Kursi Panas Kepala BGN, Siapa Pengganti Nanik S Deyang? Nama Agustina Arumsari Menguat, Adik yang Bisa Dijewer Nanik

SulawesiPos.com – Pertanyaan soal siapa pengganti Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengemuka setelah Nanik mundur pada Rabu, 22 Juli 2026, untuk menjalani pengobatan jantung ke luar negeri. Hingga Rabu pagi, belum ada pengumuman resmi dari Istana mengenai kepala BGN definitif yang baru, tetapi nama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjadi sosok yang paling kuat disorot dalam bursa suksesi.

Nama Agustina menguat bukan tanpa alasan. Ia merupakan Wakil Kepala BGN yang diangkat Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 2 Juni 2026, ketika pemerintah merombak jajaran pimpinan lembaga itu dan menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Dalam struktur baru saat itu, Agustina masuk bersama Mayjen TNI Trenggono sebagai dua wakil kepala yang mendampingi Nanik.

Dalam beberapa pekan terakhir, Agustina juga semakin sering tampil ke depan mewakili lembaga. Pada Selasa, 21 Juli 2026, sehari sebelum Nanik mundur, Agustina memperkenalkan lima pejabat tinggi madya baru BGN dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:  DPR dan Mahasiswa Kawal Efisiensi MBG, Penghematan Diproyeksi Capai Rp70 Triliun

Pada hari yang sama, ia juga memberi penjelasan kepada media soal peluang pemanfaatan motor listrik pengadaan BGN oleh kementerian atau lembaga lain. Peran itu membuat Agustina terlihat sebagai figur paling menonjol di jajaran aktif BGN saat ini.

Meski begitu, sampai Rabu, 22 Juli 2026, belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo, Kementerian Sekretariat Negara, maupun Sekretariat Kabinet yang menetapkan siapa kepala BGN pengganti Nanik secara definitif.

Karena itu, posisi Agustina saat ini lebih tepat dibaca sebagai nama yang paling menguat, bukan sosok yang sudah diumumkan resmi menggantikan Nanik.

Jejak Agustina sendiri bukan nama baru dalam birokrasi pengawasan dan tata kelola. Saat diumumkan masuk ke BGN pada awal Juni 2026, pemerintah menyebut ia berasal dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Penunjukannya saat itu diharapkan memperkuat aspek pengawasan dan akuntabilitas keuangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas yang sejak awal menjadi sorotan publik karena skala anggaran dan luas cakupannya.

BACA JUGA:  Perombakan BGN oleh Prabowo, Pemerintah Pastikan Program MBG Tetap Jalan Tanpa Gangguan

Nanik: Pengganti Saya adalah Adik Saya

Di tengah spekulasi soal pengganti, perhatian publik juga tertuju pada pernyataan Nanik sendiri. Dalam unggahan Facebook yang kemudian dikutip detikcom pada Rabu, 22 Juli 2026, Nanik menulis, “Insyallah pengganti saya adalah ‘adik saya’ di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang.”

Pernyataan itu langsung memancing tafsir bahwa pengganti yang dimaksud kemungkinan berasal dari lingkar dekat pimpinan aktif BGN. Banyak sorotan kemudian mengarah ke Agustina Arumsari karena posisinya sebagai wakil kepala, intensitas kemunculannya di ruang publik, dan perannya yang belakangan semakin dominan dalam menyampaikan penjelasan resmi lembaga.

Dalam unggahan yang sama, Nanik juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui pengunduran dirinya karena alasan kesehatan, tetapi ia tetap diminta ikut mengawasi BGN.

Pesan itu menunjukkan transisi kepemimpinan di lembaga tersebut tampaknya masih berada dalam pengawasan dekat, apalagi BGN sedang menghadapi tekanan besar terkait pembenahan tata kelola MBG, penyisiran ulang penerima manfaat, dan evaluasi operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah.

BACA JUGA:  Disdik Sulsel Siap Dukung Skema Baru MBG, Kantin Sekolah Disiapkan Jadi Garda Depan

Sampai ada keputusan resmi baru dari Istana, pertanyaan soal siapa pengganti Nanik S Deyang masih belum tuntas terjawab secara formal. Namun dari susunan jabatan, peran aktual di lapangan, dan sinyal yang ditinggalkan Nanik, nama Agustina Arumsari kini menjadi figur yang paling banyak disebut sebagai calon penerus di pucuk BGN.

SulawesiPos.com – Pertanyaan soal siapa pengganti Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengemuka setelah Nanik mundur pada Rabu, 22 Juli 2026, untuk menjalani pengobatan jantung ke luar negeri. Hingga Rabu pagi, belum ada pengumuman resmi dari Istana mengenai kepala BGN definitif yang baru, tetapi nama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjadi sosok yang paling kuat disorot dalam bursa suksesi.

Nama Agustina menguat bukan tanpa alasan. Ia merupakan Wakil Kepala BGN yang diangkat Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 2 Juni 2026, ketika pemerintah merombak jajaran pimpinan lembaga itu dan menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Dalam struktur baru saat itu, Agustina masuk bersama Mayjen TNI Trenggono sebagai dua wakil kepala yang mendampingi Nanik.

Dalam beberapa pekan terakhir, Agustina juga semakin sering tampil ke depan mewakili lembaga. Pada Selasa, 21 Juli 2026, sehari sebelum Nanik mundur, Agustina memperkenalkan lima pejabat tinggi madya baru BGN dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:  Kasus MBG Jadi Sorotan, Tiga Jenderal Terseret dalam Pusaran Penyidikan Jampidsus Kejagung

Pada hari yang sama, ia juga memberi penjelasan kepada media soal peluang pemanfaatan motor listrik pengadaan BGN oleh kementerian atau lembaga lain. Peran itu membuat Agustina terlihat sebagai figur paling menonjol di jajaran aktif BGN saat ini.

Meski begitu, sampai Rabu, 22 Juli 2026, belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo, Kementerian Sekretariat Negara, maupun Sekretariat Kabinet yang menetapkan siapa kepala BGN pengganti Nanik secara definitif.

Karena itu, posisi Agustina saat ini lebih tepat dibaca sebagai nama yang paling menguat, bukan sosok yang sudah diumumkan resmi menggantikan Nanik.

Jejak Agustina sendiri bukan nama baru dalam birokrasi pengawasan dan tata kelola. Saat diumumkan masuk ke BGN pada awal Juni 2026, pemerintah menyebut ia berasal dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Penunjukannya saat itu diharapkan memperkuat aspek pengawasan dan akuntabilitas keuangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas yang sejak awal menjadi sorotan publik karena skala anggaran dan luas cakupannya.

BACA JUGA:  DPR dan Mahasiswa Kawal Efisiensi MBG, Penghematan Diproyeksi Capai Rp70 Triliun

Nanik: Pengganti Saya adalah Adik Saya

Di tengah spekulasi soal pengganti, perhatian publik juga tertuju pada pernyataan Nanik sendiri. Dalam unggahan Facebook yang kemudian dikutip detikcom pada Rabu, 22 Juli 2026, Nanik menulis, “Insyallah pengganti saya adalah ‘adik saya’ di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang.”

Pernyataan itu langsung memancing tafsir bahwa pengganti yang dimaksud kemungkinan berasal dari lingkar dekat pimpinan aktif BGN. Banyak sorotan kemudian mengarah ke Agustina Arumsari karena posisinya sebagai wakil kepala, intensitas kemunculannya di ruang publik, dan perannya yang belakangan semakin dominan dalam menyampaikan penjelasan resmi lembaga.

Dalam unggahan yang sama, Nanik juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui pengunduran dirinya karena alasan kesehatan, tetapi ia tetap diminta ikut mengawasi BGN.

Pesan itu menunjukkan transisi kepemimpinan di lembaga tersebut tampaknya masih berada dalam pengawasan dekat, apalagi BGN sedang menghadapi tekanan besar terkait pembenahan tata kelola MBG, penyisiran ulang penerima manfaat, dan evaluasi operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah.

BACA JUGA:  Nama Nanik S Deyang Jadi Sorotan di Balik Mundurnya dari Kepala BGN, Pernah Disebut Sony Sonjaya soal Pergantian Yayasan SPPG

Sampai ada keputusan resmi baru dari Istana, pertanyaan soal siapa pengganti Nanik S Deyang masih belum tuntas terjawab secara formal. Namun dari susunan jabatan, peran aktual di lapangan, dan sinyal yang ditinggalkan Nanik, nama Agustina Arumsari kini menjadi figur yang paling banyak disebut sebagai calon penerus di pucuk BGN.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru