SulawesiPos.com – Asisten rumah tangga (ART) bernama Nur yang sebelumnya bekerja di kediaman Erin, mantan istri Andre Taulany, dilaporkan telah meninggalkan pekerjaannya.
Kuasa hukum Nur, Basuki, menyampaikan bahwa kliennya memilih pergi karena merasa tidak sanggup lagi menghadapi situasi selama bekerja di rumah tersebut.
Basuki menjelaskan bahwa sejak awal masa kerja, Nur sebenarnya sudah beberapa kali mengajukan permintaan untuk dipulangkan.
“Kalau kenapa ini kabur, Teh Nur ini kabur karena memang dari awal sekitar 15 hari sudah tidak kerasan kerja di situ, karena situasi yang membuat hati tidak nyaman. Sudah izin untuk dipulangkan, tapi pihak majikannya tidak memperbolehkan dengan alasan menunggu pengganti dari yayasan,” kata Basuki di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Menurut penuturannya, permintaan untuk kembali ke rumah tidak kunjung dipenuhi meski waktu kerja sudah mendekati dua bulan. Kondisi itu disebut membuat Nur mengalami tekanan secara mental.
“Ditunggu tidak ada, ditunggu tidak ada, dan puncaknya sudah tidak tertahan lagi sampai hampir dua bulan di sana. Akhirnya melarikan diri. Melarikan diri bukan bermaksud apa pun, karena adanya tekanan psikologis akibat rentetan peristiwa yang terjadi di rumah itu,” lanjutnya.
Sebelumnya, pihak Erin disebut sempat menyampaikan bahwa suami Nur ikut berperan dalam keputusan Nur meninggalkan pekerjaan. Menanggapi hal itu, Basuki menilai hal tersebut sebagai hal yang wajar terjadi dalam situasi rumah tangga.
“Setiap orang boleh menyampaikan versinya masing-masing. Tapi faktanya, seorang suami mana pun kalau mendapatkan curhatan dari istrinya, apalagi istrinya jauh dari dirinya dan tinggal di rumah orang lain, tentu akan mengambil sikap bagaimana istrinya ini selamat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa respons suami tidak dapat langsung dijadikan kesimpulan utama atas keputusan Nur pergi dari pekerjaan tersebut.
“Kalau disampaikan bahwa penyebab kaburnya karena suaminya, itu tidak bisa begitu saja disimpulkan. Di rumah saya juga ada yang membantu dan sudah bertahun-tahun tidak ada masalah,” katanya.
Selain dugaan tekanan psikologis, pihak kuasa hukum juga menyinggung persoalan gaji. Disebutkan bahwa upah bulan April telah diterima, namun pembayaran untuk bulan Mei yang dijadwalkan masuk pada 3 Juni 2026 belum diterima oleh Nur.
“Kalau untuk gaji bulan pertama, yaitu bulan April, sudah dibayarkan. Tapi untuk bulan Mei, yang mestinya diterima tanggal 3 kemarin, sampai hari ini belum dibayarkan,” ujar Basuki.
Menanggapi klaim pihak Erin yang menyebut pembayaran sudah dilakukan, Basuki mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan tidak menemukan dana masuk.
“Kemarin sudah dicek di rekening koran dan buku tabungan, belum ada yang masuk,” katanya.
Ia juga menyebut pada Jumat siang dirinya menerima panggilan dari seseorang yang mengaku sebagai asisten Andre Taulany, yang menanyakan informasi rekening untuk proses pembayaran gaji. Namun, pihak Nur belum dapat memberikan data karena kondisi kliennya masih belum stabil.
“Tadi setelah salat Jumat kami ditelepon oleh seseorang yang menanyakan nomor rekening dan lain sebagainya. Kondisi Teh Nur sendiri belum stabil, jadi kami belum bisa memberikan nomor rekeningnya,” ujar Basuki.
Menurut penjelasan Basuki, panggilan tersebut awalnya diterima oleh suami Nur sebelum akhirnya diteruskan kepadanya sebagai kuasa hukum.
“Tadi sekitar jam satu ada orang yang menelepon suaminya, lalu diberikan nomor saya dan kemudian menghubungi saya,” tuturnya.
Saat dimintai keterangan terkait identitas penelepon, Basuki menduga bahwa orang tersebut merupakan pihak yang bekerja sebagai asisten Andre Taulany, yang menyebut adanya instruksi untuk segera menyelesaikan pembayaran dari pihak terkait.
“Kalau tidak salah asistennya Mas Andre Taulany. Disampaikan bahwa diperintahkan oleh Ibu E untuk segera dilakukan pembayaran,” katanya.


