Usai Laporan Penganiayaan, ART Lain Erin Taulany Dilaporkan Hilang Kabar hingga Dijemput Suami

SulawesiPos.com – Suami dari salah satu asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumah mantan istri Andre Taulany, Erin Wartia alias Erin, mencari keberadaan istrinya yang dikabarkan tidak bisa dihubungi selama beberapa minggu.

Pria bernama Rahmat itu bahkan datang dari Cianjur dan tampak emosional saat menceritakan kondisi istrinya, Nur, yang telah bekerja lebih dari satu bulan di rumah Erin Taulany.

Rahmat mengaku khawatir karena Nur tidak memberikan kabar selama sekitar tiga minggu terakhir.

“Saya khawatirnya itu enggak ada kabar udah hampir tiga minggu. Orangtua saya syok, orangtua saya sampai diinfus, orangtua saya juga, orangtua istri juga khawatir,” ungkap Rahmat kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Suami Jemput ke Jakarta

Merasa cemas, Rahmat kemudian berangkat ke Jakarta untuk mencari keberadaan istrinya. Ia mengatakan keluarga sempat panik setelah muncul berbagai kabar terkait situasi di rumah Erin.

Keluarga juga terkejut dengan isu yang beredar mengenai ART yang disebut kabur akibat dugaan perlakuan tidak menyenangkan.

BACA JUGA: 
Mardani Ali Sera: Putusan MK soal Jakarta sebagai Ibu Kota Beri Kepastian Hukum

Atas kondisi tersebut, Rahmat diminta keluarga untuk menjemput Nur secara langsung dari rumah tempat ia bekerja.

Ia menegaskan keinginannya untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Saya tanggung jawab sebagai suami nyari kabar istri. Biasanya sebelum yang viral itu istri saya ngabarin, seperti biasa, cuma tiba-tiba susah dihubungi. Terakhir bilang baik-baik saja. Cuma saya kan namanya keluarga di kampung tetap, biasa komunikasi, sekarang enggak,” kata Rahmat.

“Intinya saya ingin ngejemput istri saya secara baik-baik sama bu Erin secara kekeluargaan. Saya pengin tahu aja kondisi istri saya,” sambungnya.

Rahmat juga menyebut saat ini hanya istrinya yang masih bekerja di rumah tersebut, sehingga ia berupaya mencari cara agar bisa bertemu langsung.

Bertemu Setelah Beberapa Minggu

Pada Jumat lalu, Rahmat akhirnya bertemu dengan Nur setelah beberapa minggu tidak berkomunikasi. Pertemuan itu terjadi di tengah situasi yang membuatnya khawatir.

“Ketemu langsung, intinya istri saya mau pulang, enggak betah, takut, was was, trauma, kalau misalkan dia enggak pulang, dia mau kabur karena takut, itu yang saya takutin,” kata Rahmat sembari menangis.

BACA JUGA: 
ART di Maros Diduga Gasak Harta Majikan, Tim Jatanras Tangkap Pelaku di Makassar

Meski demikian, Nur disebut tidak mengalami tindakan kekerasan dari Erin. Namun, ia mengaku merasa tidak nyaman dan ingin segera pulang.

“Takut psikisnya kena. (Nur mengaku) Belum pernah (dapat tekanan dari Erin), cuma ketakutan aja semenjak kejadian itu. Informasi dari istri itu pokoknya enggak betah dia pengin pulang karena yang lain udah pulang, dia tinggal sendiri sekarang,” jelas Rahmat.

Rahmat juga mengungkap adanya dugaan pembatasan komunikasi, di mana ponsel Nur sempat tidak bisa digunakan untuk menghubungi keluarga selama beberapa minggu.

“HP itu mungkin ditahan atau bagaimana. (Kata istri) HP-nya ditahan, alasannya enggak tahu, istri saya enggak bilang (alasannya), katanya kalau HP udah dikasih nanti dikabarin,” ungkapnya.

“Sebelum kejadian enggak pernah ditahan, komunikasi normal seperti biasa,” sambungnya.

Sebelumnya, Erin diketahui telah dilaporkan oleh mantan ART-nya, Hera, atas dugaan penganiayaan.

SulawesiPos.com – Suami dari salah satu asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumah mantan istri Andre Taulany, Erin Wartia alias Erin, mencari keberadaan istrinya yang dikabarkan tidak bisa dihubungi selama beberapa minggu.

Pria bernama Rahmat itu bahkan datang dari Cianjur dan tampak emosional saat menceritakan kondisi istrinya, Nur, yang telah bekerja lebih dari satu bulan di rumah Erin Taulany.

Rahmat mengaku khawatir karena Nur tidak memberikan kabar selama sekitar tiga minggu terakhir.

“Saya khawatirnya itu enggak ada kabar udah hampir tiga minggu. Orangtua saya syok, orangtua saya sampai diinfus, orangtua saya juga, orangtua istri juga khawatir,” ungkap Rahmat kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Suami Jemput ke Jakarta

Merasa cemas, Rahmat kemudian berangkat ke Jakarta untuk mencari keberadaan istrinya. Ia mengatakan keluarga sempat panik setelah muncul berbagai kabar terkait situasi di rumah Erin.

Keluarga juga terkejut dengan isu yang beredar mengenai ART yang disebut kabur akibat dugaan perlakuan tidak menyenangkan.

BACA JUGA: 
Mardani Ali Sera: Putusan MK soal Jakarta sebagai Ibu Kota Beri Kepastian Hukum

Atas kondisi tersebut, Rahmat diminta keluarga untuk menjemput Nur secara langsung dari rumah tempat ia bekerja.

Ia menegaskan keinginannya untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Saya tanggung jawab sebagai suami nyari kabar istri. Biasanya sebelum yang viral itu istri saya ngabarin, seperti biasa, cuma tiba-tiba susah dihubungi. Terakhir bilang baik-baik saja. Cuma saya kan namanya keluarga di kampung tetap, biasa komunikasi, sekarang enggak,” kata Rahmat.

“Intinya saya ingin ngejemput istri saya secara baik-baik sama bu Erin secara kekeluargaan. Saya pengin tahu aja kondisi istri saya,” sambungnya.

Rahmat juga menyebut saat ini hanya istrinya yang masih bekerja di rumah tersebut, sehingga ia berupaya mencari cara agar bisa bertemu langsung.

Bertemu Setelah Beberapa Minggu

Pada Jumat lalu, Rahmat akhirnya bertemu dengan Nur setelah beberapa minggu tidak berkomunikasi. Pertemuan itu terjadi di tengah situasi yang membuatnya khawatir.

“Ketemu langsung, intinya istri saya mau pulang, enggak betah, takut, was was, trauma, kalau misalkan dia enggak pulang, dia mau kabur karena takut, itu yang saya takutin,” kata Rahmat sembari menangis.

BACA JUGA: 
ART di Maros Ditangkap, Diduga Bawa Kabur Emas dan Uang Majikan

Meski demikian, Nur disebut tidak mengalami tindakan kekerasan dari Erin. Namun, ia mengaku merasa tidak nyaman dan ingin segera pulang.

“Takut psikisnya kena. (Nur mengaku) Belum pernah (dapat tekanan dari Erin), cuma ketakutan aja semenjak kejadian itu. Informasi dari istri itu pokoknya enggak betah dia pengin pulang karena yang lain udah pulang, dia tinggal sendiri sekarang,” jelas Rahmat.

Rahmat juga mengungkap adanya dugaan pembatasan komunikasi, di mana ponsel Nur sempat tidak bisa digunakan untuk menghubungi keluarga selama beberapa minggu.

“HP itu mungkin ditahan atau bagaimana. (Kata istri) HP-nya ditahan, alasannya enggak tahu, istri saya enggak bilang (alasannya), katanya kalau HP udah dikasih nanti dikabarin,” ungkapnya.

“Sebelum kejadian enggak pernah ditahan, komunikasi normal seperti biasa,” sambungnya.

Sebelumnya, Erin diketahui telah dilaporkan oleh mantan ART-nya, Hera, atas dugaan penganiayaan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru