SulawesiPos.com – Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu, 19 Juli 2026 sore waktu setempat atau Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB dan 03.00 WITA.
Laga puncak ini menghadapkan tim paling dominan secara kolektif melawan juara bertahan yang masih hidup dari pengaruh Lionel Messi.
Spanyol masuk ke final dengan status tim yang lebih diunggulkan setelah melaju tanpa kekalahan dalam 37 pertandingan terakhir dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Di sisi lain, Argentina tetap datang dengan modal besar karena menjadi salah satu tim paling tajam di Piala Dunia 2026 dan masih memiliki Messi sebagai pembeda di momen-momen paling krusial.
Hitungan superkomputer Opta dan sejumlah analis internasional menempatkan La Roja sedikit di depan dalam perebutan trofi.
Keunggulan itu lahir dari kestabilan permainan, kontrol tempo, dan kekuatan pertahanan Spanyol yang belum pernah tertinggal sedetik pun di turnamen ini.
Namun, final ini tidak sesederhana duel statistik. Argentina membawa pengalaman sebagai juara bertahan, mental laga besar, dan ancaman serangan yang tetap bisa mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu momen ketika Messi menemukan ruang atau Julián Álvarez mendapat celah di kotak penalti.
Tim Terbaik vs Pemain Penentu
Spanyol diperkirakan kembali mengandalkan struktur permainan yang rapi dengan Rodri dan Fabián Ruiz sebagai pengatur ritme, lalu Dani Olmo dan Lamine Yamal sebagai pemecah kebuntuan di sepertiga akhir.
Tim asuhan Luis de la Fuente juga datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan lawan-lawan kuat sambil menjaga pertahanan tetap nyaris sempurna.
Argentina justru masuk ke final dengan identitas yang berbeda. Tim asuhan Lionel Scaloni lebih banyak hidup dari efektivitas, ledakan transisi, dan kualitas individu yang mampu mengacaukan rencana lawan, terutama lewat Messi, Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, Rodrigo De Paul, dan Álvarez.
Messi tetap menjadi pusat perhatian menjelang final karena pengaruhnya belum surut meski turnamen sudah memasuki partai terakhir.
Kapten Argentina itu membawa delapan gol dan empat assist ke laga puncak, menjadikannya bukan hanya motor serangan Albiceleste, tetapi juga figur yang bisa mematahkan status favorit Spanyol kapan saja.
Di atas kertas, Spanyol memang lebih stabil dan lebih lengkap sebagai tim.
Akan tetapi, Argentina punya modal yang sering kali tidak tertangkap penuh oleh angka, yakni pengalaman mempertahankan gelar, keberanian bermain dalam tekanan, dan kebiasaan Messi menghadirkan pembeda di panggung terbesar.
Prediksi Susunan dan Skor
Spanyol diperkirakan turun dengan formasi 4-2-3-1 yang menempatkan Unai Simón di bawah mistar, lalu Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella di lini belakang.
Rodri dan Fabián Ruiz akan menopang lini tengah, sementara Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Álex Baena mendukung Mikel Oyarzabal di depan.
Argentina kemungkinan tetap memakai 4-3-3 dengan Emiliano Martínez sebagai penjaga gawang, lalu Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Nicolás Tagliafico di pertahanan.
Lini tengah diperkirakan dihuni Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister, sedangkan lini depan diisi Giuliano Simeone, Lionel Messi, dan Julián Álvarez.
Prediksi skor yang paling banyak muncul mengarah pada kemenangan tipis Spanyol, termasuk skenario 2-1 yang menempatkan La Roja sebagai favorit juara.
Meski demikian, jarak kekuatan kedua tim dinilai tidak lebar, sehingga peluang pertandingan bergeser ke babak tambahan waktu atau bahkan adu penalti tetap terbuka.
Prediksi skor Spanyol 2-1 Argentina


