Kisah Alif di Baubau Tetap Ikut Gerak Jalan Saat Ibunya Meninggal

SulawesiPos.com – Kisah Alif, siswa SMPN 1 Baubau, menjadi sorotan di media sosial setelah sebuah unggahan menyebut ia tetap mengikuti gerak jalan meski mendapat kabar ibunya meninggal dunia pada hari perlombaan.

Cerita itu beredar melalui unggahan akun Instagram `trending_makassar` yang menyebut kisah tersebut pertama kali diangkat dari akun Facebook bernama Ros Diana.

Dalam narasi yang beredar, Alif disebut sudah berlatih bersama teman-temannya sejak jauh hari untuk mengikuti lomba gerak jalan.

Bahkan, malam sebelum tampil, ia disebut telah menyiapkan seragam dan seluruh perlengkapan yang akan dipakai saat lomba.

Unggahan itu menyebut kabar duka datang pada pagi hari sebelum keberangkatan.

Alif dikabarkan menerima informasi bahwa ibunya meninggal di rumah sakit, sehingga ia sempat berada dalam dilema antara pulang untuk mengantar ibunya atau tetap berangkat bersama rombongan gerak jalan.

Masih berdasarkan unggahan yang sama, Alif akhirnya memilih tetap berangkat bersama teman-temannya.

Dalam perjalanan, rombongan gerak jalan disebut berpapasan dengan mobil jenazah yang membawa jasad ibunya.

BACA JUGA:  Nur Alam Gabung PSI, KPK Ingatkan Parpol Cermat Telusuri Rekam Jejak Kader

Narasi yang beredar juga menyebut Alif hanya bisa memandang kendaraan tersebut dengan mata berkaca-kaca karena tidak sempat memeluk atau mencium tangan ibunya untuk terakhir kali.

Unggahan itu kemudian menggambarkan setiap langkah Alif dalam barisan sebagai bentuk doa dan penghormatan terakhir untuk sang ibu.

Hingga kini, informasi yang beredar luas tersebut tampak masih bersumber dari unggahan media sosial yang berisi kisah haru itu.

Belum terlihat keterangan resmi tambahan dalam screenshot yang beredar mengenai identitas lengkap Alif, detail lomba, maupun penjelasan dari pihak sekolah atau keluarga.

SulawesiPos.com – Kisah Alif, siswa SMPN 1 Baubau, menjadi sorotan di media sosial setelah sebuah unggahan menyebut ia tetap mengikuti gerak jalan meski mendapat kabar ibunya meninggal dunia pada hari perlombaan.

Cerita itu beredar melalui unggahan akun Instagram `trending_makassar` yang menyebut kisah tersebut pertama kali diangkat dari akun Facebook bernama Ros Diana.

Dalam narasi yang beredar, Alif disebut sudah berlatih bersama teman-temannya sejak jauh hari untuk mengikuti lomba gerak jalan.

Bahkan, malam sebelum tampil, ia disebut telah menyiapkan seragam dan seluruh perlengkapan yang akan dipakai saat lomba.

Unggahan itu menyebut kabar duka datang pada pagi hari sebelum keberangkatan.

Alif dikabarkan menerima informasi bahwa ibunya meninggal di rumah sakit, sehingga ia sempat berada dalam dilema antara pulang untuk mengantar ibunya atau tetap berangkat bersama rombongan gerak jalan.

Masih berdasarkan unggahan yang sama, Alif akhirnya memilih tetap berangkat bersama teman-temannya.

Dalam perjalanan, rombongan gerak jalan disebut berpapasan dengan mobil jenazah yang membawa jasad ibunya.

BACA JUGA:  Nur Alam Gabung PSI, KPK Ingatkan Parpol Cermat Telusuri Rekam Jejak Kader

Narasi yang beredar juga menyebut Alif hanya bisa memandang kendaraan tersebut dengan mata berkaca-kaca karena tidak sempat memeluk atau mencium tangan ibunya untuk terakhir kali.

Unggahan itu kemudian menggambarkan setiap langkah Alif dalam barisan sebagai bentuk doa dan penghormatan terakhir untuk sang ibu.

Hingga kini, informasi yang beredar luas tersebut tampak masih bersumber dari unggahan media sosial yang berisi kisah haru itu.

Belum terlihat keterangan resmi tambahan dalam screenshot yang beredar mengenai identitas lengkap Alif, detail lomba, maupun penjelasan dari pihak sekolah atau keluarga.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru