Jamaluddin Jompa bukan nama asing di dunia pendidikan tinggi Indonesia Timur. Ia merupakan Guru Besar biologi dan ekologi kelautan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin.
Di lingkungan Unhas, ia lebih dulu meniti jalur akademik dan manajerial sebelum akhirnya dipercaya memimpin universitas.
Profil resminya di Majelis Wali Amanat Unhas menyebut Jamaluddin Jompa pernah menjabat Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan periode 2013-2017, lalu Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas periode 2018-2022.
Ia juga meraih gelar doktor dari James Cook University, Australia, pada 2003, lalu memimpin sejumlah unit yang terkait dengan riset kelautan, terumbu karang, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
Jejak itu yang membuat nama Prof JJ, sapaan yang lekat di lingkungan kampus, dikenal bukan hanya sebagai birokrat pendidikan, tetapi juga ilmuwan kelautan yang lama bekerja di bidang riset, pengembangan, dan jejaring akademik.
Pada 2020, ia juga tercatat pernah ditunjuk sebagai penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan bidang ekologi laut.
Dari Rektor Unhas ke Kursi Plt Rektor Unsrat
Jamaluddin Jompa saat ini masih menjabat Rektor Universitas Hasanuddin. Ia lebih dulu memimpin Unhas pada periode 2022-2026, lalu kembali dilantik untuk periode kedua masa bakti 2026-2030 pada 27 April 2026.
Sorotan terhadap dirinya menguat lagi setelah muncul kabar bahwa ia ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Rektor Universitas Sam Ratulangi. Penunjukan itu beredar pada Selasa, 4 Agustus 2026, dan disebut mulai efektif pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Humas Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan penugasan tersebut. “Prof. Jamaluddin Jompa ditugaskan untuk bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Sam Ratulangi sampai dengan dilantiknya rektor definitif,” ujarnya.
Penugasan itu, menurut keterangan yang dikutip media, didasarkan pada Surat Perintah Mendiktisaintek Nomor 18922/M/KPT.KP/2026 tertanggal 4 Agustus 2026.
Hingga Selasa, 4 Agustus 2026 malam, belum ada penjelasan resmi yang lebih rinci mengenai alasan pergantian pimpinan di Unsrat maupun agenda pertama yang akan dijalankan pelaksana tugas rektor baru tersebut.

