Hari Ketiga Pencarian KM Nurul Salsa, Basarnas Tambah KN SAR Kamajaya dan Pesawat Boeing B737

SulawesiPos.com – Basarnas Kelas A Makassar menambah kekuatan laut dan udara pada hari ketiga operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Jumat, 17 Juli 2026. Penambahan unsur SAR ini dilakukan untuk memperluas area pencarian terhadap 24 korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

Berdasarkan data sementara, dari total 74 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 49 orang ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 24 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pada hari ketiga operasi, Basarnas mengerahkan KN SAR Kamajaya dengan kekuatan 32 personel atau person on board untuk melaksanakan pencarian di Sektor II. Area penyisiran di sektor ini mencakup sekitar 90 nautical mile persegi di perairan Selayar.

Selain itu, unsur udara diperkuat dengan pengerahan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang membawa 17 personel. Pesawat ini ditugaskan melakukan pencarian dari udara di sekitar lokasi kejadian guna memperluas jangkauan pemantauan.

BACA JUGA:  9 Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Ditemukan, Satu Masih Dicari

Sementara itu, KRI Marlin 877 tetap melanjutkan operasi pencarian di Sektor I dengan cakupan area seluas 102 nautical mile persegi sesuai rencana operasi Search and Rescue Planning atau SARMAP.

Pencarian dibagi berdasarkan analisis SARMAP

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan penambahan unsur laut dan udara dilakukan untuk mengoptimalkan peluang menemukan korban yang masih hilang.

“Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin. Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara,” ujar Arif.

Ia menambahkan operasi SAR dijalankan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan, termasuk TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, SROP Selayar, serta nelayan setempat.

“Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tutup Arif.

BACA JUGA:  Modifikasi Cuaca Percepat Evakuasi ATR Bulusaraung, Helikopter Kembali Diandalkan Tim SAR

Operasi SAR hari ketiga difokuskan pada penyisiran permukaan laut dan pemantauan udara di sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa, termasuk area yang diperkirakan menjadi arah pergerakan korban berdasarkan kondisi arus, angin, dan cuaca di perairan Selayar.

SulawesiPos.com – Basarnas Kelas A Makassar menambah kekuatan laut dan udara pada hari ketiga operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Jumat, 17 Juli 2026. Penambahan unsur SAR ini dilakukan untuk memperluas area pencarian terhadap 24 korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

Berdasarkan data sementara, dari total 74 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 49 orang ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 24 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pada hari ketiga operasi, Basarnas mengerahkan KN SAR Kamajaya dengan kekuatan 32 personel atau person on board untuk melaksanakan pencarian di Sektor II. Area penyisiran di sektor ini mencakup sekitar 90 nautical mile persegi di perairan Selayar.

Selain itu, unsur udara diperkuat dengan pengerahan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang membawa 17 personel. Pesawat ini ditugaskan melakukan pencarian dari udara di sekitar lokasi kejadian guna memperluas jangkauan pemantauan.

BACA JUGA:  Basarnas Terjunkan Tiga Tim Pencarian Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Bantimurung Maros

Sementara itu, KRI Marlin 877 tetap melanjutkan operasi pencarian di Sektor I dengan cakupan area seluas 102 nautical mile persegi sesuai rencana operasi Search and Rescue Planning atau SARMAP.

Pencarian dibagi berdasarkan analisis SARMAP

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan penambahan unsur laut dan udara dilakukan untuk mengoptimalkan peluang menemukan korban yang masih hilang.

“Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin. Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara,” ujar Arif.

Ia menambahkan operasi SAR dijalankan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan, termasuk TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, SROP Selayar, serta nelayan setempat.

“Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tutup Arif.

BACA JUGA:  Pencarian Nelayan Hilang di Pallette Diperluas hingga Perairan Cempalagi dan Cenrana

Operasi SAR hari ketiga difokuskan pada penyisiran permukaan laut dan pemantauan udara di sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa, termasuk area yang diperkirakan menjadi arah pergerakan korban berdasarkan kondisi arus, angin, dan cuaca di perairan Selayar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru