Di titik inilah video kampanye lama itu menemukan konteks baru: publik membandingkan janji pembebasan biaya dengan tuntutan disiplin baru yang sekarang sedang diterapkan pemerintah kota.
Pemerintah Kota Makassar sebelumnya menyatakan kebijakan pilah sampah dari rumah merupakan langkah untuk menekan beban TPA dan membangun tata kelola persampahan yang lebih berkelanjutan.
Namun, ramainya lagi video kampanye Appi menunjukkan bahwa bagi banyak warga, urusan sampah tetap dibaca dari dua sisi sekaligus, yakni beban biaya rumah tangga dan perubahan kebiasaan harian yang kini makin ketat.
Dengan demikian, inti persoalannya bukan lagi sekadar apakah janji itu pernah diucapkan, melainkan bagaimana janji tersebut diterapkan dan siapa yang masuk dalam cakupan manfaatnya.
Berdasarkan regulasi dan data pelaksanaan yang sudah tersedia, program iuran sampah gratis di Makassar memang nyata berjalan, tetapi sasarannya dibatasi untuk kelompok rumah tangga tertentu, bukan berlaku otomatis bagi seluruh warga kota.

