Ketua DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI usai Gempa Beruntun Guncang Venezuela, Jepang, dan California

SulawesiPos.com – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah gempa besar mengguncang Venezuela, Jepang, dan California, Amerika Serikat, dalam rentang waktu berdekatan. Puan juga menyampaikan simpati atas korban dan kerusakan yang timbul akibat rangkaian bencana tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Puan dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurut dia, keselamatan WNI di luar negeri harus menjadi perhatian utama di tengah bencana internasional yang terjadi hampir bersamaan di tiga negara berbeda itu.

“Tentunya Indonesia turut bersimpati atas musibah gempa bumi yang melanda Venezuela, Jepang, dan California Amerika Serikat,” kata Puan Maharani.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Parlementaria, tiga gempa kuat itu terjadi dalam kurun kurang dari 24 jam, sejak Rabu (24/6) sore hingga Kamis (25/6) pagi. Venezuela menjadi negara dengan dampak paling berat, sedangkan gempa di Jepang dan California dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.

Puan soroti perlunya pemantauan WNI di negara terdampak

Meski Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada korban WNI dalam rangkaian gempa yang melanda Venezuela, Jepang, maupun California, Puan menilai langkah perlindungan tidak boleh berhenti pada pendataan awal. Ia meminta pemerintah terus memantau seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak.

BACA JUGA:  Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Negara Tanggung Pengobatan Korban

Menurut Puan, negara perlu segera mengaktifkan protokol perlindungan WNI dalam situasi bencana internasional. Langkah itu, kata dia, mencakup pemantauan kondisi WNI di lapangan, pembentukan pusat informasi terpadu bagi keluarga di Indonesia, hingga kesiapan bantuan logistik dan layanan psikososial bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Perlindungan warga negara merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan yang terukur, termasuk bagi WNI yang tinggal atau berada di luar negeri,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan berbasis teknologi. Menurut Puan, pemerintah perlu terus memperbarui data diaspora Indonesia, mengoptimalkan layanan Safe Travel, serta menyiapkan sistem komunikasi darurat agar perwakilan RI di luar negeri bisa lebih cepat mengetahui kondisi WNI saat terjadi bencana atau konflik.

“Negara harus selalu memiliki kemampuan untuk menjangkau, melindungi, dan memastikan keselamatan WNI di manapun rakyat Indonesia berada,” imbuhnya.

Venezuela terdampak paling berat dalam rangkaian gempa

Dari tiga negara yang diguncang gempa, Venezuela disebut mengalami dampak paling serius. Parlementaria melaporkan negara itu diguncang gempa kembar yang menimbulkan kerusakan besar pada infrastruktur, termasuk sejumlah bangunan di ibu kota Caracas yang dilaporkan rusak hingga ambruk.

BACA JUGA:  Muzani: Ambang Batas Parlemen 7 Persen Terlalu Tinggi bagi Parpol

Korban jiwa akibat bencana di Venezuela dilaporkan mencapai 235 orang, sementara korban luka sebanyak 1.520 orang. Atas kondisi itu, Puan menyampaikan dukacita mendalam kepada masyarakat Venezuela dan menilai Indonesia memahami beratnya beban yang dihadapi negara tersebut karena sama-sama hidup di kawasan rawan bencana.

“Atas nama DPR RI dan rakyat Indonesia, kami sampaikan dukacita mendalam kepada masyarakat Venezuela. Kami dapat merasakan beratnya beban akibat gempa bumi seperti di Venezuela karena pernah mengalami hal yang sama,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, gempa juga mengguncang California Utara dengan magnitudo 5,6 pada Rabu (24/6) malam waktu setempat dan timur laut Jepang dengan magnitudo 7,2 pada Kamis (25/6) pagi waktu setempat. Dalam laporan yang dikutip DPR, tidak ada korban jiwa akibat gempa di Jepang dan California, meski sejumlah warga mengalami luka-luka.

Puan ingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di Indonesia

Selain menyoroti perlindungan WNI di luar negeri, Puan juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa di dalam negeri. Ia menilai rentetan gempa di tiga negara itu menjadi pengingat bahwa Indonesia harus terus siaga menghadapi ancaman bencana geologis.

BACA JUGA:  DPR Nilai Pemotongan Gaji Menteri Hanya Simbolis, Bukan Solusi Ekonomi

Puan mendorong pemerintah memperbanyak edukasi kepada masyarakat mengenai cara menyelamatkan diri saat gempa terjadi. Edukasi itu dinilai penting, mulai dari pemahaman teknik berlindung saat guncangan, hingga langkah evakuasi jika muncul ancaman tsunami.

Menurut dia, solidaritas kemanusiaan dan kerja sama internasional dalam penanggulangan bencana juga harus terus diperkuat. Hal itu penting karena risiko bencana merupakan persoalan global yang membutuhkan kesiapan lintas negara dan respons yang cepat.

“Indonesia harus selalu siaga bencana. Mitigasi harus terus dilakukan, dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tutup Puan.

Rangkaian gempa di Venezuela, Jepang, dan California disebut tidak saling berkaitan karena dipicu oleh sumber yang berbeda. Meski demikian, peristiwa tersebut kembali menegaskan bahwa negara-negara di kawasan rawan gempa, termasuk Indonesia, perlu terus memperkuat mitigasi, sistem tanggap darurat, dan perlindungan terhadap warga di dalam maupun luar negeri.

SulawesiPos.com – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah gempa besar mengguncang Venezuela, Jepang, dan California, Amerika Serikat, dalam rentang waktu berdekatan. Puan juga menyampaikan simpati atas korban dan kerusakan yang timbul akibat rangkaian bencana tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Puan dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurut dia, keselamatan WNI di luar negeri harus menjadi perhatian utama di tengah bencana internasional yang terjadi hampir bersamaan di tiga negara berbeda itu.

“Tentunya Indonesia turut bersimpati atas musibah gempa bumi yang melanda Venezuela, Jepang, dan California Amerika Serikat,” kata Puan Maharani.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Parlementaria, tiga gempa kuat itu terjadi dalam kurun kurang dari 24 jam, sejak Rabu (24/6) sore hingga Kamis (25/6) pagi. Venezuela menjadi negara dengan dampak paling berat, sedangkan gempa di Jepang dan California dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.

Puan soroti perlunya pemantauan WNI di negara terdampak

Meski Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada korban WNI dalam rangkaian gempa yang melanda Venezuela, Jepang, maupun California, Puan menilai langkah perlindungan tidak boleh berhenti pada pendataan awal. Ia meminta pemerintah terus memantau seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak.

BACA JUGA:  Muzani: Ambang Batas Parlemen 7 Persen Terlalu Tinggi bagi Parpol

Menurut Puan, negara perlu segera mengaktifkan protokol perlindungan WNI dalam situasi bencana internasional. Langkah itu, kata dia, mencakup pemantauan kondisi WNI di lapangan, pembentukan pusat informasi terpadu bagi keluarga di Indonesia, hingga kesiapan bantuan logistik dan layanan psikososial bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Perlindungan warga negara merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan yang terukur, termasuk bagi WNI yang tinggal atau berada di luar negeri,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan berbasis teknologi. Menurut Puan, pemerintah perlu terus memperbarui data diaspora Indonesia, mengoptimalkan layanan Safe Travel, serta menyiapkan sistem komunikasi darurat agar perwakilan RI di luar negeri bisa lebih cepat mengetahui kondisi WNI saat terjadi bencana atau konflik.

“Negara harus selalu memiliki kemampuan untuk menjangkau, melindungi, dan memastikan keselamatan WNI di manapun rakyat Indonesia berada,” imbuhnya.

Venezuela terdampak paling berat dalam rangkaian gempa

Dari tiga negara yang diguncang gempa, Venezuela disebut mengalami dampak paling serius. Parlementaria melaporkan negara itu diguncang gempa kembar yang menimbulkan kerusakan besar pada infrastruktur, termasuk sejumlah bangunan di ibu kota Caracas yang dilaporkan rusak hingga ambruk.

BACA JUGA:  Profil Adies Kadir, Wakil Ketua DPR yang Jadi Calon Hakim Konstitusi Usulan DPR RI

Korban jiwa akibat bencana di Venezuela dilaporkan mencapai 235 orang, sementara korban luka sebanyak 1.520 orang. Atas kondisi itu, Puan menyampaikan dukacita mendalam kepada masyarakat Venezuela dan menilai Indonesia memahami beratnya beban yang dihadapi negara tersebut karena sama-sama hidup di kawasan rawan bencana.

“Atas nama DPR RI dan rakyat Indonesia, kami sampaikan dukacita mendalam kepada masyarakat Venezuela. Kami dapat merasakan beratnya beban akibat gempa bumi seperti di Venezuela karena pernah mengalami hal yang sama,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, gempa juga mengguncang California Utara dengan magnitudo 5,6 pada Rabu (24/6) malam waktu setempat dan timur laut Jepang dengan magnitudo 7,2 pada Kamis (25/6) pagi waktu setempat. Dalam laporan yang dikutip DPR, tidak ada korban jiwa akibat gempa di Jepang dan California, meski sejumlah warga mengalami luka-luka.

Puan ingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di Indonesia

Selain menyoroti perlindungan WNI di luar negeri, Puan juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa di dalam negeri. Ia menilai rentetan gempa di tiga negara itu menjadi pengingat bahwa Indonesia harus terus siaga menghadapi ancaman bencana geologis.

BACA JUGA:  DPR Nilai Pemotongan Gaji Menteri Hanya Simbolis, Bukan Solusi Ekonomi

Puan mendorong pemerintah memperbanyak edukasi kepada masyarakat mengenai cara menyelamatkan diri saat gempa terjadi. Edukasi itu dinilai penting, mulai dari pemahaman teknik berlindung saat guncangan, hingga langkah evakuasi jika muncul ancaman tsunami.

Menurut dia, solidaritas kemanusiaan dan kerja sama internasional dalam penanggulangan bencana juga harus terus diperkuat. Hal itu penting karena risiko bencana merupakan persoalan global yang membutuhkan kesiapan lintas negara dan respons yang cepat.

“Indonesia harus selalu siaga bencana. Mitigasi harus terus dilakukan, dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tutup Puan.

Rangkaian gempa di Venezuela, Jepang, dan California disebut tidak saling berkaitan karena dipicu oleh sumber yang berbeda. Meski demikian, peristiwa tersebut kembali menegaskan bahwa negara-negara di kawasan rawan gempa, termasuk Indonesia, perlu terus memperkuat mitigasi, sistem tanggap darurat, dan perlindungan terhadap warga di dalam maupun luar negeri.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru