Gempa M7,7 di NTT, Korban Tewas Capai 25 Orang

SulawesiPos.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 25 orang.

Data tersebut dihimpun hingga pukul 14.00 Wita dari kepolisian, Pemerintah Kabupaten Manggarai, dan Palang Merah Indonesia (PMI), sementara proses evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung.

Korban tewas tersebar di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Di sejumlah lokasi, warga menjadi korban setelah tertimpa bangunan yang roboh akibat kuatnya guncangan.

Data tersebut berbeda dengan laporan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang hingga pukul 12.30 WIB mencatat 14 korban meninggal dunia. BNPB juga melaporkan dua korban luka berat dan 11 lainnya mengalami luka ringan.

Perbedaan angka tersebut terjadi karena proses pendataan, verifikasi, dan validasi korban masih berjalan di lapangan.

Delapan Warga Tewas di Reok

Kapolsek Reok Ipda Joko Sugiarto melaporkan delapan warga meninggal dunia akibat tertimpa bangunan roboh di Kecamatan Reok dan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.

BACA JUGA:  Gempa Palu Terasa hingga Pasangkayu, Warga Panik Keluar Rumah

Lima korban yang teridentifikasi di Kecamatan Reok yakni Resny (21), karyawati Pepen Cell; Faisal (42); Habibi (7), pelajar; Ruslin Ahmad (61), petani; serta Hamide (70), lansia.

Sementara tiga korban lainnya di Kecamatan Reok Barat yakni Mustamin (65), Rinto Harahap (45), dan Bunga Sari (40). Ketiganya merupakan warga Dusun Langkas, Desa Paralando.

Selain delapan korban tersebut, dua warga masih dilaporkan tertimbun reruntuhan dan belum berhasil dievakuasi. Keduanya berada di rumah milik Hubertus Titi dan rumah milik mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny G Plate.

Kediaman Johny G Plate dilaporkan mengalami kerusakan sangat parah hingga nyaris rata dengan tanah akibat guncangan gempa.

Kerusakan juga terjadi pada RS Pratama Reok dan Puskesmas Reok. Kedua fasilitas kesehatan tersebut mengalami retak parah sehingga pelayanan medis sementara dipindahkan ke Lapangan Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.

Tim medis dari kedua fasilitas kesehatan kini memberikan pelayanan kepada warga di lokasi terbuka untuk mengantisipasi risiko gempa susulan.

BACA JUGA:  Ketua DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI usai Gempa Beruntun Guncang Venezuela, Jepang, dan California

Korban Tewas Tersebar di Manggarai dan Manggarai Timur

Pemerintah Kabupaten Manggarai mengidentifikasi enam korban tewas lainnya di sejumlah wilayah. Mereka yakni Stefanus Jedaut di Karot, Fabian Evita Jas di Bea Mese, Resny di Riung Gumbang, pasangan suami istri Manus dan Yul di Wae Mulu, serta satu korban di Golo Lanak yang identitasnya belum diketahui.

SulawesiPos.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 25 orang.

Data tersebut dihimpun hingga pukul 14.00 Wita dari kepolisian, Pemerintah Kabupaten Manggarai, dan Palang Merah Indonesia (PMI), sementara proses evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung.

Korban tewas tersebar di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Di sejumlah lokasi, warga menjadi korban setelah tertimpa bangunan yang roboh akibat kuatnya guncangan.

Data tersebut berbeda dengan laporan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang hingga pukul 12.30 WIB mencatat 14 korban meninggal dunia. BNPB juga melaporkan dua korban luka berat dan 11 lainnya mengalami luka ringan.

Perbedaan angka tersebut terjadi karena proses pendataan, verifikasi, dan validasi korban masih berjalan di lapangan.

Delapan Warga Tewas di Reok

Kapolsek Reok Ipda Joko Sugiarto melaporkan delapan warga meninggal dunia akibat tertimpa bangunan roboh di Kecamatan Reok dan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.

BACA JUGA:  Krisis Ceuta Memanas, Korban Tewas Migran Maroko Tembus 67 saat Ribuan Rebut Masuk Wilayah Spanyol

Lima korban yang teridentifikasi di Kecamatan Reok yakni Resny (21), karyawati Pepen Cell; Faisal (42); Habibi (7), pelajar; Ruslin Ahmad (61), petani; serta Hamide (70), lansia.

Sementara tiga korban lainnya di Kecamatan Reok Barat yakni Mustamin (65), Rinto Harahap (45), dan Bunga Sari (40). Ketiganya merupakan warga Dusun Langkas, Desa Paralando.

Selain delapan korban tersebut, dua warga masih dilaporkan tertimbun reruntuhan dan belum berhasil dievakuasi. Keduanya berada di rumah milik Hubertus Titi dan rumah milik mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny G Plate.

Kediaman Johny G Plate dilaporkan mengalami kerusakan sangat parah hingga nyaris rata dengan tanah akibat guncangan gempa.

Kerusakan juga terjadi pada RS Pratama Reok dan Puskesmas Reok. Kedua fasilitas kesehatan tersebut mengalami retak parah sehingga pelayanan medis sementara dipindahkan ke Lapangan Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.

Tim medis dari kedua fasilitas kesehatan kini memberikan pelayanan kepada warga di lokasi terbuka untuk mengantisipasi risiko gempa susulan.

BACA JUGA:  BMKG Update Gempa M7,7 NTT, Bone Masuk Waspada Tsunami

Korban Tewas Tersebar di Manggarai dan Manggarai Timur

Pemerintah Kabupaten Manggarai mengidentifikasi enam korban tewas lainnya di sejumlah wilayah. Mereka yakni Stefanus Jedaut di Karot, Fabian Evita Jas di Bea Mese, Resny di Riung Gumbang, pasangan suami istri Manus dan Yul di Wae Mulu, serta satu korban di Golo Lanak yang identitasnya belum diketahui.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru