Prada Aldo Pulang Bertugas, Ibunya Tewas di Drag Race Kotamobagu

SulawesiPos.com – Kepulangan Prada Aldo Pusung dari tugas yang semula diharapkan menjadi momen syukuran keluarga justru berubah menjadi duka mendalam setelah ibundanya tewas dalam kecelakaan maut di ajang drag race di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu sore, 9 Agustus 2026.

Anggota TNI itu pulang ke rumah duka dan langsung disambut tangis keluarga besar. F

oto serta video yang memperlihatkan dirinya bersimpuh di hadapan jasad sang ibu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang simpati publik.

Ibunda Prada Aldo disebut menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi TIDAR Drag Race Kotamobagu Championship 2026.

Insiden itu terjadi ketika sebuah mobil peserta kehilangan kendali seusai melewati garis finis lalu menerjang kerumunan penonton di sisi jalan.

Peristiwa tersebut bukan hanya menyisakan duka di arena balap, tetapi juga menghantam keluarga korban yang datang atau menunggu kepulangan anggota keluarga mereka di rumah.

BACA JUGA:  Prabowo Terbitkan Perpres Perlindungan Jaksa, Istana Sebut untuk Jaga Kelancaran Penegakan Hukum

Pada titik itulah tragedi di Upai bergeser dari sekadar kecelakaan lomba menjadi kisah kehilangan yang terasa sangat personal.

Kepulangan yang Berubah Jadi Rumah Duka

Suasana haru menyelimuti rumah duka ketika Prada Aldo tiba dan mendapati ibundanya telah menjadi salah satu korban tewas.

Momen itu menjadi sorotan karena kepulangan yang awalnya dibayangkan sebagai pertemuan keluarga justru berubah menjadi penghormatan terakhir untuk orang yang paling ia tunggu temui.

Viralnya dokumentasi kepulangan Prada Aldo memperkuat dimensi emosional dari tragedi drag race Kotamobagu.

Sorotan publik tidak lagi hanya tertuju pada mobil yang keluar jalur, tetapi juga pada keluarga-keluarga yang mendadak kehilangan orang tercinta akibat lemahnya keselamatan di sekitar lintasan.

Polisi Masih Dalami Keamanan dan Perizinan

Tragedi maut itu bermula saat mobil peserta melaju kencang, melewati garis finis, lalu kehilangan kendali hingga menghantam penonton di tepi jalur.

SulawesiPos.com – Kepulangan Prada Aldo Pusung dari tugas yang semula diharapkan menjadi momen syukuran keluarga justru berubah menjadi duka mendalam setelah ibundanya tewas dalam kecelakaan maut di ajang drag race di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu sore, 9 Agustus 2026.

Anggota TNI itu pulang ke rumah duka dan langsung disambut tangis keluarga besar. F

oto serta video yang memperlihatkan dirinya bersimpuh di hadapan jasad sang ibu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang simpati publik.

Ibunda Prada Aldo disebut menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi TIDAR Drag Race Kotamobagu Championship 2026.

Insiden itu terjadi ketika sebuah mobil peserta kehilangan kendali seusai melewati garis finis lalu menerjang kerumunan penonton di sisi jalan.

Peristiwa tersebut bukan hanya menyisakan duka di arena balap, tetapi juga menghantam keluarga korban yang datang atau menunggu kepulangan anggota keluarga mereka di rumah.

BACA JUGA:  Perkuat Sinergi, Ketua Terpilih PWI Sulsel Suwardi Thahir Sambangi Markas Pomdam XIV/Hasanuddin

Pada titik itulah tragedi di Upai bergeser dari sekadar kecelakaan lomba menjadi kisah kehilangan yang terasa sangat personal.

Kepulangan yang Berubah Jadi Rumah Duka

Suasana haru menyelimuti rumah duka ketika Prada Aldo tiba dan mendapati ibundanya telah menjadi salah satu korban tewas.

Momen itu menjadi sorotan karena kepulangan yang awalnya dibayangkan sebagai pertemuan keluarga justru berubah menjadi penghormatan terakhir untuk orang yang paling ia tunggu temui.

Viralnya dokumentasi kepulangan Prada Aldo memperkuat dimensi emosional dari tragedi drag race Kotamobagu.

Sorotan publik tidak lagi hanya tertuju pada mobil yang keluar jalur, tetapi juga pada keluarga-keluarga yang mendadak kehilangan orang tercinta akibat lemahnya keselamatan di sekitar lintasan.

Polisi Masih Dalami Keamanan dan Perizinan

Tragedi maut itu bermula saat mobil peserta melaju kencang, melewati garis finis, lalu kehilangan kendali hingga menghantam penonton di tepi jalur.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru