SulawesiPos.com – Tim SAR gabungan kembali mengerahkan kekuatan penuh untuk melanjutkan pencarian seorang ASN Pemerintah Kota Bogor yang diduga hanyut di Sungai Cisadane pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Pria bernisial BZ (36) tersebut diyakini hilang setelah sepeda motornya ditemukan tak bertuan di ujung sebuah jembatan peninggalan.
Upaya penyelamatan darurat ini melibatkan sedikitnya 70 personel tangguh dari berbagai unsur penanggulangan bencana tingkat daerah.
Penelusuran taktis difokuskan secara intensif di sekitar Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, dengan area radius yang terus diperlebar setiap jamnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, turun langsung untuk memastikan bahwa jajaran pemerintah daerah mengawal ketat jalannya penyisiran krusial ini.
Penambahan jumlah personel logistik juga dilakukan secara cepat guna memaksimalkan probabilitas penemuan korban secepat mungkin.
Pihak berwenang tidak hanya mengandalkan penyisiran fisik, tetapi juga mulai mengumpulkan keterangan berharga dari para saksi mata di sekitar lokasi kejadian.
“Sambil kita cari dan gali beberapa informasi tambahan dari masyarakat, dari saksi yang pertama kali melihat motor,” tegas Jenal di pinggir sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, melaporkan bahwa timnya menerapkan teknik penguraian air untuk mengangkat endapan lumpur pekat.
Penyisiran permukaan air telah berhasil menjangkau jarak pandang yang signifikan dari titik awal dugaan jatuhnya sang pustakawan tersebut.
Tantangan terberat di lapangan saat ini murni disebabkan oleh faktor lingkungan sungai yang dinilai kurang terawat.
“Namun memang hambatannya adalah di dasar sungai yang banyak tumpukan sampah,” jelas Dimas memberikan konfirmasi resmi kepada awak media peliput.
Bila jasad korban belum juga berhasil dievakuasi dalam waktu dekat, otoritas terkait akan mendampingi keluarga untuk membuat laporan resmi kepolisian.
Seluruh tahapan operasi kedaruratan gabungan ini dipastikan akan terus mematuhi tenggat waktu sesuai prosedur standar yang diakui secara sah. (estu)

