Prabowo Klaim Indonesia Capai Swasembada Pangan dalam 19 Bulan Pemerintahan

SulawesiPos.com — Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama dalam 19 bulan masa pemerintahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya udang di kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Prabowo, sejumlah capaian telah diraih sejak pemerintahannya berjalan.

“Kita alhamdulillah bisa katakan 18 bulan saya pimpin pemerintahan, dari Oktober 20, satu tahun, dari Oktober, November, Desember, Januari, Maret, April, Mei, 7 bulan ya, satu tahun tujuh bulan. Jadi 19 bulan. 19 bulan alhamdulillah banyak yang sudah kita capai,” kata Prabowo.

Presiden menyebut Indonesia saat ini telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas seperti beras, jagung, telur, dan ayam. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan pada sektor daging.

“Daging kita masih belum, ini sudah kita kerjakan, mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi swasembada daging ya,” ucapnya.

Menurutnya, program penguatan sektor pangan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kemandirian nasional.

BACA JUGA: 
MODANTARA Respons Rencana Prabowo Pangkas Komisi Ojol, Minta Kajian Mendalam

Prabowo Soroti Ketahanan Nasional di Tengah Konflik Global

Prabowo juga menyebut kondisi pangan Indonesia saat ini relatif aman meski situasi global dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik.

Ia menilai Indonesia perlu memperkuat ketahanan nasional untuk menjaga sumber daya dan kepentingan negara.

“Pangan kita relatif aman, di dunia banyak sekarang pertikaian, perang dimana-mana, kita bersyukur ke yang maha kuasa kita tidak terlibat, tapi kita waspada, kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, jaga kekayaan kita,” tegasnya.

Selain itu, Presiden menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya nasional secara mandiri demi kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang kekayaan-kekayaan kita kelola sendiri, kita tidak mau kekayaan-kekayaan kita dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu dan ini, dan ini sudah kita lakukan, harus kita lakukan, ini perintah dari UUD, dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” pungkasnya.

SulawesiPos.com — Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama dalam 19 bulan masa pemerintahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya udang di kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Prabowo, sejumlah capaian telah diraih sejak pemerintahannya berjalan.

“Kita alhamdulillah bisa katakan 18 bulan saya pimpin pemerintahan, dari Oktober 20, satu tahun, dari Oktober, November, Desember, Januari, Maret, April, Mei, 7 bulan ya, satu tahun tujuh bulan. Jadi 19 bulan. 19 bulan alhamdulillah banyak yang sudah kita capai,” kata Prabowo.

Presiden menyebut Indonesia saat ini telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas seperti beras, jagung, telur, dan ayam. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan pada sektor daging.

“Daging kita masih belum, ini sudah kita kerjakan, mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi swasembada daging ya,” ucapnya.

Menurutnya, program penguatan sektor pangan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kemandirian nasional.

BACA JUGA: 
Presiden Prabowo: Beruntung Kita Punya Menteri Pertanian yang Hebat

Prabowo Soroti Ketahanan Nasional di Tengah Konflik Global

Prabowo juga menyebut kondisi pangan Indonesia saat ini relatif aman meski situasi global dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik.

Ia menilai Indonesia perlu memperkuat ketahanan nasional untuk menjaga sumber daya dan kepentingan negara.

“Pangan kita relatif aman, di dunia banyak sekarang pertikaian, perang dimana-mana, kita bersyukur ke yang maha kuasa kita tidak terlibat, tapi kita waspada, kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, jaga kekayaan kita,” tegasnya.

Selain itu, Presiden menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya nasional secara mandiri demi kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang kekayaan-kekayaan kita kelola sendiri, kita tidak mau kekayaan-kekayaan kita dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu dan ini, dan ini sudah kita lakukan, harus kita lakukan, ini perintah dari UUD, dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru