Menhub Pastikan Akan Investigasi Menyeluruh Tabrakan Kereta Bekasi

SulawesiPos.com – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden sekaligus menjadi bahan evaluasi komprehensif ke depan.

“Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan,” ujar Dudy.

Menhub memastikan proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas.

Pemerintah juga menjamin seluruh korban akan mendapatkan penanganan terbaik serta hak-haknya sesuai ketentuan.

Berdasarkan kronologi awal, kecelakaan bermula ketika KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper kendaraan di perlintasan sebidang JPL 85.

Rangkaian tersebut kemudian dihentikan dan ditetapkan sebagai perjalanan luar biasa (PLB).

Dampaknya, KRL lain yang menuju Cikarang harus diberhentikan di Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sempurna sehingga menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti.

BACA JUGA: 
Kemenhub Pastikan Seluruh Kru dan Pesawat ATR 42-500 Penuhi Standar Kesehatan Penerbangan

KNKT Lakukan Penyelidikan

Pemerintah menyerahkan proses investigasi teknis kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyelidikan berjalan objektif dan independen.

“Kami memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif agar hasilnya bisa menjadi dasar evaluasi ke depan,” tegas Dudy.

Dudy menekankan bahwa insiden ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi.

“Kejadian kecelakaan kereta api ini jadi pelajaran yang sangat penting buat PT KAI dan kami, untuk bagaimana bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus memastikan rasa aman dan nyaman, dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, operasional KRL sementara disesuaikan dan hanya melayani hingga Stasiun Bekasi.

Sementara itu, proses pendataan korban masih terus berlangsung seiring penanganan pascakecelakaan.

SulawesiPos.com – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden sekaligus menjadi bahan evaluasi komprehensif ke depan.

“Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan,” ujar Dudy.

Menhub memastikan proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas.

Pemerintah juga menjamin seluruh korban akan mendapatkan penanganan terbaik serta hak-haknya sesuai ketentuan.

Berdasarkan kronologi awal, kecelakaan bermula ketika KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper kendaraan di perlintasan sebidang JPL 85.

Rangkaian tersebut kemudian dihentikan dan ditetapkan sebagai perjalanan luar biasa (PLB).

Dampaknya, KRL lain yang menuju Cikarang harus diberhentikan di Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sempurna sehingga menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti.

BACA JUGA: 
Update Tragedi Bekasi Timur! 81 Luka, Tiga Penumpang Masih Terjepit di Bangkai Kereta

KNKT Lakukan Penyelidikan

Pemerintah menyerahkan proses investigasi teknis kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyelidikan berjalan objektif dan independen.

“Kami memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif agar hasilnya bisa menjadi dasar evaluasi ke depan,” tegas Dudy.

Dudy menekankan bahwa insiden ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi.

“Kejadian kecelakaan kereta api ini jadi pelajaran yang sangat penting buat PT KAI dan kami, untuk bagaimana bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus memastikan rasa aman dan nyaman, dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, operasional KRL sementara disesuaikan dan hanya melayani hingga Stasiun Bekasi.

Sementara itu, proses pendataan korban masih terus berlangsung seiring penanganan pascakecelakaan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru