Nobar The Longest Wait di Makassar, Suporter Titip Target Prestasi ke Timnas

SulawesiPos.com – Sekitar 100 suporter mengikuti nonton bareng (nobar) film dokumenter The Longest Wait di studio XXI Mall Panakkukang, Makassar, Rabu (28/10/2026) malam.

Kegiatan yang diprakarsai PSSI bersama Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PNSSI) wilayah Sulawesi itu mempertemukan Ultras Garuda, suporter PSM Makassar, dan komunitas suporter lain untuk menyaksikan perjalanan Timnas Indonesia.

Bendahara Umum PNSSI wilayah Sulawesi Suchry Zulkarnaen mengatakan kegiatan tersebut memang disiapkan bagi suporter. Nobar itu melibatkan gabungan Ultras Garuda, suporter PSM Makassar, serta perwakilan komunitas suporter dari sejumlah wilayah di Sulawesi.

Menurut Suchry, pemutaran film menjadi ruang bagi suporter untuk kembali melihat perjuangan skuad Garuda, pemain, ofisial, dan pendukung dalam mengejar target besar sepak bola Indonesia.

Imaduddin, anggota Ultras Garuda Sezione Makassar, menyebut sekitar 40 anggota dari Ultras Garuda Sektor Makassar hadir dalam kegiatan tersebut.

“Yang hadir dari teman-teman Ultras Garuda Sektor Makassar ini kurang lebih 40-an orang,” kata Imaduddin.

BACA JUGA:  Makassar Terancam Krisis Air Bersih, 12.717 Rumah di 6 Kecamatan Mulai Terdampak

Ia menilai dokumenter tersebut memperlihatkan perjalanan Timnas dari sisi perjuangan pemain dan ofisial, sekaligus menggambarkan keterlibatan suporter dalam mendukung tim nasional.

Suporter Minta Timnas Mengejar Hasil

Bagi Ultras Garuda, perjalanan panjang Timnas tidak cukup hanya dilihat dari pergantian pemain, pelatih, maupun perubahan program. Mereka berharap proses tersebut berujung pada pencapaian yang terukur.

Ia menyebut agenda terdekat seperti Piala Asia dan FIFA Matchday perlu dimanfaatkan untuk mengejar prestasi, bukan hanya menjadi ajang uji coba. Menurut dia, hasil pertandingan dan peningkatan peringkat FIFA penting untuk memperkuat persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia berikutnya.

“Jangan cuma ajang latihan tapi ajang memang merebut prestasi dan bagaimana peringkat ranking FIFA Timnas itu bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Imaduddin juga menilai nobar memperkuat kekompakan Ultras Garuda dalam mendukung Timnas Indonesia. Dukungan tersebut, kata dia, diberikan hampir pada setiap pertandingan Timnas.

Film Dokumenter Perjalanan Timnas

The Longest Wait merupakan film dokumenter Indonesia yang mengisahkan perjuangan dan perjalanan emosional Timnas Indonesia dalam mengejar mimpi kembali tampil di Piala Dunia.

BACA JUGA:  31 Aksi Unjuk Rasa Dijadwalkan di Makassar, Ribuan Massa Diperkirakan Turun

Film yang disutradarai Sam C. Webb itu merekam periode kebangkitan Timnas pada 2023 hingga 2025. Ceritanya menyoroti kerja keras skuad Garuda menghadapi lawan-lawan berperingkat FIFA tinggi, tekanan publik, serta sisi humanis berupa keraguan, pengorbanan, dan perjuangan di balik layar.

Dokumenter tersebut juga menampilkan perjalanan Indonesia untuk kembali ke Piala Dunia setelah penampilan terakhir pada 1938. Cerita tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga proses panjang yang dijalani pemain, ofisial, dan suporter.

The Longest Wait berdurasi 95 menit dan diproduksi Fremantle Indonesia bersama Beach House Pictures melalui kerja sama dengan PSSI dan PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI). Film itu telah lulus sensor untuk semua umur.

Pemutaran terbatas berlangsung pada 28 Oktober 2026, termasuk melalui kegiatan nobar di Makassar. Film tersebut kemudian dirilis serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai Kamis (29/10/2026).

 

SulawesiPos.com – Sekitar 100 suporter mengikuti nonton bareng (nobar) film dokumenter The Longest Wait di studio XXI Mall Panakkukang, Makassar, Rabu (28/10/2026) malam.

Kegiatan yang diprakarsai PSSI bersama Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PNSSI) wilayah Sulawesi itu mempertemukan Ultras Garuda, suporter PSM Makassar, dan komunitas suporter lain untuk menyaksikan perjalanan Timnas Indonesia.

Bendahara Umum PNSSI wilayah Sulawesi Suchry Zulkarnaen mengatakan kegiatan tersebut memang disiapkan bagi suporter. Nobar itu melibatkan gabungan Ultras Garuda, suporter PSM Makassar, serta perwakilan komunitas suporter dari sejumlah wilayah di Sulawesi.

Menurut Suchry, pemutaran film menjadi ruang bagi suporter untuk kembali melihat perjuangan skuad Garuda, pemain, ofisial, dan pendukung dalam mengejar target besar sepak bola Indonesia.

Imaduddin, anggota Ultras Garuda Sezione Makassar, menyebut sekitar 40 anggota dari Ultras Garuda Sektor Makassar hadir dalam kegiatan tersebut.

“Yang hadir dari teman-teman Ultras Garuda Sektor Makassar ini kurang lebih 40-an orang,” kata Imaduddin.

BACA JUGA:  PSM Makassar Kena Lagi Sanksi FIFA! Juku Eja Dilarang Daftarkan Pemain Baru Selama 3 Periode Transfer

Ia menilai dokumenter tersebut memperlihatkan perjalanan Timnas dari sisi perjuangan pemain dan ofisial, sekaligus menggambarkan keterlibatan suporter dalam mendukung tim nasional.

Suporter Minta Timnas Mengejar Hasil

Bagi Ultras Garuda, perjalanan panjang Timnas tidak cukup hanya dilihat dari pergantian pemain, pelatih, maupun perubahan program. Mereka berharap proses tersebut berujung pada pencapaian yang terukur.

Ia menyebut agenda terdekat seperti Piala Asia dan FIFA Matchday perlu dimanfaatkan untuk mengejar prestasi, bukan hanya menjadi ajang uji coba. Menurut dia, hasil pertandingan dan peningkatan peringkat FIFA penting untuk memperkuat persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia berikutnya.

“Jangan cuma ajang latihan tapi ajang memang merebut prestasi dan bagaimana peringkat ranking FIFA Timnas itu bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Imaduddin juga menilai nobar memperkuat kekompakan Ultras Garuda dalam mendukung Timnas Indonesia. Dukungan tersebut, kata dia, diberikan hampir pada setiap pertandingan Timnas.

Film Dokumenter Perjalanan Timnas

The Longest Wait merupakan film dokumenter Indonesia yang mengisahkan perjuangan dan perjalanan emosional Timnas Indonesia dalam mengejar mimpi kembali tampil di Piala Dunia.

BACA JUGA:  Makassar Terancam Krisis Air Bersih, 12.717 Rumah di 6 Kecamatan Mulai Terdampak

Film yang disutradarai Sam C. Webb itu merekam periode kebangkitan Timnas pada 2023 hingga 2025. Ceritanya menyoroti kerja keras skuad Garuda menghadapi lawan-lawan berperingkat FIFA tinggi, tekanan publik, serta sisi humanis berupa keraguan, pengorbanan, dan perjuangan di balik layar.

Dokumenter tersebut juga menampilkan perjalanan Indonesia untuk kembali ke Piala Dunia setelah penampilan terakhir pada 1938. Cerita tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga proses panjang yang dijalani pemain, ofisial, dan suporter.

The Longest Wait berdurasi 95 menit dan diproduksi Fremantle Indonesia bersama Beach House Pictures melalui kerja sama dengan PSSI dan PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI). Film itu telah lulus sensor untuk semua umur.

Pemutaran terbatas berlangsung pada 28 Oktober 2026, termasuk melalui kegiatan nobar di Makassar. Film tersebut kemudian dirilis serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai Kamis (29/10/2026).

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru