Menjahit Nusantara dengan Serat Cahaya: Jalan Panjang ‘Data Center’ Sulawesi Selatan

Oleh: Ir. Amril Taufik Gobel, ST, IPU, ASEAN Eng.
Corporate Communication Advisor PT Nindya Karya (Persero), Blogger (daengbattala.com)

“PENGETAHUAN ADALAH KEKUATAN. INFORMASI ITU MEMBEBASKAN.”
Kofi Annan, Sekretaris Jenderal PBB, Toronto, 22 Juni 1997

Berabad lamanya para pelaut Bugis dan Makassar membaca bintang untuk menemukan jalan pulang.

Dari galangan Bulukumba, pinisi mereka membawa beras, rempah, dan kabar ke pelabuhan yang jauh, lalu menjadikan Makassar simpul niaga yang mempertemukan barat dan timur Nusantara.

Kini muatan paling berharga tidak lagi diangkut di lambung kapal.

Muatan itu mengalir sebagai cahaya di dalam serat optik di dasar laut, dan sekali lagi Makassar berdiri di persimpangan sejarah.

Riwayat pusat data di Sulawesi Selatan sesungguhnya masih muda. Fondasinya diletakkan ketika Telkom menggelar Sulawesi Maluku Papua Cable System, jaringan dengan kabel laut sepanjang 5.444 kilometer dan kabel darat 655 kilometer yang pembangunannya bermula dari Makassar sebelum menjalar ke Maluku dan Papua.

Pada kurun yang sama, di lantai enam Menara Bosowa, berdiri IDC Makassar yang tercatat sebagai pusat data publik pertama di kawasan timur Indonesia dan rampung pada 2015. Telkom kemudian menghadirkan neuCentrIX di Mattoangin dengan kapasitas 50 rak penuh dan 15 subrak.

Pada 2018, kabel Indonesia Global Gateway sepanjang 5.300 kilometer singgah di kota ini dalam perjalanannya menyambungkan Dumai hingga Manado.

Dari sebuah ruang server di gedung perkantoran, Makassar perlahan tumbuh menjadi titik temu lalu lintas data bagi hampir separuh wilayah negeri.

Lebih dari satu dasawarsa kemudian, capaian itu patut disyukuri sekaligus digugat. Per September 2026 Indonesia memiliki 204 fasilitas pusat data, terbanyak keempat di Asia.

Sebanyak 107 di antaranya berkumpul di Jakarta, sedangkan Makassar baru mempunyai empat. Hanya empat fasilitas di kota yang disebut gerbang bagi Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Padahal jumlah pengguna internet nasional sudah menembus 235,26 juta jiwa atau 81,72 persen penduduk, sementara penetrasi di Pulau Sulawesi masih tertahan di 72,58 persen dan provinsi tetangga, Sulawesi Barat, menjadi yang terendah di Indonesia dengan 54,29 persen.

Di balik selisih angka itu hidup wajah yang nyata: bidan di pulau kecil Pangkep yang menunggu rekam medis terbuka di layar, petani rumput laut di Takalar yang ingin tahu harga hari ini, mahasiswa di Toraja yang kuliah daring dengan gambar tersendat.

Bagi mereka, jarak ke pusat data adalah jarak menuju kesempatan.

Kabar baiknya, Sulawesi Selatan memiliki hampir semua bahan untuk menutup jarak tersebut. Ekonominya tumbuh 5,59 persen pada triwulan II 2026, melampaui angka nasional 5,29 persen.

BACA JUGA:  Keluarga Cucu Taufan Pawe Buka Suara usai Bayi Meninggal, Audit RSIA Paramount Diminta Transparan

Bank Indonesia mencatat 1,48 juta pengguna dan 1,46 juta pedagang QRIS di provinsi ini, pertanda transaksi digital sudah menjadi keseharian warga.

Menurut catatan PLN pada awal 2025, sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan mendapat pasokan 45,7 persen dari energi terbarukan, berkat air Bakaru, Malea, dan Poso serta angin Sidrap dan Jeneponto.

Asosiasi penyelenggara pusat data pun menilai Makassar layak menjadi simpul Indonesia Timur karena letaknya strategis untuk membagi lalu lintas data ke timur.

Pemerintah pusat sedang menyusun rencana induk agar pusat data tidak hanya tumbuh di barat, di tengah pasar yang menurut Mordor Intelligence akan naik dari US$1,83 miliar pada 2026 menjadi US$3,48 miliar pada 2031.

Nilai transaksi ekonomi digital nasional sendiri pada 2025 sudah mendekati US$100 miliar. Arusnya deras. Pertanyaannya tinggal satu, apakah timur ikut berlayar atau hanya menonton dari dermaga.

Kejujuran menuntut kita menyebut badai yang sedang berlangsung. Dana Moneter Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan dunia 2026 menjadi 3,0 persen dengan inflasi global 4,7 persen akibat guncangan energi dari konflik di Timur Tengah.

Di dalam negeri, rupiah ditutup di Rp17.916 per dolar AS pada 24 September dan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 5,75 persen.

Bagi pembangun pusat data, dua angka itu terasa langsung di meja kerja. Server, cip pemroses, dan mesin pendingin dibeli dengan dolar, sedangkan pendapatan diterima dalam rupiah dan pinjaman dibayar dengan bunga tinggi. Dalam suasana seperti ini modal cenderung mencari tempat paling aman.

Tidak mengherankan bila di samping kapasitas terpasang nasional 580 megawatt, tambahan sekitar 1,3 gigawatt bernilai US$15 miliar hingga US$20 miliar yang sedang antre terutama mengarah ke Batam, sementara para raksasa teknologi memperluas fasilitasnya di Karawang. Ketimpangan lama berisiko lahir kembali dalam rupa baru.

Tantangan di tingkat tapak tidak kalah berat. Badan Energi Internasional memperkirakan konsumsi listrik pusat data dunia melonjak menjadi sekitar 945 terawatt jam pada 2030, didorong kecerdasan buatan.

Sulawesi Selatan memang kaya energi bersih, tetapi tahun ini sistem kelistrikannya sempat tertekan sampai PLN harus memulihkan daya mampu pembangkit dan menyiapkan pembangkit surya 5,2 gigawatt puncak beserta baterai 8,2 gigawatt jam hingga 2029.

Pelajarannya jelas, pasokan yang bertumpu pada satu jenis sumber rentan terhadap perubahan alam.

Jaringan pun menyimpan kerapuhan serupa. Gempa bermagnitudo 5,7 pada Mei lalu merusak sebagian kabel laut Palapa Ring Tengah dan mengganggu layanan di tiga kabupaten kepulauan Sulawesi Utara.

BACA JUGA:  Bendera Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Samalona, Tradisi Patriotisme Bahari Sulsel

Dari sisi manusia, negeri ini memerlukan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030 sementara pasokan baru sekitar 3 juta, dan sebagian besar teknisi berpengalaman masih menetap di Jawa.

Pengalaman Jawa Barat, tempat pembangunan pusat data sempat dihentikan pemerintah daerah dengan alasan lingkungan dan pasokan air, mengingatkan bahwa restu warga sama pentingnya dengan izin tertulis.

Lalu apa jalan keluarnya?

Saya meyakini jawabannya bukan menunggu raksasa datang, melainkan menumbuhkan ekosistem setahap demi setahap.

Sulawesi Selatan sebaiknya memulai dari fasilitas berskala menengah yang modular, dapat ditambah seiring permintaan, dengan penyewa jangkar dari pemerintah daerah, bank pembangunan daerah, rumah sakit rujukan, dan kampus.

Lembaga keuangan nasional yang wajib memiliki pusat pemulihan bencana akan menemukan Makassar sebagai lokasi cadangan yang terpisah jauh dari Jawa.

Dari sisi energi, tambahan pembangkit 7,7 gigawatt untuk Sulawesi dalam rencana kelistrikan 2025 sampai 2034 perlu dikunci melalui kontrak listrik hijau jangka panjang, disertai teknologi pendinginan hemat air yang tidak menyentuh sumur warga.

Jalur serat optik harus berlapis, dan titik pertukaran internet lokal diperkuat supaya data dari Ambon atau Jayapura tidak perlu memutar ke Jakarta.

Untuk meredam gejolak kurs, pembiayaan berdenominasi rupiah, lindung nilai, serta pemakaian rak, kabel, dan panel listrik buatan dalam negeri patut menjadi syarat insentif. Perizinan satu pintu di tingkat provinsi akan menjawab kebutuhan investor akan kepastian.

Di atas semua itu berdiri manusia. Program pemerintah bersama industri yang menargetkan pembekalan sekitar satu juta talenta hingga 2027 harus singgah di Universitas Hasanuddin, politeknik, dan sekolah kejuruan di Makassar, Parepare, sampai Palopo, agar anak nelayan dan anak petani menjadi insinyur yang menjaga mesin di tanahnya sendiri.

Inilah sumbangan yang dapat diberikan Indonesia bagi perkembangan teknologi digital dunia: sebuah teladan bahwa negara kepulauan mampu membangun pusat data yang tersebar, hijau, dan dekat dengan penggunanya, sekaligus berdaulat atas datanya.

Pendiri NVIDIA pernah mengingatkan bahwa setiap bangsa perlu menuliskan bahasa dan budayanya ke dalam model kecerdasannya sendiri.

Betapa indah bila kelak aksara lontara, epos La Galigo, serta tutur Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar dipelajari mesin yang berdetak di Makassar, bukan di benua seberang.

Para leluhur Sulawesi Selatan tidak pernah menunggu laut tenang untuk berangkat.

Mereka memperkuat lambung, membaca angin, lalu mengangkat sauh. Perekonomian dunia hari ini memang bergelombang, tetapi gelombang selalu menjadi guru terbaik bagi bangsa pelaut.

Membangun pusat data di tanah ini pada akhirnya bukan soal gedung berpendingin dan deretan lampu yang berkedip.

BACA JUGA:  TK-SMP di Makassar Kembali Tatap Muka Usai BBM Mulai Stabil, SMA/SMK Masih Daring

Ia adalah janji bahwa anak yang lahir di Selayar berhak atas kecepatan, pengetahuan, dan mimpi yang sama dengan anak yang lahir di Jakarta. Layar sudah terkembang, dan timur siap berlayar.

“Semua orang di dunia kini adalah pemrogram. Itulah keajaibannya.”

Jensen Huang, pendiri dan CEO NVIDIA, World Governments Summit, Dubai, 12 Februari 2024

Referensi:
1. Kutipan pembuka Kofi Annan (siaran pers PBB, 1997): https://press.un.org/en/1997/19970623.sgsm6268.html
2. Kabel laut 5.444 km dan kabel darat 655 km (Detik): https://inet.detik.com/telecommunication/d-2900409/jokowi-segera-resmikan-palapa-ring-di-papua
3. IDC Makassar, pusat data publik pertama di kawasan timur (Baxtel): https://baxtel.com/data-center/idc-indonesia-makassar
4. IDC Makassar rampung pada 2015 (KF Map): https://kfmap.asia/data-center/idc-makassar-18035
5. neuCentrIX Makassar, 50 rak penuh dan 15 subrak (Baxtel): https://baxtel.com/data-center/neucentrix-makassar
6. Kabel Indonesia Global Gateway 5.300 km (Data Center Dynamics): https://www.datacenterdynamics.com/en/news/nec-to-build-igg-submarine-cable-system-to-link-indonesian-islands/
7. 204 pusat data di Indonesia, 107 di Jakarta, 4 di Makassar (Katadata): https://katadata.co.id/digital/teknologi/6abc8e9a8b475/indonesia-punya-204-data-center-terbanyak-keempat-di-asia
8. 235,26 juta pengguna internet, penetrasi 81,72 persen (Detik): https://inet.detik.com/cyberlife/d-8499661/pengguna-internet-indonesia-tembus-235-juta-penetrasi-81-72
9. Penetrasi internet Sulawesi 72,58 persen (Bisnis.com): https://teknologi.bisnis.com/read/20260522/101/1975697/riset-apjii-2026-penetrasi-internet-jawa-dan-kalimantan-melesat-papua-tertinggal
10. Penetrasi internet Sulawesi Barat 54,29 persen (GoodStats): https://data.goodstats.id/statistic/10-provinsi-dengan-tingkat-penetrasi-internet-terendah-2026-kqUoA
11. Ekonomi Sulsel tumbuh 5,59 persen, nasional 5,29 persen (Detik): https://www.detik.com/sulsel/bisnis/d-8677724/ekonomi-sulsel-tumbuh-5-59-lampaui-nasional
12. 1,48 juta pengguna dan 1,46 juta pedagang QRIS (Bank Indonesia): https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/lpp/Pages/Laporan-Perekonomian-Provinsi-Sulawesi-Selatan-Agustus-2026.aspx
13. Bauran energi terbarukan 45,7 persen (Antara Makassar): https://makassar.antaranews.com/berita/583101/pln-ajak-ipp-sukseskan-transisi-energi-dan-ketahanan-pangan
14. Pembangkit air Bakaru, Malea, Poso dan angin Sidrap, Jeneponto (Listrik Indonesia): https://listrikindonesia.com/detail/10486/tiga-plts-pulau-selayar-siap-dioperasikan
15. Makassar layak menjadi simpul Indonesia Timur (Bisnis.com): https://teknologi.bisnis.com/read/20260511/101/1972918/idpro-ungkap-potensi-besar-makassar-sebagai-hub-data-center-di-wilayah-timur-ri
16. Rencana induk pusat data ke timur dan proyeksi pasar (Antara): https://jatim.antaranews.com/berita/1061952/govt-prepares-plan-to-expand-data-centers-to-eastern-indonesia
17. Ekonomi digital mendekati US$100 miliar (Marketing-Interactive): https://www.marketing-interactive.com/indonesia-s-digital-economy-closes-in-on-us-100b-as-video-commerce-ai-adoption-surge
18. Proyeksi IMF: pertumbuhan 3,0 persen, inflasi 4,7 persen (IDN Financials): https://www.idnfinancials.com/news/65816/imf-cuts-2026-global-growth-forecast-to-3
19. Rupiah Rp17.916 per dolar AS (Metro TV News): https://www.metrotvnews.com/read/kj2CDJoP-rupiah-ditutup-ke-level-rp17-916-usd
20. BI Rate 5,75 persen (Bisnis.com): https://finansial.bisnis.com/read/20260923/11/2006495/breaking-bank-indonesia-tahan-bi-rate-575-di-era-suku-bunga-tinggi
21. Investasi US$15 miliar hingga US$20 miliar, kapasitas 580 MW dan 1,3 GW (Bisnis.com): https://teknologi.bisnis.com/read/20260710/84/1987178/nvidia-cs-diklaim-antre-bangun-data-center-di-ri-investasi-us20-miliar
22. Konsumsi listrik pusat data dunia 945 TWh pada 2030 (IIR, mengutip IEA): https://iifiir.org/en/news/ai-set-to-drive-doubling-of-electricity-demand-from-data-centres
23. Pembangkit surya 5,2 GWp dan baterai 8,2 GWh (Antara Makassar): https://makassar.antaranews.com/berita/638777/pln-perkuat-sistem-kelistrikan-jangka-panjang-di-sulbagsel
24. Kerusakan kabel laut Palapa Ring Tengah (Selular): https://selular.id/2026/07/palapa-ring-putus-sebagian-kapan-bakti-komdigi-selesai-perbaiki/
25. Kebutuhan 12 juta talenta digital, pasokan 3 juta (Bisnis.com): https://teknologi.bisnis.com/read/20260211/84/1951987/komdigi-sebut-urgensi-siapkan-talenta-digital
26. Penghentian pembangunan pusat data di Jawa Barat (Warta Ekonomi): https://wartaekonomi.co.id/read638638/gubernur-jabar-merusak-iklim-investasi
27. Tambahan pembangkit 7,7 GW untuk Sulawesi (Kementerian ESDM): https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/dongkrak-energi-bersih-menteri-esdm-tekankan-pentingnya-komitmen-laksanakan-ruptl
28. Pembekalan satu juta talenta hingga 2027 (Infobank News): https://infobanknews.com/ri-butuh-12-juta-talenta-digital-hingga-2030-komdigi-ungkap-tantangannya
29. Kutipan penutup Jensen Huang (blog NVIDIA, 2024): https://blogs.nvidia.com/blog/world-governments-summit/

Oleh: Ir. Amril Taufik Gobel, ST, IPU, ASEAN Eng.
Corporate Communication Advisor PT Nindya Karya (Persero), Blogger (daengbattala.com)

“PENGETAHUAN ADALAH KEKUATAN. INFORMASI ITU MEMBEBASKAN.”
Kofi Annan, Sekretaris Jenderal PBB, Toronto, 22 Juni 1997

Berabad lamanya para pelaut Bugis dan Makassar membaca bintang untuk menemukan jalan pulang.

Dari galangan Bulukumba, pinisi mereka membawa beras, rempah, dan kabar ke pelabuhan yang jauh, lalu menjadikan Makassar simpul niaga yang mempertemukan barat dan timur Nusantara.

Kini muatan paling berharga tidak lagi diangkut di lambung kapal.

Muatan itu mengalir sebagai cahaya di dalam serat optik di dasar laut, dan sekali lagi Makassar berdiri di persimpangan sejarah.

Riwayat pusat data di Sulawesi Selatan sesungguhnya masih muda. Fondasinya diletakkan ketika Telkom menggelar Sulawesi Maluku Papua Cable System, jaringan dengan kabel laut sepanjang 5.444 kilometer dan kabel darat 655 kilometer yang pembangunannya bermula dari Makassar sebelum menjalar ke Maluku dan Papua.

Pada kurun yang sama, di lantai enam Menara Bosowa, berdiri IDC Makassar yang tercatat sebagai pusat data publik pertama di kawasan timur Indonesia dan rampung pada 2015. Telkom kemudian menghadirkan neuCentrIX di Mattoangin dengan kapasitas 50 rak penuh dan 15 subrak.

Pada 2018, kabel Indonesia Global Gateway sepanjang 5.300 kilometer singgah di kota ini dalam perjalanannya menyambungkan Dumai hingga Manado.

Dari sebuah ruang server di gedung perkantoran, Makassar perlahan tumbuh menjadi titik temu lalu lintas data bagi hampir separuh wilayah negeri.

Lebih dari satu dasawarsa kemudian, capaian itu patut disyukuri sekaligus digugat. Per September 2026 Indonesia memiliki 204 fasilitas pusat data, terbanyak keempat di Asia.

Sebanyak 107 di antaranya berkumpul di Jakarta, sedangkan Makassar baru mempunyai empat. Hanya empat fasilitas di kota yang disebut gerbang bagi Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Padahal jumlah pengguna internet nasional sudah menembus 235,26 juta jiwa atau 81,72 persen penduduk, sementara penetrasi di Pulau Sulawesi masih tertahan di 72,58 persen dan provinsi tetangga, Sulawesi Barat, menjadi yang terendah di Indonesia dengan 54,29 persen.

Di balik selisih angka itu hidup wajah yang nyata: bidan di pulau kecil Pangkep yang menunggu rekam medis terbuka di layar, petani rumput laut di Takalar yang ingin tahu harga hari ini, mahasiswa di Toraja yang kuliah daring dengan gambar tersendat.

Bagi mereka, jarak ke pusat data adalah jarak menuju kesempatan.

Kabar baiknya, Sulawesi Selatan memiliki hampir semua bahan untuk menutup jarak tersebut. Ekonominya tumbuh 5,59 persen pada triwulan II 2026, melampaui angka nasional 5,29 persen.

BACA JUGA:  Keluarga Cucu Taufan Pawe Buka Suara usai Bayi Meninggal, Audit RSIA Paramount Diminta Transparan

Bank Indonesia mencatat 1,48 juta pengguna dan 1,46 juta pedagang QRIS di provinsi ini, pertanda transaksi digital sudah menjadi keseharian warga.

Menurut catatan PLN pada awal 2025, sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan mendapat pasokan 45,7 persen dari energi terbarukan, berkat air Bakaru, Malea, dan Poso serta angin Sidrap dan Jeneponto.

Asosiasi penyelenggara pusat data pun menilai Makassar layak menjadi simpul Indonesia Timur karena letaknya strategis untuk membagi lalu lintas data ke timur.

Pemerintah pusat sedang menyusun rencana induk agar pusat data tidak hanya tumbuh di barat, di tengah pasar yang menurut Mordor Intelligence akan naik dari US$1,83 miliar pada 2026 menjadi US$3,48 miliar pada 2031.

Nilai transaksi ekonomi digital nasional sendiri pada 2025 sudah mendekati US$100 miliar. Arusnya deras. Pertanyaannya tinggal satu, apakah timur ikut berlayar atau hanya menonton dari dermaga.

Kejujuran menuntut kita menyebut badai yang sedang berlangsung. Dana Moneter Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan dunia 2026 menjadi 3,0 persen dengan inflasi global 4,7 persen akibat guncangan energi dari konflik di Timur Tengah.

Di dalam negeri, rupiah ditutup di Rp17.916 per dolar AS pada 24 September dan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 5,75 persen.

Bagi pembangun pusat data, dua angka itu terasa langsung di meja kerja. Server, cip pemroses, dan mesin pendingin dibeli dengan dolar, sedangkan pendapatan diterima dalam rupiah dan pinjaman dibayar dengan bunga tinggi. Dalam suasana seperti ini modal cenderung mencari tempat paling aman.

Tidak mengherankan bila di samping kapasitas terpasang nasional 580 megawatt, tambahan sekitar 1,3 gigawatt bernilai US$15 miliar hingga US$20 miliar yang sedang antre terutama mengarah ke Batam, sementara para raksasa teknologi memperluas fasilitasnya di Karawang. Ketimpangan lama berisiko lahir kembali dalam rupa baru.

Tantangan di tingkat tapak tidak kalah berat. Badan Energi Internasional memperkirakan konsumsi listrik pusat data dunia melonjak menjadi sekitar 945 terawatt jam pada 2030, didorong kecerdasan buatan.

Sulawesi Selatan memang kaya energi bersih, tetapi tahun ini sistem kelistrikannya sempat tertekan sampai PLN harus memulihkan daya mampu pembangkit dan menyiapkan pembangkit surya 5,2 gigawatt puncak beserta baterai 8,2 gigawatt jam hingga 2029.

Pelajarannya jelas, pasokan yang bertumpu pada satu jenis sumber rentan terhadap perubahan alam.

Jaringan pun menyimpan kerapuhan serupa. Gempa bermagnitudo 5,7 pada Mei lalu merusak sebagian kabel laut Palapa Ring Tengah dan mengganggu layanan di tiga kabupaten kepulauan Sulawesi Utara.

BACA JUGA:  Tiga Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Makassar Dibekuk Polisi

Dari sisi manusia, negeri ini memerlukan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030 sementara pasokan baru sekitar 3 juta, dan sebagian besar teknisi berpengalaman masih menetap di Jawa.

Pengalaman Jawa Barat, tempat pembangunan pusat data sempat dihentikan pemerintah daerah dengan alasan lingkungan dan pasokan air, mengingatkan bahwa restu warga sama pentingnya dengan izin tertulis.

Lalu apa jalan keluarnya?

Saya meyakini jawabannya bukan menunggu raksasa datang, melainkan menumbuhkan ekosistem setahap demi setahap.

Sulawesi Selatan sebaiknya memulai dari fasilitas berskala menengah yang modular, dapat ditambah seiring permintaan, dengan penyewa jangkar dari pemerintah daerah, bank pembangunan daerah, rumah sakit rujukan, dan kampus.

Lembaga keuangan nasional yang wajib memiliki pusat pemulihan bencana akan menemukan Makassar sebagai lokasi cadangan yang terpisah jauh dari Jawa.

Dari sisi energi, tambahan pembangkit 7,7 gigawatt untuk Sulawesi dalam rencana kelistrikan 2025 sampai 2034 perlu dikunci melalui kontrak listrik hijau jangka panjang, disertai teknologi pendinginan hemat air yang tidak menyentuh sumur warga.

Jalur serat optik harus berlapis, dan titik pertukaran internet lokal diperkuat supaya data dari Ambon atau Jayapura tidak perlu memutar ke Jakarta.

Untuk meredam gejolak kurs, pembiayaan berdenominasi rupiah, lindung nilai, serta pemakaian rak, kabel, dan panel listrik buatan dalam negeri patut menjadi syarat insentif. Perizinan satu pintu di tingkat provinsi akan menjawab kebutuhan investor akan kepastian.

Di atas semua itu berdiri manusia. Program pemerintah bersama industri yang menargetkan pembekalan sekitar satu juta talenta hingga 2027 harus singgah di Universitas Hasanuddin, politeknik, dan sekolah kejuruan di Makassar, Parepare, sampai Palopo, agar anak nelayan dan anak petani menjadi insinyur yang menjaga mesin di tanahnya sendiri.

Inilah sumbangan yang dapat diberikan Indonesia bagi perkembangan teknologi digital dunia: sebuah teladan bahwa negara kepulauan mampu membangun pusat data yang tersebar, hijau, dan dekat dengan penggunanya, sekaligus berdaulat atas datanya.

Pendiri NVIDIA pernah mengingatkan bahwa setiap bangsa perlu menuliskan bahasa dan budayanya ke dalam model kecerdasannya sendiri.

Betapa indah bila kelak aksara lontara, epos La Galigo, serta tutur Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar dipelajari mesin yang berdetak di Makassar, bukan di benua seberang.

Para leluhur Sulawesi Selatan tidak pernah menunggu laut tenang untuk berangkat.

Mereka memperkuat lambung, membaca angin, lalu mengangkat sauh. Perekonomian dunia hari ini memang bergelombang, tetapi gelombang selalu menjadi guru terbaik bagi bangsa pelaut.

Membangun pusat data di tanah ini pada akhirnya bukan soal gedung berpendingin dan deretan lampu yang berkedip.

BACA JUGA:  TK-SMP di Makassar Kembali Tatap Muka Usai BBM Mulai Stabil, SMA/SMK Masih Daring

Ia adalah janji bahwa anak yang lahir di Selayar berhak atas kecepatan, pengetahuan, dan mimpi yang sama dengan anak yang lahir di Jakarta. Layar sudah terkembang, dan timur siap berlayar.

“Semua orang di dunia kini adalah pemrogram. Itulah keajaibannya.”

Jensen Huang, pendiri dan CEO NVIDIA, World Governments Summit, Dubai, 12 Februari 2024

Referensi:
1. Kutipan pembuka Kofi Annan (siaran pers PBB, 1997): https://press.un.org/en/1997/19970623.sgsm6268.html
2. Kabel laut 5.444 km dan kabel darat 655 km (Detik): https://inet.detik.com/telecommunication/d-2900409/jokowi-segera-resmikan-palapa-ring-di-papua
3. IDC Makassar, pusat data publik pertama di kawasan timur (Baxtel): https://baxtel.com/data-center/idc-indonesia-makassar
4. IDC Makassar rampung pada 2015 (KF Map): https://kfmap.asia/data-center/idc-makassar-18035
5. neuCentrIX Makassar, 50 rak penuh dan 15 subrak (Baxtel): https://baxtel.com/data-center/neucentrix-makassar
6. Kabel Indonesia Global Gateway 5.300 km (Data Center Dynamics): https://www.datacenterdynamics.com/en/news/nec-to-build-igg-submarine-cable-system-to-link-indonesian-islands/
7. 204 pusat data di Indonesia, 107 di Jakarta, 4 di Makassar (Katadata): https://katadata.co.id/digital/teknologi/6abc8e9a8b475/indonesia-punya-204-data-center-terbanyak-keempat-di-asia
8. 235,26 juta pengguna internet, penetrasi 81,72 persen (Detik): https://inet.detik.com/cyberlife/d-8499661/pengguna-internet-indonesia-tembus-235-juta-penetrasi-81-72
9. Penetrasi internet Sulawesi 72,58 persen (Bisnis.com): https://teknologi.bisnis.com/read/20260522/101/1975697/riset-apjii-2026-penetrasi-internet-jawa-dan-kalimantan-melesat-papua-tertinggal
10. Penetrasi internet Sulawesi Barat 54,29 persen (GoodStats): https://data.goodstats.id/statistic/10-provinsi-dengan-tingkat-penetrasi-internet-terendah-2026-kqUoA
11. Ekonomi Sulsel tumbuh 5,59 persen, nasional 5,29 persen (Detik): https://www.detik.com/sulsel/bisnis/d-8677724/ekonomi-sulsel-tumbuh-5-59-lampaui-nasional
12. 1,48 juta pengguna dan 1,46 juta pedagang QRIS (Bank Indonesia): https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/lpp/Pages/Laporan-Perekonomian-Provinsi-Sulawesi-Selatan-Agustus-2026.aspx
13. Bauran energi terbarukan 45,7 persen (Antara Makassar): https://makassar.antaranews.com/berita/583101/pln-ajak-ipp-sukseskan-transisi-energi-dan-ketahanan-pangan
14. Pembangkit air Bakaru, Malea, Poso dan angin Sidrap, Jeneponto (Listrik Indonesia): https://listrikindonesia.com/detail/10486/tiga-plts-pulau-selayar-siap-dioperasikan
15. Makassar layak menjadi simpul Indonesia Timur (Bisnis.com): https://teknologi.bisnis.com/read/20260511/101/1972918/idpro-ungkap-potensi-besar-makassar-sebagai-hub-data-center-di-wilayah-timur-ri
16. Rencana induk pusat data ke timur dan proyeksi pasar (Antara): https://jatim.antaranews.com/berita/1061952/govt-prepares-plan-to-expand-data-centers-to-eastern-indonesia
17. Ekonomi digital mendekati US$100 miliar (Marketing-Interactive): https://www.marketing-interactive.com/indonesia-s-digital-economy-closes-in-on-us-100b-as-video-commerce-ai-adoption-surge
18. Proyeksi IMF: pertumbuhan 3,0 persen, inflasi 4,7 persen (IDN Financials): https://www.idnfinancials.com/news/65816/imf-cuts-2026-global-growth-forecast-to-3
19. Rupiah Rp17.916 per dolar AS (Metro TV News): https://www.metrotvnews.com/read/kj2CDJoP-rupiah-ditutup-ke-level-rp17-916-usd
20. BI Rate 5,75 persen (Bisnis.com): https://finansial.bisnis.com/read/20260923/11/2006495/breaking-bank-indonesia-tahan-bi-rate-575-di-era-suku-bunga-tinggi
21. Investasi US$15 miliar hingga US$20 miliar, kapasitas 580 MW dan 1,3 GW (Bisnis.com): https://teknologi.bisnis.com/read/20260710/84/1987178/nvidia-cs-diklaim-antre-bangun-data-center-di-ri-investasi-us20-miliar
22. Konsumsi listrik pusat data dunia 945 TWh pada 2030 (IIR, mengutip IEA): https://iifiir.org/en/news/ai-set-to-drive-doubling-of-electricity-demand-from-data-centres
23. Pembangkit surya 5,2 GWp dan baterai 8,2 GWh (Antara Makassar): https://makassar.antaranews.com/berita/638777/pln-perkuat-sistem-kelistrikan-jangka-panjang-di-sulbagsel
24. Kerusakan kabel laut Palapa Ring Tengah (Selular): https://selular.id/2026/07/palapa-ring-putus-sebagian-kapan-bakti-komdigi-selesai-perbaiki/
25. Kebutuhan 12 juta talenta digital, pasokan 3 juta (Bisnis.com): https://teknologi.bisnis.com/read/20260211/84/1951987/komdigi-sebut-urgensi-siapkan-talenta-digital
26. Penghentian pembangunan pusat data di Jawa Barat (Warta Ekonomi): https://wartaekonomi.co.id/read638638/gubernur-jabar-merusak-iklim-investasi
27. Tambahan pembangkit 7,7 GW untuk Sulawesi (Kementerian ESDM): https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/dongkrak-energi-bersih-menteri-esdm-tekankan-pentingnya-komitmen-laksanakan-ruptl
28. Pembekalan satu juta talenta hingga 2027 (Infobank News): https://infobanknews.com/ri-butuh-12-juta-talenta-digital-hingga-2030-komdigi-ungkap-tantangannya
29. Kutipan penutup Jensen Huang (blog NVIDIA, 2024): https://blogs.nvidia.com/blog/world-governments-summit/

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru