SulawesiPos.com – Inggris tampil brutal pada babak pertama dan menghancurkan Prancis dengan keunggulan 4-0 saat laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 memasuki menit 48:29 paruh pertama di Miami, Minggu pagi, 19 Juli 2026 WITA. Declan Rice membuka skor cepat pada menit ketiga, Ezri Konsa menggandakan keunggulan pada menit ke-18, lalu Bukayo Saka mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-37 dan 45+1.
Ledakan empat gol itu mengubah total wajah pertandingan yang sebelumnya diperkirakan akan berjalan lebih ketat.
Inggris, yang turun setelah kalah dramatis 1-2 dari Argentina di semifinal, justru langsung menekan sejak awal dan berkali-kali membuat lini belakang Prancis goyah dalam transisi. Prancis yang datang usai disingkirkan Spanyol 0-2 terlihat kesulitan menjaga bentuk permainan dan tertinggal jauh bahkan sebelum turun minum.
Jalannya Pertandingan
Gol pertama lahir setelah Rice memanfaatkan bola lepas dan menuntaskannya menjadi pembuka keunggulan Inggris.
Tim asuhan Thomas Tuchel lalu terus menekan. Konsa memperbesar skor pada menit ke-18, sebelum Saka menambah penderitaan Prancis dengan dua gol dalam delapan menit terakhir babak pertama.
Sebelum pesta gol itu lengkap, Inggris juga sempat melihat satu gol Saka dianulir karena offside.
Namun tekanan mereka tidak surut. Pergerakan Marcus Rashford, Morgan Rogers, dan Eberechi Eze ikut membantu membuat serangan Inggris jauh lebih hidup dibanding saat semifinal.
Saka Menjadi Wajah Dominasi Inggris
Dua gol Bukayo Saka menjadi simbol dominasi Inggris pada fase akhir babak pertama. Setelah lebih dulu unggul dua gol, Inggris tidak memilih menurunkan tempo, melainkan terus memaksa Prancis bertahan lebih dalam.
Hingga injury time babak pertama, skor masih menunjukkan Les Bleus belum mampu membalas.
Dalam laporan live yang lebih awal, Inggris sempat terverifikasi unggul 2-0 lewat Rice dan Konsa, sebelum jarak skor melebar drastis menjadi 4-0 menjelang jeda.
Laga ini menjadi penutup perjalanan dua tim yang gagal mencapai final Piala Dunia 2026, tetapi untuk sementara Inggris berada di jalur kuat menutup turnamen dengan finis di posisi ketiga.


