SulawesiPos.com – Berikut daftar 11 pesepakbola dengan bayaran tertinggi di Piala Dunia 2026 berdasarkan total pendapatan dalam 12 bulan terakhir. Selain menunjukkan siapa yang paling besar secara finansial, daftar ini juga makin menarik karena beberapa nama teratas sedang bersaing ketat dalam perebutan gol dan pengaruh di fase gugur turnamen.
1. Cristiano Ronaldo – 300 juta dolar AS

Pemain Portugal berusia 41 tahun ini masih berada di posisi teratas. Pendapatannya ditopang sekitar 235 juta dolar AS dari lapangan dan 65 juta dolar AS dari luar lapangan. Di Piala Dunia 2026, Ronaldo sudah mencetak total 3 gol. Dua gol datang saat Portugal menghajar Uzbekistan 5-0 di fase grup, lalu satu gol tambahan ia cetak ketika Portugal menang 2-1 atas Kroasia di babak 32 besar pada Jumat (3/7/2026).
2. Lionel Messi – 140 juta dolar AS

Messi mengumpulkan sekitar 70 juta dolar AS dari lapangan dan 70 juta dolar AS dari aktivitas komersial. Kapten Argentina itu kini juga sudah mengoleksi total 7 gol di Piala Dunia 2026. Gol terbarunya lahir saat Argentina menang 3-2 atas Tanjung Verde setelah perpanjangan waktu di babak 32 besar pada Sabtu (3/7/2026), dalam laga yang berlangsung sangat keras dan membuat juara bertahan harus berjuang sampai akhir.
3. Kylian Mbappe – 95 juta dolar AS

Mbappe menjadi simbol paling jelas dari generasi baru sepak bola dunia. Penyerang Prancis itu kini telah mencetak total 7 gol di Piala Dunia 2026. Gol terakhirnya lahir dari titik penalti saat Prancis menundukkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar pada Minggu (5/7/2026). Catatan itu membuat Mbappe tetap berada di jalur terdepan dalam persaingan top skor turnamen.
4. Erling Haaland – 80 juta dolar AS

Striker Norwegia ini terus menggabungkan reputasi pencetak gol elite dengan nilai komersial yang makin besar. Pada laga terbaru Senin (6/7/2026), Haaland ikut membawa Norwegia menyingkirkan Brasil lewat kemenangan 2-1 di babak 16 besar. Total gol Haaland yang terverifikasi di Piala Dunia 2026 adalah 7 gol, dengan dua gol dicetak dalam kemenangan besar itu yang sekaligus memulangkan Brasil dari turnamen.
5. Vinicius Junior – 60 juta dolar AS

Bintang Brasil ini menjadi salah satu pemain dengan kenaikan nilai pasar paling cepat dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatannya menunjukkan posisi Vinicius bukan lagi sekadar talenta besar, tetapi sudah menjadi aset utama sepak bola global.
6. Mohamed Salah – 55 juta dolar AS

Salah tetap menjadi figur sentral sepak bola Afrika dan dunia Arab. Di luar kontribusinya di lapangan, kekuatan brand pribadinya membuat dia bertahan di jajaran elite pemain berpenghasilan tertinggi dunia.
7. Sadio Mane – 54 juta dolar AS

Mane masih memiliki daya komersial yang tinggi dan pengalaman besar di level internasional. Kehadiran pemain klub Al-Nassr dalam daftar ini menegaskan bahwa pemain senior Afrika masih punya bobot ekonomi kuat di panggung global.
8. Jude Bellingham – 44 juta dolar AS

Gelandang Inggris ini menjadi salah satu pemain muda dengan lonjakan nilai komersial tercepat. Usianya masih sangat muda, tetapi posisinya di daftar ini menunjukkan pasar sudah menempatkannya sebagai bintang utama.
9. Lamine Yamal – 43 juta dolar AS

Yamal menjadi nama paling muda dalam kelompok elite ini. Ledakan performa, eksposur global, dan nilai sponsor yang naik cepat membuat pemain Spanyol 18 tahun ini langsung sejajar dengan nama-nama yang jauh lebih senior.
10. Harry Kane – 41 juta dolar AS

Kapten Inggris itu tetap stabil di jajaran atas berkat kombinasi gaji tinggi, performa konsisten, dan citra komersial yang kuat. Kane juga tetap menjadi andalan utama negaranya di panggung Piala Dunia.
11. Neymar – 38 juta dolar AS

Meski posisinya turun dibanding beberapa tahun lalu, Neymar masih masuk kelompok tertinggi. Porsi terbesar penghasilannya kini lebih banyak ditopang kekuatan komersial dan reputasi global yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Secara total, 11 pemain ini mengumpulkan sekitar 950 juta dolar AS dalam 12 bulan terakhir. Daftar tersebut memperlihatkan dua arus besar di sepak bola dunia: dominasi nama senior seperti Ronaldo dan Messi yang belum benar-benar hilang, serta dorongan generasi baru seperti Mbappe dan Haaland yang terus menekan dari sisi performa dan nilai ekonomi.


