapal nelayan KM 3 Putri.

Insiden tersebut terjadi di perairan Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan. Hingga memasuki hari kedua operasi, keberadaan korban belum juga ditemukan, sehingga tim gabungan memutuskan untuk memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan operasi pencarian segera dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari keluarga korban.

BACA JUGA:  Evakuasi Korban ATR 42-500 di Bulusaraung Tertunda karena Medan Ekstrem dan Kabut Tebal

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 06.30 WITA.

Saat itu, korban ikut melaut menggunakan KM 3 Putri 77 yang bertolak dari Pelabuhan Lappa untuk menangkap ikan.

Setibanya di lokasi tangkap, kapal tersebut menurunkan jangkar di sekitar rompong perairan Taka Limpoge.

Diduga, korban terjatuh ke laut ketika berjalan di sisi kapal. Korban diperkirakan hendak menuju bagian belakang kapal untuk buang air kecil sebelum akhirnya terperosok ke perairan.

Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh keluarga korban bersama nelayan setempat.

Namun karena hasilnya nihil, kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Basarnas Makassar pada pukul 16.10 WITA guna mendapatkan bantuan operasi SAR.

Dalam operasi ini, tim gabungan mengerahkan tiga unit perahu karet serta 11 perahu nelayan untuk menyisir area perairan.

Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan karakteristik perairan setempat yang saat ini masih berada dalam musim penghujan.

BACA JUGA:  Hari Ketiga Pencarian KM Nurul Salsa, Basarnas Tambah KN SAR Kamajaya dan Pesawat Boeing B737

“Meskipun cuaca di lokasi terpantau berawan, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujar Arif Anwar.

“Meskipun kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan, kami berharap korban dapat segera ditemukan,” paparnya menekankan dikutip dari Antara Senin (2/2/2026).

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Sinjai, BPBD Sinjai, Tagana, personel Brimob, serta masyarakat dan potensi SAR lainnya.

Overview

  • Seorang ABK berusia 20 tahun dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal nelayan saat melaut di perairan Taka Limpoge.

  • Hingga hari kedua operasi, tim SAR gabungan belum menemukan korban dan memperluas area pencarian dengan melibatkan belasan perahu.

  • Proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca berawan dan melibatkan berbagai unsur SAR serta masyarakat setempat.

SulawesiPos.com – Upaya pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, masih terus dilakukan hingga Senin (2/2/2026).

Korban diketahui bernama Muh Aidil Takbir (20), yang sebelumnya bekerja di kapal nelayan KM 3 Putri.

Insiden tersebut terjadi di perairan Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan. Hingga memasuki hari kedua operasi, keberadaan korban belum juga ditemukan, sehingga tim gabungan memutuskan untuk memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan operasi pencarian segera dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari keluarga korban.

BACA JUGA:  Hari Ketiga Pencarian KM Nurul Salsa, Basarnas Tambah KN SAR Kamajaya dan Pesawat Boeing B737

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 06.30 WITA.

Saat itu, korban ikut melaut menggunakan KM 3 Putri 77 yang bertolak dari Pelabuhan Lappa untuk menangkap ikan.

Setibanya di lokasi tangkap, kapal tersebut menurunkan jangkar di sekitar rompong perairan Taka Limpoge.

Diduga, korban terjatuh ke laut ketika berjalan di sisi kapal. Korban diperkirakan hendak menuju bagian belakang kapal untuk buang air kecil sebelum akhirnya terperosok ke perairan.

Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh keluarga korban bersama nelayan setempat.

Namun karena hasilnya nihil, kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Basarnas Makassar pada pukul 16.10 WITA guna mendapatkan bantuan operasi SAR.

Dalam operasi ini, tim gabungan mengerahkan tiga unit perahu karet serta 11 perahu nelayan untuk menyisir area perairan.

Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan karakteristik perairan setempat yang saat ini masih berada dalam musim penghujan.

BACA JUGA:  Breaking News! Tim SAR Belum Temukan Korban Pesawat ATR 400 yang Jatuh di Bulu Saraung Pangkep

“Meskipun cuaca di lokasi terpantau berawan, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujar Arif Anwar.

“Meskipun kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan, kami berharap korban dapat segera ditemukan,” paparnya menekankan dikutip dari Antara Senin (2/2/2026).

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Sinjai, BPBD Sinjai, Tagana, personel Brimob, serta masyarakat dan potensi SAR lainnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru