SulawesiPos.com – Ketegangan di Timur Tengah kian meluas setelah fasilitas diplomatik Amerika Serikat di Arab Saudi dilaporkan menjadi sasaran serangan drone.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh diserang drone pada Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden tersebut memicu kebakaran kecil dan menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.
“Kedubes AS di Riyadh telah diserang dua drone, menurut pemeriksaan awal. Kebakaran kecil terjadi akibat serangan dan gedung kedutaan rusak ringan,” kata kementerian itu di platform X.
Laporan dari jurnalis Fox News, Jennifer Griffin menyebut gedung dalam kondisi kosong saat serangan terjadi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Serangan Disebut Menjangkau Oman dan Bahrain
Ketegangan regional dilaporkan meluas ke dua negara Teluk lainnya.
Di Oman, media pemerintah setempat mengabarkan sebuah tangki penyimpanan bahan bakar di Pelabuhan Komersial Duqm menjadi sasaran serangan drone.
Otoritas menyebut dampak kerusakan relatif ringan dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Sementara itu di Bahrain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melalui saluran medianya mengklaim telah mengerahkan 20 drone dan tiga rudal ke pangkalan udara Amerika Serikat di kawasan Sheikh Isa.
Dalam pernyataan tersebut, IRGC menyebut pusat komando utama pangkalan mengalami kehancuran.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi independen maupun pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
Situasi ini menambah daftar titik panas di kawasan Teluk, di tengah eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Rangkaian Eskalasi di Kawasan
Serangan terhadap kedutaan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Pada Sabtu (28/2) waktu setempat, AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah aset Amerika Serikat di kawasan Teluk.

