Swasembada Beras itu Nyata, Dony Oskaria: Produksi Beras Melonjak Hingga Bulog Kekurangan Gudang

SulawesiPos.com – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan telah terlihat dari kondisi riil di lapangan.

”Banyak yang menyatakan bahwa swasembada itu bohong. Yang mengatakan bohong itu mungkin halusinasi. Bulog itu kan adanya di tempat saya, dan barangnya (terkait swasembada beras) benar ada,” ujarnya, dikutip dari JawaPos, Selasa (28/4/2026).

Ia menyebut lonjakan produksi beras nasional menjadi indikator utama keberhasilan tersebut.

Peningkatan produksi beras berdampak langsung pada keterbatasan kapasitas penyimpanan milik Perum Bulog.

”Kita masih membangun gudang hari ini. Bahkan kita kekurangan gudang. Saat ini kita menyewa gudang,” kata Dony.

Selain itu, pemerintah juga harus menambah dukungan anggaran dalam jumlah besar untuk menyerap hasil panen petani.

”Bahkan harus inject Bulog Rp 39 triliun lagi karena mesti membeli panen masyarakat,” tegasnya.

Strategi Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

Menurut Dony, keberhasilan ini merupakan hasil kerja terintegrasi berbagai kementerian dan lembaga di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA: 
Swasembada Beras Nyata: Produksi Naik Tajam, Stok Muat, Tanpa Impor

Program yang dijalankan mencakup pencetakan sawah baru, perbaikan sistem irigasi, serta reformasi distribusi pupuk agar lebih terjangkau bagi petani.

Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga keberlanjutan lahan pertanian dengan membatasi alih fungsi lahan.

Dony menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kedaulatan negara.

”Keyakinan kita bahwa sebuah negara yang berdaulat itu adalah negara yang memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri terutama sekali di bidang pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi yang lebih mendasar, agar pertumbuhan tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani.

SulawesiPos.com – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan telah terlihat dari kondisi riil di lapangan.

”Banyak yang menyatakan bahwa swasembada itu bohong. Yang mengatakan bohong itu mungkin halusinasi. Bulog itu kan adanya di tempat saya, dan barangnya (terkait swasembada beras) benar ada,” ujarnya, dikutip dari JawaPos, Selasa (28/4/2026).

Ia menyebut lonjakan produksi beras nasional menjadi indikator utama keberhasilan tersebut.

Peningkatan produksi beras berdampak langsung pada keterbatasan kapasitas penyimpanan milik Perum Bulog.

”Kita masih membangun gudang hari ini. Bahkan kita kekurangan gudang. Saat ini kita menyewa gudang,” kata Dony.

Selain itu, pemerintah juga harus menambah dukungan anggaran dalam jumlah besar untuk menyerap hasil panen petani.

”Bahkan harus inject Bulog Rp 39 triliun lagi karena mesti membeli panen masyarakat,” tegasnya.

Strategi Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

Menurut Dony, keberhasilan ini merupakan hasil kerja terintegrasi berbagai kementerian dan lembaga di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA: 
Mentan Amran Pastikan Distribusi Beras SPHP 2 Kg Segera Dimulai

Program yang dijalankan mencakup pencetakan sawah baru, perbaikan sistem irigasi, serta reformasi distribusi pupuk agar lebih terjangkau bagi petani.

Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga keberlanjutan lahan pertanian dengan membatasi alih fungsi lahan.

Dony menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kedaulatan negara.

”Keyakinan kita bahwa sebuah negara yang berdaulat itu adalah negara yang memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri terutama sekali di bidang pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi yang lebih mendasar, agar pertumbuhan tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru