SulawesiPos.com – Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas padi di lahan percontohan mencapai 11,2 ton per hektare, melampaui target awal sebesar 10 ton per hektare.
Hasil tersebut diumumkan pada panen raya PM-AAS di Sidrap, Rabu (6/8/2026). Ubinan dilakukan pada lahan seluas satu hektare milik petani Haji Soepardi yang ditanami varietas Inpari 48. Tanaman yang dipanen berumur 98 hari setelah tanam dengan hasil ubinan seberat 7,7 kilogram atau setara produktivitas 11,2 ton per hektare.
Produktivitas Lampaui Target
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa penerapan teknologi pertanian modern mampu meningkatkan produktivitas padi meski di tengah tantangan musim kemarau.
Menurutnya, PM-AAS yang diterapkan pada lahan seluas 100 hektare berhasil melampaui target produksi yang telah ditetapkan sejak awal.
“Target kita 10 ton per hektare, alhamdulillah hasilnya mencapai 11,2 ton. Ini hasil kerja keras petani, penyuluh, dan seluruh tim pendamping,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa dari sekitar 52 ribu hektare sawah di Sidrap, hanya sekitar seribu hektare yang terdampak musim kemarau sehingga sebagian besar lahan tetap dapat berproduksi.
Petani Berprestasi Dapat Hadiah Umrah
Sebagai bentuk apresiasi kepada petani, Syaharuddin mengumumkan akan memberikan hadiah umrah kepada petani yang berhasil memperoleh hasil panen tertinggi di kawasan PM-AAS.
Menurutnya, penilaian akan dilakukan oleh tim penyuluh pertanian dan pemenangnya akan diumumkan pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Sidrap.
“Siapa yang hasil panennya paling tinggi dari 100 hektare ini akan kami berangkatkan umrah. Ini bentuk penghargaan kepada petani yang berhasil meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Teknologi Pertanian Terus Diperluas
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan, Senal Abidin, mengatakan keberhasilan panen perdana PM-AAS menjadi modal untuk memperluas penerapan sistem pertanian modern di Sidrap.
Selain panen raya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelatihan smart farming yang melibatkan Universitas Hasanuddin dan University of Newcastle, Australia. Sebanyak 300 petani dijadwalkan mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pertanian selama empat hari.

