SulawesiPos.com – Fenomena nongkrong di warung kopi (warkop) di Kota Makassar kini memiliki segmentasi waktu yang unik.
Warkop Haji Edy yang berlokasi di Jalan Veteran Selatan, kawasan Pa’baeng-baeng, menjadi destinasi utama bagi komunitas “Pejuang Subuh” untuk bersantai sejenak sebelum memulai aktivitas harian.
Aktivitas di warkop ini terpantau sudah mulai ramai sejak pukul 05.30 Wita.
Para pengunjung umumnya merupakan jemaah yang baru saja menyelesaikan salat subuh secara berjemaah di berbagai masjid sekitar.
Berbeda dengan suasana warkop pada umumnya, para pelanggan di jam pagi ini didominasi oleh pria yang mengenakan pakaian ibadah seperti jubah, sarung, dan baju koko.
Menariknya, pengunjung tidak hanya berasal dari kalangan lansia atau pensiunan, tetapi juga diikuti oleh generasi muda.

Pemilik warkop, Haji Edy Suriadi, mengungkapkan bahwa persiapan sudah dilakukan jauh sebelum pelanggan datang agar layanan tetap maksimal.
Termasuk juga aneka kue-kue tradisional khas Makassar, seperti Songkolo, Nasi Kuning, Roko-roko Unti, Taripang, dan kue-kue lainnya.
“Saya sudah mulai menyiapkan seduhan kopi sejak pukul 04.30 Wita, tepat sebelum berangkat salat subuh. Jadi saat jemaah datang, warkop sudah siap melayani,” ujar Haji Edy pada Sulawesi Pos, Rabu (6/5/2026)
Warkop Haji Edy tercatat sering disambangi oleh sejumlah tokoh penting di Sulawesi Selatan. Beberapa nama tokoh yang kerap terlihat menikmati kopi subuh di tempat ini antara lain: Ilham Arief Sirajuddin, mantan Wali Kota Makassar, Ustaz Das’ad Latif, pendakwah nasional, politisi Golkar Nasran Mone bersama rekan jemaahnya, serta Prof. Muammar Bakri, Rektor UIM dan imam Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar
Durasi waktu kumpul komunitas Pejuang Subuh ini biasanya berlangsung hingga pukul 08.00 Wita.
Setelah kelompok jemaah masjid ini beranjak, suasana warkop akan mengalami transisi pengunjung.
Secara bertahap, kursi-kursi di warkop mulai diisi oleh komunitas pejalan kaki dan pelari pagi, yang kemudian disusul oleh kalangan pekerja serta masyarakat umum hingga menjelang larut malam.
Selain di Jalan Veteran, beberapa cabang Warkop Haji Edy lainnya, juga diramaikan oleh komunitas pejuang subuh, seperti di Jalan Ratulangi, Jalan Urip, serta Warkop Pelita di Jalan Pelita Raya, yang sahamnya juga dimiliki sebagian oleh Haji Edy. (mn abdurrahman)

