Sulawesipos.com – Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) terus bertambah dan kini mencapai 1.430 orang.
Data terbaru yang disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez pada Minggu (28/6/2026) juga mencatat 3.238 korban luka, sementara ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal.
Pembaruan angka korban itu menunjukkan skala bencana yang jauh lebih besar dibanding laporan awal setelah dua gempa kuat mengguncang kawasan pesisir utara Venezuela.
Dalam laporan Reuters yang juga dikutip Antara, pemerintah Venezuela menyebut sedikitnya 3.142 keluarga terdampak langsung karena kehilangan rumah dan harus dipindahkan ke lokasi penampungan.
Rodriguez mengatakan pemerintah telah mendata 1.430 korban meninggal dunia.
Di saat yang sama, bantuan medis sudah disalurkan kepada 3.238 korban luka di berbagai wilayah terdampak.
Keterangan itu disampaikan melalui pidato yang disiarkan televisi pemerintah VTV dan kemudian dikutip sejumlah kantor berita internasional.
Layanan medis darurat dan pengungsian terus diperluas
Selain menangani korban luka, pemerintah Venezuela juga mengaku terus memperluas layanan darurat di area terdampak gempa.
Reuters melaporkan lebih dari 12.000 intervensi kesehatan telah dilakukan di zona bencana, sedangkan lebih dari 5.000 warga menerima bantuan di sejumlah pos layanan medis utama.
Fokus penanganan saat ini tidak hanya pada evakuasi korban dari reruntuhan, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar penyintas.
Ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan tempat penampungan, bantuan logistik, dan layanan kesehatan lanjutan, terutama di daerah yang mengalami kerusakan paling berat.
Dalam perkembangan sebelumnya, gempa kembar ini telah memicu operasi pencarian besar-besaran di berbagai titik.
Tim penyelamat masih bekerja menyisir bangunan runtuh sambil menghadapi tantangan akses, puing, dan tekanan waktu untuk menemukan kemungkinan korban selamat di tengah reruntuhan.
Venezuela hadapi salah satu bencana terburuk dalam beberapa tahun terakhir
Besarnya jumlah korban membuat gempa kembar ini menjadi salah satu bencana paling mematikan di Venezuela dalam beberapa tahun terakhir.
The Guardian dalam laporan perkembangannya juga menyoroti tekanan berat pada layanan darurat, rumah sakit, dan fasilitas pemulasaraan jenazah yang kewalahan menerima lonjakan korban dalam waktu singkat.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah dan relawan masih berupaya menstabilkan kondisi di wilayah terdampak.
Bantuan internasional mulai mengalir, tetapi skala kerusakan yang luas membuat proses penanganan diperkirakan akan berlangsung panjang, terutama untuk pemulihan hunian dan infrastruktur dasar.
Bagi warga Venezuela, bertambahnya korban tewas menjadi gambaran bahwa dampak gempa belum berhenti pada hari kejadian.
Setelah fase penyelamatan darurat, tantangan berikutnya adalah memastikan pengungsi mendapat bantuan memadai dan layanan kesehatan tetap berjalan di tengah krisis yang membesar.
Dengan angka korban yang masih mungkin berubah, gempa kembar Venezuela kini tidak hanya menjadi tragedi nasional, tetapi juga perhatian internasional.
Data resmi terbaru menunjukkan bencana ini telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar dan meninggalkan ribuan keluarga dalam kondisi sangat rentan.


