Pria Bawa Parang di Makassar Menangis Saat Ditangkap Polisi

Sulawesipos.com – Wawan (30), pria yang diduga mengamuk sambil membawa parang dan hendak menebas polisi serta warga di Jalan Toddopuli V, Makassar, menangis saat ditangkap aparat di rumahnya, Minggu (28/6/2026) sore. Polisi menangkap pelaku setelah menerima informasi soal aksinya yang disebut sempat mengancam pengendara motor di kawasan tersebut.

Kapolsek Manggala Kompol Samuel To’longan mengatakan penangkapan dilakukan tanpa perlawanan setelah polisi memastikan pelaku berada di dalam rumahnya. Menurut dia, pelaku justru menangis ketika aparat masuk dan mengamankannya.

“Begitu diketahui dia ada di dalam rumahnya, langsung kami tangkap tanpa perlawanan. Di dalam dia menangis,” ujar Samuel kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Kasus itu bermula saat Wawan diduga membawa parang dan mengarahkannya kepada anggota Polsek Manggala berinisial Briptu AA yang melintas dengan sepeda motor. Polisi menyebut sasaran pelaku saat itu bukan hanya warga, tetapi juga anggota polisi yang kebetulan berada di lokasi.

Samuel mengatakan aksi pelaku tidak sampai menimbulkan korban. Namun, situasi dinilai membahayakan karena pelaku disebut hendak menebas leher anggota polisi yang melintas di kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Kronologi Polisi Tak Sengaja Tembak Remaja hingga Tewas, Bermula Bubarkan Aksi Perang-perangan

Polisi Dalami Alasan Pelaku Membawa Parang

Dari pemeriksaan sementara, Wawan mengaku membawa parang karena mengira ada orang dari Toddopuli 10 yang hendak menyerangnya. Akan tetapi, polisi belum langsung menerima alasan itu dan masih mendalami kemungkinan motif lain di balik aksi pelaku.

“Pengakuannya ada orang dari Toddopuli 10 mau menyerang, padahal itu alasan saja. Tapi kalau orang tuanya bilang mungkin dia mabuk, jadi besok saya mau cek urinenya,” kata Samuel.

Polisi juga menilai pengakuan pelaku belum cukup menjelaskan tindakan yang dilakukannya di jalan. Karena itu, penyidik masih memeriksa kondisi pelaku, termasuk kemungkinan pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung.

Sekitar 10 Rekan Pelaku Masih Diburu

Selain memeriksa pelaku utama, polisi menduga Wawan tidak bergerak sendiri. Hasil interogasi sementara mengarah pada sekitar 10 orang lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

“Dari hasil interogasi, pelaku dan temannya kurang lebih 10 orang. Kami masih memburu para rekan pelaku itu,” tutur Samuel.

BACA JUGA:  Tak Diberi Uang Judol, Pemuda di Makassar Aniaya dan Ancam Ayah Pakai Parang

Samuel menambahkan, Wawan disebut kerap membuat keresahan di lingkungan setempat. Pelaku diduga beberapa kali mengancam warga maupun pengendara motor yang melintas sambil membawa parang.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sebilah parang sebagai barang bukti. Wawan kini diamankan di Mapolsek Manggala untuk proses hukum lebih lanjut, sementara penyidik terus mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Sulawesipos.com – Wawan (30), pria yang diduga mengamuk sambil membawa parang dan hendak menebas polisi serta warga di Jalan Toddopuli V, Makassar, menangis saat ditangkap aparat di rumahnya, Minggu (28/6/2026) sore. Polisi menangkap pelaku setelah menerima informasi soal aksinya yang disebut sempat mengancam pengendara motor di kawasan tersebut.

Kapolsek Manggala Kompol Samuel To’longan mengatakan penangkapan dilakukan tanpa perlawanan setelah polisi memastikan pelaku berada di dalam rumahnya. Menurut dia, pelaku justru menangis ketika aparat masuk dan mengamankannya.

“Begitu diketahui dia ada di dalam rumahnya, langsung kami tangkap tanpa perlawanan. Di dalam dia menangis,” ujar Samuel kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Kasus itu bermula saat Wawan diduga membawa parang dan mengarahkannya kepada anggota Polsek Manggala berinisial Briptu AA yang melintas dengan sepeda motor. Polisi menyebut sasaran pelaku saat itu bukan hanya warga, tetapi juga anggota polisi yang kebetulan berada di lokasi.

Samuel mengatakan aksi pelaku tidak sampai menimbulkan korban. Namun, situasi dinilai membahayakan karena pelaku disebut hendak menebas leher anggota polisi yang melintas di kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Operasi Pallawa 2026 di Makassar, Polisi Bagikan Helm Gratis untuk Pastikan Keselamatan Pengendara

Polisi Dalami Alasan Pelaku Membawa Parang

Dari pemeriksaan sementara, Wawan mengaku membawa parang karena mengira ada orang dari Toddopuli 10 yang hendak menyerangnya. Akan tetapi, polisi belum langsung menerima alasan itu dan masih mendalami kemungkinan motif lain di balik aksi pelaku.

“Pengakuannya ada orang dari Toddopuli 10 mau menyerang, padahal itu alasan saja. Tapi kalau orang tuanya bilang mungkin dia mabuk, jadi besok saya mau cek urinenya,” kata Samuel.

Polisi juga menilai pengakuan pelaku belum cukup menjelaskan tindakan yang dilakukannya di jalan. Karena itu, penyidik masih memeriksa kondisi pelaku, termasuk kemungkinan pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung.

Sekitar 10 Rekan Pelaku Masih Diburu

Selain memeriksa pelaku utama, polisi menduga Wawan tidak bergerak sendiri. Hasil interogasi sementara mengarah pada sekitar 10 orang lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

“Dari hasil interogasi, pelaku dan temannya kurang lebih 10 orang. Kami masih memburu para rekan pelaku itu,” tutur Samuel.

BACA JUGA:  Gara-gara Motor Dipinjam Tanpa Diisi BBM, Dua Pemuda Makassar Bacok Jukir di Kafe

Samuel menambahkan, Wawan disebut kerap membuat keresahan di lingkungan setempat. Pelaku diduga beberapa kali mengancam warga maupun pengendara motor yang melintas sambil membawa parang.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sebilah parang sebagai barang bukti. Wawan kini diamankan di Mapolsek Manggala untuk proses hukum lebih lanjut, sementara penyidik terus mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru