Komisi IV DPR RI Tinjau Bulog Labuan Bajo, Stok Aman tapi Fasilitas Pascapanen Jadi Sorotan

SulawesiPos.com, Labuan Bajo –Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke gudang Perum Bulog di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (25/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto turut memimpin rombongan.

Kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi stok beras serta sistem distribusi berjalan optimal, khususnya di wilayah timur Indonesia yang menjadi salah satu fokus penguatan ketahanan pangan nasional.

Rombongan meninjau langsung fasilitas pergudangan, kualitas beras, serta mekanisme penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

Stok Aman, Beras Relatif Baru

Dari hasil peninjauan, Komisi IV DPR RI memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog Labuan Bajo berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Mayoritas beras yang tersimpan juga tergolong baru dengan masa simpan terbaru, sehingga layak untuk segera disalurkan kepada masyarakat.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan stok oleh Bulog berjalan dengan baik, termasuk dalam menjaga kualitas beras selama proses penyimpanan.

BACA JUGA: 
Produksi dan Stok Beras Surplus, Raffi Ahmad Ajak Generasi Muda Kuatkan Sektor Pertanian

Selain itu, sistem distribusi juga dinilai cukup lancar, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan berarti.

Dalam kunjungan tersebut, anggota dewan melakukan inspeksi langsung terhadap berbagai aspek teknis, antara lain:

  • Kondisi fisik gudang penyimpanan
  • Sistem ventilasi dan kebersihan
  • Metode penataan beras
  • Proses keluar-masuk logistik

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa standar pengelolaan logistik pangan telah dijalankan secara optimal sesuai ketentuan.

Meski kondisi stok dan pengelolaan gudang dinilai baik, Komisi IV DPR RI memberikan sorotan pada sektor hulu, khususnya terkait fasilitas pascapanen.

Siti Hediati Soeharto menilai kualitas gabah petani sebenarnya sudah baik, namun belum didukung oleh teknologi pengolahan yang memadai.

“Padahal kualitas gabahnya bagus. Tapi karena belum ada fasilitas pengering dan rice milling unit yang modern, hasilnya jadi kurang optimal. Ini sayang sekali,” ujarnya.

Beberapa kendala yang ditemukan di lapangan meliputi:

  • Minimnya mesin pengering (dryer)
  • Keterbatasan rice milling unit modern
  • Kualitas beras yang masih mudah pecah
BACA JUGA: 
Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

Menurutnya, permasalahan tersebut perlu segera ditangani agar kualitas beras meningkat dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Komisi IV DPR RI mendorong adanya kolaborasi antara berbagai pihak untuk memperbaiki kondisi pascapanen, di antaranya:

  • Pemerintah pusat
  • Pemerintah daerah
  • Perum Bulog
  • Sektor swasta

Penguatan fasilitas pascapanen dinilai krusial untuk mendukung rantai pasok pangan dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Apresiasi untuk Kinerja Bulog

Di sisi lain, DPR juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Bulog dalam mengelola cadangan beras di wilayah tersebut.

Gudang Bulog Labuan Bajo dinilai dalam kondisi:

  • Bersih dan tertata rapi
  • Sistem penyimpanan berjalan baik
  • Distribusi program pangan, termasuk SPHP, berjalan lancar

“Ketersediaan stok beras ini menjadi bukti nyata bahwa Bulog hadir menjaga ketahanan pangan nasional,” tambah Siti Hediati Soeharto.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga beras di masyarakat.

BACA JUGA: 
Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ahmad Rizal Ramdhani Diganjar Penghargaan CEO Terpopuler

Kunjungan ini menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kualitas pengolahan dan distribusi.

Dengan stok yang terjaga, distribusi yang lancar, serta perbaikan fasilitas di tingkat petani, sistem pangan nasional diharapkan semakin kuat dan adaptif menghadapi tantangan global.

SulawesiPos.com, Labuan Bajo –Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke gudang Perum Bulog di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (25/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto turut memimpin rombongan.

Kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi stok beras serta sistem distribusi berjalan optimal, khususnya di wilayah timur Indonesia yang menjadi salah satu fokus penguatan ketahanan pangan nasional.

Rombongan meninjau langsung fasilitas pergudangan, kualitas beras, serta mekanisme penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

Stok Aman, Beras Relatif Baru

Dari hasil peninjauan, Komisi IV DPR RI memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog Labuan Bajo berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Mayoritas beras yang tersimpan juga tergolong baru dengan masa simpan terbaru, sehingga layak untuk segera disalurkan kepada masyarakat.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan stok oleh Bulog berjalan dengan baik, termasuk dalam menjaga kualitas beras selama proses penyimpanan.

BACA JUGA: 
Mentan Amran: Stok Beras RI 5.000.198 Ton, Merdeka!

Selain itu, sistem distribusi juga dinilai cukup lancar, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan berarti.

Dalam kunjungan tersebut, anggota dewan melakukan inspeksi langsung terhadap berbagai aspek teknis, antara lain:

  • Kondisi fisik gudang penyimpanan
  • Sistem ventilasi dan kebersihan
  • Metode penataan beras
  • Proses keluar-masuk logistik

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa standar pengelolaan logistik pangan telah dijalankan secara optimal sesuai ketentuan.

Meski kondisi stok dan pengelolaan gudang dinilai baik, Komisi IV DPR RI memberikan sorotan pada sektor hulu, khususnya terkait fasilitas pascapanen.

Siti Hediati Soeharto menilai kualitas gabah petani sebenarnya sudah baik, namun belum didukung oleh teknologi pengolahan yang memadai.

“Padahal kualitas gabahnya bagus. Tapi karena belum ada fasilitas pengering dan rice milling unit yang modern, hasilnya jadi kurang optimal. Ini sayang sekali,” ujarnya.

Beberapa kendala yang ditemukan di lapangan meliputi:

  • Minimnya mesin pengering (dryer)
  • Keterbatasan rice milling unit modern
  • Kualitas beras yang masih mudah pecah
BACA JUGA: 
Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ahmad Rizal Ramdhani Diganjar Penghargaan CEO Terpopuler

Menurutnya, permasalahan tersebut perlu segera ditangani agar kualitas beras meningkat dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Komisi IV DPR RI mendorong adanya kolaborasi antara berbagai pihak untuk memperbaiki kondisi pascapanen, di antaranya:

  • Pemerintah pusat
  • Pemerintah daerah
  • Perum Bulog
  • Sektor swasta

Penguatan fasilitas pascapanen dinilai krusial untuk mendukung rantai pasok pangan dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Apresiasi untuk Kinerja Bulog

Di sisi lain, DPR juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Bulog dalam mengelola cadangan beras di wilayah tersebut.

Gudang Bulog Labuan Bajo dinilai dalam kondisi:

  • Bersih dan tertata rapi
  • Sistem penyimpanan berjalan baik
  • Distribusi program pangan, termasuk SPHP, berjalan lancar

“Ketersediaan stok beras ini menjadi bukti nyata bahwa Bulog hadir menjaga ketahanan pangan nasional,” tambah Siti Hediati Soeharto.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga beras di masyarakat.

BACA JUGA: 
Sukses Ukir Sejarah Swasembada Pangan, Mentan Amran Tuai Pujian Tokoh Pertanian Nasional

Kunjungan ini menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kualitas pengolahan dan distribusi.

Dengan stok yang terjaga, distribusi yang lancar, serta perbaikan fasilitas di tingkat petani, sistem pangan nasional diharapkan semakin kuat dan adaptif menghadapi tantangan global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru