KPK Sita Dokumen dan Uang Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim

SulawesiPos.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan besar-besaran di Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Jawa Timur pada Kamis (24/9) malam. Ratusan juta uang tunai berhasil diamankan setelah petugas menggeledah gedung tersebut sejak pagi hari.

Operasi penggeledahan yang berlangsung selama sebelas jam ini difokuskan secara khusus untuk mencari alat bukti dugaan rasuah.

Penjagaan super ketat diterapkan di lokasi dengan menghadirkan personel Brimob yang dilengkapi senjata laras panjang.

Selain mengamankan uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen cetak serta barang bukti elektronik dari dalam kantor. Seluruh barang sitaan krusial tersebut telah dimasukkan ke dalam koper dan kardus untuk segera dibawa ke Jakarta.

Juru Bicara lembaga antirasuah, Budi Prasetyo, membenarkan adanya penyitaan aset dalam operasi paksa yang digelar pada Kamis (24/9) tersebut.

Ia memaparkan bahwa temuan mengejutkan ini diduga kuat berhubungan erat dengan praktik korupsi pelayanan publik.

“Uang-uang tersebut diduga penerimaan dari para pemohon layanan pertanahan di lingkungan Kanwil BPN Jatim,” jelas Budi pada Jumat (25/9). Keterangan resmi ini memperkuat dugaan adanya pungutan liar yang terorganisir di instansi agraria daerah.

BACA JUGA:  Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, KPK Supervisi dan Komisi III DPR Bentuk Panja Pengawasan

Penyidik turut menduga ada aliran dana berantai yang melibatkan kantor-kantor pertanahan tingkat kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur.

“Selain penerimaan uang dari para pemohon layanan, uang-uang tersebut juga diduga berasal dari setoran-setoran Kantah BPN se-Jatim,” ucap Budi.

Dampak langsung dari operasi mendadak ini membuat aktivitas kantor terhenti dan puluhan pegawai tidak bisa keluar gedung.

Para aparatur sipil negara itu terpaksa menunggu hingga pukul 21.00 WIB lebih untuk bisa pulang ke kediaman masing-masing.

Rombongan penyidik KPK pada akhirnya meninggalkan kompleks perkantoran di Surabaya menggunakan konvoi lima mobil Toyota Innova hitam.

Pihak lembaga antirasuah kini tengah bersiap melakukan pendalaman serta analisis forensik terhadap seluruh bukti yang disita. (estu)

SulawesiPos.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan besar-besaran di Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Jawa Timur pada Kamis (24/9) malam. Ratusan juta uang tunai berhasil diamankan setelah petugas menggeledah gedung tersebut sejak pagi hari.

Operasi penggeledahan yang berlangsung selama sebelas jam ini difokuskan secara khusus untuk mencari alat bukti dugaan rasuah.

Penjagaan super ketat diterapkan di lokasi dengan menghadirkan personel Brimob yang dilengkapi senjata laras panjang.

Selain mengamankan uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen cetak serta barang bukti elektronik dari dalam kantor. Seluruh barang sitaan krusial tersebut telah dimasukkan ke dalam koper dan kardus untuk segera dibawa ke Jakarta.

Juru Bicara lembaga antirasuah, Budi Prasetyo, membenarkan adanya penyitaan aset dalam operasi paksa yang digelar pada Kamis (24/9) tersebut.

Ia memaparkan bahwa temuan mengejutkan ini diduga kuat berhubungan erat dengan praktik korupsi pelayanan publik.

“Uang-uang tersebut diduga penerimaan dari para pemohon layanan pertanahan di lingkungan Kanwil BPN Jatim,” jelas Budi pada Jumat (25/9). Keterangan resmi ini memperkuat dugaan adanya pungutan liar yang terorganisir di instansi agraria daerah.

BACA JUGA:  Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar, KPK Panggil Anggota DPR Nabil Husien

Penyidik turut menduga ada aliran dana berantai yang melibatkan kantor-kantor pertanahan tingkat kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur.

“Selain penerimaan uang dari para pemohon layanan, uang-uang tersebut juga diduga berasal dari setoran-setoran Kantah BPN se-Jatim,” ucap Budi.

Dampak langsung dari operasi mendadak ini membuat aktivitas kantor terhenti dan puluhan pegawai tidak bisa keluar gedung.

Para aparatur sipil negara itu terpaksa menunggu hingga pukul 21.00 WIB lebih untuk bisa pulang ke kediaman masing-masing.

Rombongan penyidik KPK pada akhirnya meninggalkan kompleks perkantoran di Surabaya menggunakan konvoi lima mobil Toyota Innova hitam.

Pihak lembaga antirasuah kini tengah bersiap melakukan pendalaman serta analisis forensik terhadap seluruh bukti yang disita. (estu)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru