Pasien Obesitas 300 Kg di Sragen Meninggal Dunia, Pemakaman Gunakan Vertical Rescue

SulawesiPos.com — Seorang perempuan dengan kondisi obesitas ekstrem yang diperkirakan memiliki bobot tubuh sekitar 300 kilogram, Isnani (39), warga Kampung Mageru, Kelurahan Sragen Tengah, Kabupaten Sragen, dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026). Pasien mengembuskan napas terakhir setelah mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Menurut keterangan resmi yang dihimpun, tim medis rumah sakit menyatakan pasien meninggal dunia pada pukul 11.30 WIB.

Sebelum tutup usia, Isnani telah menjalani perawatan selama kurang lebih satu hari satu malam di fasilitas kesehatan tersebut.

Enggar Mandiri, suami almarhumah, menuturkan bahwa istrinya mulai menunjukkan penurunan kondisi kesehatan secara drastis sejak beberapa hari sebelumnya.

“Berdasarkan pantauan kami, beliau mengeluhkan sesak napas yang cukup berat dan sudah tidak mampu lagi untuk berjalan,” ungkapnya saat memberikan keterangan pada Selasa (4/8/2026).

Sebelumnya, pada Senin (3/8/2026), sebuah operasi evakuasi medis darurat terpaksa dilakukan karena memburuknya kondisi pasien.

Proses pemindahan Isnani dari kediamannya menuju RSUD dr. Soehadi Prijonegoro membutuhkan tenaga ekstra, melibatkan setidaknya 15 orang relawan gabungan.

Saat dievakuasi, pasien dilaporkan mengalami sejumlah keluhan medis mulai dari kesulitan bernapas, kelemahan fisik umum (lemas), hingga reaksi alergi berupa gatal-gatal.

Gejala awal penyakit ini dilaporkan sudah mulai dirasakan sejak Jumat pekan sebelumnya, diiringi dengan hilangnya nafsu makan selama tujuh hari berturut-turut.

Prosesi pemakaman jenazah dilangsungkan pada Selasa (4/8/2026) sore di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Puro, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

SulawesiPos.com — Seorang perempuan dengan kondisi obesitas ekstrem yang diperkirakan memiliki bobot tubuh sekitar 300 kilogram, Isnani (39), warga Kampung Mageru, Kelurahan Sragen Tengah, Kabupaten Sragen, dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026). Pasien mengembuskan napas terakhir setelah mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Menurut keterangan resmi yang dihimpun, tim medis rumah sakit menyatakan pasien meninggal dunia pada pukul 11.30 WIB.

Sebelum tutup usia, Isnani telah menjalani perawatan selama kurang lebih satu hari satu malam di fasilitas kesehatan tersebut.

Enggar Mandiri, suami almarhumah, menuturkan bahwa istrinya mulai menunjukkan penurunan kondisi kesehatan secara drastis sejak beberapa hari sebelumnya.

“Berdasarkan pantauan kami, beliau mengeluhkan sesak napas yang cukup berat dan sudah tidak mampu lagi untuk berjalan,” ungkapnya saat memberikan keterangan pada Selasa (4/8/2026).

Sebelumnya, pada Senin (3/8/2026), sebuah operasi evakuasi medis darurat terpaksa dilakukan karena memburuknya kondisi pasien.

Proses pemindahan Isnani dari kediamannya menuju RSUD dr. Soehadi Prijonegoro membutuhkan tenaga ekstra, melibatkan setidaknya 15 orang relawan gabungan.

Saat dievakuasi, pasien dilaporkan mengalami sejumlah keluhan medis mulai dari kesulitan bernapas, kelemahan fisik umum (lemas), hingga reaksi alergi berupa gatal-gatal.

Gejala awal penyakit ini dilaporkan sudah mulai dirasakan sejak Jumat pekan sebelumnya, diiringi dengan hilangnya nafsu makan selama tujuh hari berturut-turut.

Prosesi pemakaman jenazah dilangsungkan pada Selasa (4/8/2026) sore di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Puro, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru