Calon Rektor Prof Ismunandar Tawarkan Lima Program Strategis untuk UNM 2031

SulawesiPos.com – Bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 Prof Ismunandar PhD menawarkan visi “UNM yang Unggul, Inklusif, Berintegritas, dan Berdampak” melalui dokumen program kerja bertajuk “Universitas terNama Mandiri”.

Gagasan tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi UNM sebagai universitas pendidikan dan edu-entrepreneurship terdepan di Kawasan Timur Indonesia, meningkatkan rekognisi di Asia, serta menggeser fokus kampus dari capaian kuantitatif menuju mutu dan dampak nyata.

Dokumen visi, misi, dan program kerja itu memuat lima misi, lima program strategis, peta jalan tiga fase hingga 2031, serta target kuantitatif yang mencakup lulusan, dosen, akreditasi, anggaran, riset, layanan mahasiswa, kemandirian BLU, dan posisi UNM dalam pemeringkatan Asia.

Ismunandar mendaftar sebagai bakal calon rektor UNM pada 9 Oktober 2026 dan menjadi pendaftar ketujuh dalam penjaringan.

Sebelum Ismunandar, enam nama yang disebut telah mendaftar ialah Wakil Rektor III Arifin Manggau, mantan Wakil Rektor IV Eko Hadi Sujiono, Wakil Rektor I Andi Aslinda, Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra Sukardi Weda, Dekan FMIPA Suwardi Annas, dan mantan Dekan FIKK Hasmyati.

Saat menyerahkan berkas di Gedung Pinisi UNM, ia menyebut proses pemilihan rektor sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan, program, dan kompetensi.

“Ini adalah proses akademik demokratis yang kita berharap adu gagasan, adu program, adu kompetensi,” kata Ismunandar.

Ia bukan lulusan UNM, tetapi memiliki keterkaitan dengan Makassar karena istrinya berasal dari kota tersebut. Ismunandar menempuh pendidikan kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar doktor dari University of Sydney, Australia.

Dari ITB, Kebijakan Pendidikan, hingga UNESCO

Dalam dokumen program kerjanya, Ismunandar menyebut pendidikan sarjana kimia ditempuh di ITB pada 1988–1992, kemudian pendidikan doktor di University of Sydney pada 1994–1998.

Ia memulai rangkaian penugasan penting di ITB pada 2001–2010 sebagai Sekretaris Departemen Kimia, Manajer Riset FMIPA, dan Sekretaris LPPM.

Pada periode itu, ia ikut menjalani masa awal ITB sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang disebut menjadi cikal bakal status perguruan tinggi negeri berbadan hukum.

Dari pengalaman tersebut, Ismunandar menarik pelajaran bahwa perubahan kelembagaan hanya dapat berjalan apabila seluruh sivitas akademika diajak berdialog sejak awal.

Pada 2010–2014, ia mendapat penugasan di SEAMEO QITEP in Science. Ia terlibat dalam perintisan pusat peningkatan mutu guru sains bagi negara-negara ASEAN dan Timor-Leste.

Pengalaman tersebut membentuk pandangannya bahwa mutu pendidikan bertumpu pada mutu guru. Prinsip itu kemudian ia kaitkan dengan mandat UNM sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan kebutuhan memperkuat kualitas dosen.

Pada 2014–2017, Ismunandar bertugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Singapura dan Amerika Serikat. Ia mendampingi penerima beasiswa, termasuk dosen yang menempuh studi doktor, sekaligus menjalankan diplomasi pendidikan dan kebudayaan di negara akreditasi.

Menurut dia, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa studi lanjut membutuhkan dukungan yang nyata, baik dalam akses, pendampingan, maupun lingkungan akademik.

Pada 2018–2021, Ismunandar berada di Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, kemudian menjadi Penasihat Senior Menristek/BRIN.

Ia bersama tim merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembelajaran serta kemahasiswaan pada pendidikan tinggi akademik dan profesi, termasuk mengelola KIP Kuliah bagi ratusan ribu mahasiswa.

Pengalaman itu membentuk pandangannya bahwa kebijakan baru memiliki makna apabila manfaatnya benar-benar sampai kepada mahasiswa.

Pada 2021–2024, Ismunandar menjabat Wakil Tetap RI untuk UNESCO di Paris. Ia mengelola hubungan diplomatik multilateral dan memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di forum UNESCO.

Dari penugasan tersebut, ia menyimpulkan bahwa dunia menghargai pendidikan yang berakar kuat pada budaya sendiri.

Sejak 2024 hingga kini, ia tercatat sebagai Penasihat Senior Menteri Kebudayaan RI dan membawa gagasan bahwa kearifan lokal dapat menjadi kekuatan untuk melangkah ke panggung global.

Media juga mencatat pengalaman Ismunandar di bidang pendidikan tinggi, riset, diplomasi, dan kebudayaan, termasuk sebagai Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan serta pejabat yang pernah bertugas di perwakilan Indonesia di luar negeri.

Jejaring dari kampus, kementerian, lembaga regional, hingga UNESCO ingin ia buka untuk dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni UNM.

Dalam dokumen itu, ia menempatkan warga kampus sebagai pihak yang paling memahami UNM dan memegang kunci kemajuannya.

Modal UNM dan Pekerjaan Rumah Menuju 2031

Dalam dokumen yang merujuk Laporan Kinerja UNM 2025, Ismunandar menyebut UNM telah tumbuh menjadi institusi besar berakreditasi Unggul dengan 48.819 mahasiswa aktif, 1.937 dosen, dan 494 tenaga kependidikan.

Dari jumlah dosen tersebut, 627 orang bergelar doktor dan 159 orang merupakan profesor. Sumber daya itu tersebar di 10 fakultas, Program Pascasarjana, dan enam lokasi kampus.

Pada 2025, sembilan dari 11 indikator kinerja utama UNM disebut tercapai atau terlampaui dengan rata-rata capaian 173,51 persen. Sebanyak 86,03 persen lulusan juga tercatat telah bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha.

Lima program studi Fakultas Teknik UNM meraih akreditasi internasional ASIIN pada Januari 2026.

Kelima program studi itu adalah S1 Pendidikan Teknologi Pertanian, S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Bangunan, S1 Pendidikan Teknik Mesin, S1 Pendidikan Teknik Elektronika, dan S1 Pendidikan Teknik Otomotif.

Akreditasi tersebut dinyatakan berlaku hingga 30 September 2029. Capaian itu menjadi modal UNM untuk memperluas rekognisi internasional, meskipun Ismunandar menilai masih ada pekerjaan rumah yang perlu ditangani.

Ia mengusulkan agar periode 2027–2031 tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas dan dampak nyata. Beberapa tantangan yang dicantumkan dalam dokumen itu meliputi:

• Proporsi dosen bergelar S3 baru 32,4 persen dan guru besar 8,2 persen.
• Mahasiswa yang belajar di luar program studi atau meraih prestasi masih sekitar 15 persen, atau separuh dari target 30 persen.
• Nilai Kinerja Anggaran 2025 tercatat 63,57 berdasarkan data pertengahan November 2025 sebelum rekonsiliasi akhir tahun, masih di bawah target 89,50.
• Posisi UNM dalam QS Asian University Rankings bergeser dari kelompok #901+ pada 2025 menjadi #1201–1300 pada 2026.
• Sejumlah sarana yang direncanakan, seperti gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rumah Sakit Pendidikan, dan Teaching Industry, perlu diwujudkan.
• Re-akreditasi institusi jatuh tempo pada Mei 2027, tepat pada awal masa kepemimpinan baru.
• Teknologi digital dan kecerdasan artifisial mengubah cara belajar, meneliti, bekerja, serta mengelola perguruan tinggi.

BACA JUGA:  Guru Besar ITB Prof Ismunandar Ramaikan Pilrek UNM

Dalam dokumen tersebut, perkembangan teknologi ditempatkan sebagai peluang yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Teknologi diharapkan menjadi penguat, sedangkan manusia tetap menjadi pusat keputusan dan proses pendidikan.

Kepemimpinan Berbasis Statuta dan Kerja Tim

Ismunandar menempatkan Statuta UNM berdasarkan Permenristekdikti Nomor 7 Tahun 2018 sebagai konstitusi kampus. Renstra UNM 2024–2028 diposisikan sebagai pedoman perjalanan, sedangkan program kerja rektor menjadi rute untuk mewujudkan keduanya.

Ia menafsirkan Pasal 34 Statuta sebagai penegasan bahwa kepemimpinan UNM merupakan kerja tim. Rektor sebagai pemimpin eksekutif kampus disebutnya sebagai primus inter pares, atau yang pertama di antara yang setara.

Menurut rancangan tersebut, Senat, Rektor, Satuan Pengawas Internal (SPI), Dewan Penyantun, Dewan Pengawas BLU, lembaga, unit pelaksana teknis, senat fakultas, organisasi kemahasiswaan, dan alumni harus bekerja dalam ekosistem tata kelola yang saling melengkapi.

Senat diposisikan sebagai mitra utama dalam menjaga marwah akademik, menetapkan norma dan kode etik, mengawasi penjaminan mutu, kebebasan akademik, kebijakan penilaian kinerja dosen, serta memberi pertimbangan mengenai pembukaan program studi dan pengusulan lektor kepala maupun profesor.

SPI diharapkan hadir sebagai mitra pencegahan sejak dini dalam pengawasan nonakademik dan perbaikan tata kelola, bukan hanya sebagai pemeriksa di akhir.

Dewan Penyantun yang diketuai Gubernur Sulawesi Selatan dan beranggotakan unsur tokoh masyarakat, pakar pendidikan, dunia usaha, serta alumni ditempatkan sebagai jembatan antara UNM dan masyarakat Sulawesi Selatan.

Dewan Pengawas BLU diarahkan mengawasi pengelolaan keuangan dan kinerja layanan. LPMPP mengawal penjaminan mutu, pembelajaran, dan akreditasi, LP2M mengoordinasikan riset serta pengabdian, sedangkan LIPK mengembangkan inovasi dan kewirausahaan.

Organisasi kemahasiswaan dan alumni juga akan dilibatkan. Organisasi mahasiswa diposisikan sebagai mitra dalam membangun atmosfer kampus, sementara alumni dapat berperan sebagai mentor, mitra magang, serta sumber umpan balik bagi kurikulum.

Tiga janji kerja yang dicantumkan Ismunandar ialah mengusahakan kecukupan sumber daya dan kompetensi secara adil, memangkas hambatan birokrasi agar layanan cepat dan transparan, serta membangun rute dan tim terbaik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Visi, Lima Misi, dan Nilai Bugis-Makassar

Visi yang ditawarkan ialah:

“UNM yang Unggul, Inklusif, Berintegritas, dan Berdampak: Universitas Pendidikan dan Edu-Entrepreneurship Terdepan di Kawasan Timur Indonesia yang Diakui di Asia pada Tahun 2031.”

Visi itu disebut tidak menggantikan amanat Statuta UNM tentang peran kampus sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan pendidikan, sains, teknologi, serta seni berwawasan kependidikan dan kewirausahaan.

Lima misi yang diajukan adalah:

1. Memulihkan kepercayaan melalui tata kelola berintegritas, kampus yang aman dan bebas kekerasan, perluasan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, pengelolaan anggaran akuntabel, dan layanan digital yang cepat serta transparan.

2. Menghasilkan lulusan dan guru profesional yang siap kerja, inklusif, dan berjiwa kemanusiaan melalui pembelajaran berbasis kasus dan proyek, teknologi serta kecerdasan artifisial yang berpusat pada manusia, pengalaman belajar di luar program studi, akses afirmasi, penguatan STEM, teknik, kesehatan, kewirausahaan, LPTK, dan PPG.

3. Memperkuat SDM akademik melalui peningkatan dosen bergelar S3 dan guru besar, sertifikasi kompetensi, literasi digital, kecerdasan artifisial, serta kesejahteraan berbasis kinerja.

4. Menghadirkan riset, inovasi, dan pengabdian yang berdampak bagi daerah serta bangsa melalui pengembangan PUI-PT, pemanfaatan teknologi secara etis, perlindungan dan hilirisasi kekayaan intelektual, pengabdian yang terintegrasi dengan perencanaan daerah, publikasi bereputasi, dan rekognisi internasional.

5. Mewujudkan kampus mandiri, modern, dan hijau melalui optimalisasi aset serta unit bisnis BLU, pembangunan infrastruktur fisik dan digital, kesiapan otonomi kelembagaan, serta kampus yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program tersebut dirancang berakar pada nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, yang dimaknai sebagai saling memanusiakan, menghormati, dan mengingatkan.

Nilai siri’ na pacce ditempatkan sebagai panduan menjaga harga diri dan empati. Kepemimpinan diarahkan bertumpu pada acca atau kecerdasan, lempu’ atau kejujuran, warani atau keberanian, dan getteng atau keteguhan.

Etos kerja digerakkan oleh reso, sedangkan kebersamaan diikat oleh abbulo sibatang. Ismunandar juga mengaitkan nilai tersebut dengan simbol dalam lambang UNM, seperti lontara, layar pinisi, tujuh lidah api, lingkaran hitam, dan Sulapa Appa.

Lima Program Strategis UNM 2031

Lima program strategis yang ditawarkan bertumpu pada 1.937 dosen dan 494 tenaga kependidikan sebagai penggerak utama. Dua benang merahnya ialah teknologi sebagai penguat dengan manusia sebagai pusat, serta kampus sebagai ruang perjumpaan yang membangun empati, kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, dan berpikir kritis.

1. UNM Berintegritas dan Melayani

Program pertama menargetkan Nilai Kinerja Anggaran di atas target Renstra 2028, yaitu lebih dari 90, serta penambahan unit kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi.

Kampus aman dan bebas kekerasan akan diperkuat melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi atau Satgas PPKPT. Satgas tersebut akan diperkuat sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 yang mengatur pencegahan dan penanganan kekerasan, satuan tugas, tata cara penanganan, pemulihan, hak korban, saksi, dan terlapor.

Program itu mencakup kanal pelaporan terlindungi termasuk secara anonim, edukasi pencegahan bagi sivitas, serta penanganan yang menghormati asas praduga tak bersalah. Setiap laporan ditargetkan ditangani sesuai tenggat regulasi dan waktu penanganannya dilaporkan berkala.

BACA JUGA:  Unhas Melompat ke Peringkat 861 Dunia dalam QS WUR 2027, Naik 111 Tingkat

Ismunandar juga menawarkan Satu Data UNM dengan dashboard IKU per program studi dan rekonsiliasi anggaran bulanan. Digitalisasi layanan akademik serta kepegawaian akan dilanjutkan, sementara kecerdasan artifisial digunakan untuk mempercepat layanan dengan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

SPI dan Dewan Pengawas BLU ditempatkan sebagai mitra pengawasan dan akuntabilitas keuangan. Senat menjaga kode etik akademik, sedangkan fakultas dan unit kerja menjadi garda pembangunan Zona Integritas.

2. Lulusan Siap Kerja, Wirausaha, dan Berjiwa Kemanusiaan

Program kedua menargetkan mahasiswa yang belajar di luar program studi atau meraih prestasi nasional dan internasional berada di atas target Renstra 2028 sebesar 30 persen.

Konversi SKS akan disederhanakan dan magang industri dijadikan bagian dari kurikulum yang fleksibel. PPG dan sekolah laboratorium dikembangkan agar menjadi rujukan pendidikan guru di Kawasan Timur Indonesia, termasuk dalam menyiapkan guru yang mampu memanfaatkan teknologi.

UNM juga akan menarik calon guru melalui beasiswa dan jalur afirmasi, meningkatkan mutu PPG menuju akreditasi Unggul, memantau kelulusan uji kompetensi dan penyerapan lulusan, serta membangun kemitraan dengan pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan serta Kawasan Timur Indonesia.

Pada bidang nonkependidikan yang menampung hampir separuh mahasiswa UNM, program studi STEM, STEAM, teknik, dan kesehatan akan diperkuat agar meraih akreditasi Unggul. Fakultas Kedokteran dan program studi kesehatan disiapkan terhubung dengan Rumah Sakit Pendidikan.

Untuk mahasiswa dari wilayah 3T, keluarga kurang mampu, perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat adat, akses serta pendampingan akan diperluas melalui KIP Kuliah, beasiswa daerah, Unit Layanan Disabilitas, dan Rekognisi Pembelajaran Lampau.

Model flipped classroom akan digunakan dengan materi dipelajari secara mandiri melalui pembelajaran daring, sedangkan pertemuan tatap muka diarahkan untuk diskusi, studi kasus, dan proyek lintas disiplin.

Perkuliahan daring serta jarak jauh untuk sebagian mata kuliah ditujukan memperluas akses mahasiswa di kampus daerah dan guru dalam jabatan. Kecerdasan artifisial akan diperkenalkan sebagai mitra belajar dengan panduan etika serta integritas akademik.

Ruang belajar bersama, organisasi mahasiswa, seni, olahraga, budaya, KKN, dan pembimbingan akademik akan digunakan untuk membangun keterampilan kemanusiaan. LIPK akan dilibatkan dalam inkubasi wirausaha mahasiswa, sedangkan alumni menjadi mentor dan mitra magang.

3. Dosen Unggul

Program ketiga menargetkan proporsi dosen bergelar S3 melampaui 35 persen pada 2028 dan terus meningkat hingga 2031. Proporsi guru besar ditargetkan melampaui target Renstra 2028 sebesar 15 persen.

Setiap program studi akan memiliki kuota studi lanjut S3 yang terjadwal, pendampingan, dan sistem peringatan dini agar studi selesai tepat waktu. Sebanyak 274 lektor kepala akan mendapat dukungan, termasuk klinik percepatan menuju guru besar.

Profesionalisme dosen diperkuat melalui sertifikasi kompetensi yang diakui industri, pelatihan pembelajaran daring, flipped classroom, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pengajaran serta penelitian.

Kesejahteraan dosen diusulkan diperhatikan melalui pemeriksaan kesehatan tahunan, lingkungan kerja inklusif, dan penghargaan berbasis kinerja yang proporsional.

Senat, Program Pascasarjana, dan LPMPP akan dilibatkan agar percepatan jabatan akademik tetap menjaga mutu dan etika. Pendampingan pedagogik dosen juga diarahkan melalui program seperti PEKERTI dan Applied Approach.

4. Riset, Pengabdian, dan Rekognisi Global

Program keempat menargetkan proporsi program studi berakreditasi internasional di atas target Renstra 2028 sebesar 25 persen.

Pusat unggulan riset diarahkan pada inovasi kependidikan, potensi maritim, ketahanan pangan, dan kajian budaya Sulawesi Selatan. Fokus tersebut diselaraskan dengan agenda riset nasional di bidang pangan, maritim, kesehatan, digital, lingkungan, dan energi.

Ekosistem riset akan diperkuat melalui klinik penulisan, pelatihan publikasi bereputasi, pendanaan internal, fasilitasi kekayaan intelektual, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial dan analitik data secara etis.

Produksi artikel jurnal internasional bereputasi ditargetkan meningkat dari 490 artikel pada 2025 menuju 1.000 artikel per tahun. Pada 2025, UNM disebut memiliki 103 karya berpaten nasional dan belum memiliki paten internasional, serta 28 karya terapan yang telah dimanfaatkan dunia usaha, industri, atau masyarakat.

Pusat unggulan riset akan diarahkan menuju status Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi atau PUI-PT. Ismunandar juga mengusulkan pembentukan technology transfer office dan kemitraan dengan science and technology park untuk mengawal kekayaan intelektual hingga dimanfaatkan.

Paten internasional akan didorong melalui skema dana padanan bersama industri dan pemerintah. LP2M menjadi motor riset dan pengabdian, LPMPP mengawal akreditasi internasional, sementara Senat menjaga kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.

Pengabdian kepada masyarakat diarahkan terintegrasi dengan RPJMD dan RKPD pemerintah daerah di Sulawesi Selatan serta Kawasan Timur Indonesia. KKN tematik, desa binaan, dan pengabdian berbasis riset akan diukur berdasarkan pemanfaatan nyata oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

5. Kampus Mandiri dan Hijau

Program kelima menargetkan pendapatan BLU di luar Uang Kuliah Tunggal meningkat setiap tahun.

Sumber pendapatan akan diperluas melalui unit bisnis kampus, kemitraan dengan industri, program pendidikan daring, pelatihan, riset terapan, kerja sama dengan pemerintah daerah, filantropi, alumni, dan mitra internasional.

Kemitraan juga diarahkan untuk meningkatkan mutu guru, memajukan kebudayaan, mengembangkan dana abadi, dan memperluas ruang pengabdian UNM. Seluruh kerja sama disebut harus dijalankan secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya kembali kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat.

UNM juga akan menuntaskan fasilitas baru dan menghidupkan aset yang belum produktif. Studi kelayakan Rumah Sakit Pendidikan dan Teaching Industry disiapkan sebagai dasar pembangunan bertahap.

Infrastruktur digital, mulai jaringan internet hingga platform pembelajaran daring, akan diperkuat di seluruh lokasi kampus. Pilihan bentuk kelembagaan, termasuk PTN-BH, akan dikaji secara terbuka melalui dialog bersama sivitas dan pemangku kepentingan.

BACA JUGA:  Sebanyak 7 Bakal Calon Rektor UNM akan Ditetapkan di Hari Sumpah Pemuda

Kampus juga ditata menjadi lebih hijau, cerdas, dan ramah penyandang disabilitas dengan ruang terbuka yang mendorong interaksi akademik dan sosial. Dewan Penyantun menjadi jembatan kemitraan, sedangkan Dewan Pengawas BLU dan SPI mengawasi pengembangan usaha serta pengelolaan aset.

Peta Jalan Tiga Fase hingga 2031

Ismunandar membagi peta jalan lima tahun dalam tiga fase yang membentuk kata “UNM”, yaitu Ungkit, Nyala, dan Mandiri.

Pada Fase Ungkit 2027, 100 hari pertama diarahkan untuk memulihkan kepercayaan, mengonsolidasikan sivitas, mempercepat program berjalan, mengawal re-akreditasi institusi Unggul sebelum Mei 2027, menata aset dan infrastruktur tertunda, menghadirkan dashboard IKU, serta menyusun peta jalan transformasi digital yang berpusat pada manusia.

Pada Fase Nyala 2027–2029, program yang ditawarkan mencakup penyelesaian Renstra 2024–2028, penyusunan Renstra 2029–2033 bersama Senat dan seluruh elemen kampus, perluasan flipped classroom serta pembelajaran daring, percepatan studi S3 dan jabatan guru besar, penguatan jejaring, akreditasi internasional, serta pengoperasian pusat unggulan riset.

Pada Fase Mandiri 2028–2031, UNM diarahkan membangun kemandirian finansial melalui unit bisnis BLU, memulai operasi Rumah Sakit Pendidikan dan Teaching Industry, menentukan arah kelembagaan berdasarkan kajian bersama, serta memperbaiki posisi UNM dalam QS Asia.

Target Kuantitatif yang Diajukan

Dalam dokumen tersebut, Ismunandar mengajukan sejumlah indikator sebagai ukuran keberhasilan bersama. Target yang dicantumkan meliputi:

• Lulusan bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha: baseline 86,03 persen pada 2025, dengan arah 2031 di atas 86,31 persen atau target nasional 2029.
• Mahasiswa belajar di luar program studi atau berprestasi: baseline 15,16 persen, dengan arah 2031 di atas 30 persen.
• Dosen bergelar S3: baseline 32,4 persen, dengan arah peningkatan di atas 35 persen pada 2028 dan terus ditinjau hingga 2031.
• Dosen berjabatan guru besar: baseline 8,2 persen, dengan arah 2031 di atas 15 persen.
• Program studi S1 dan D4/D3 berakreditasi atau bersertifikat internasional: baseline 14,67 persen, dengan arah 2031 di atas 25 persen.
• Nilai Kinerja Anggaran: baseline 63,57, dengan arah 2031 di atas 90.
• Peringkat QS Asian University Rankings: baseline #1201–1300 pada 2026, dengan arah perbaikan.
• Unit kerja berpredikat WBK: bertambah, dengan ukuran awal yang akan ditetapkan bersama.
• Mahasiswa penerima KIP Kuliah dan jalur afirmasi: meningkat setelah baseline diukur pada 2027.
• Unit Layanan Disabilitas dan sarana aksesibel: beroperasi penuh.
• PPG berakreditasi Unggul dan kelulusan uji kompetensi: mencapai status Unggul serta meningkat.
• Program studi STEM, teknik, dan kesehatan berakreditasi Unggul: meningkat.
• Artikel jurnal internasional bereputasi: dari 490 artikel pada 2025 menuju 1.000 artikel per tahun.
• Karya berpaten: baseline 103 paten nasional dan nol paten internasional, dengan target sedikitnya 10 paten per tahun serta peningkatan paten internasional.
• Karya terapan yang dimanfaatkan dunia usaha, industri, masyarakat, atau pemerintah daerah: meningkat dari baseline 28 karya.
• Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi: minimal satu PUI-PT ditetapkan.
• Program pengabdian terintegrasi RPJMD/RKPD: meningkat.
• Laporan kekerasan yang ditangani sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024: 100 persen selesai tepat waktu.
• Proporsi pendapatan BLU di luar UKT: meningkat setiap tahun setelah baseline diukur pada 2027.

Dokumen tersebut juga mencantumkan target Renstra 2028 sebagai pembanding, antara lain 30 persen untuk mahasiswa yang belajar di luar program studi atau berprestasi, 15 persen untuk guru besar, 25 persen untuk program studi berakreditasi internasional, dan 90 untuk Nilai Kinerja Anggaran.

Untuk dosen bergelar S3, tabel dokumen mencantumkan baseline 32,4 persen, target Renstra 2028 sebesar 75 persen, serta arah peningkatan di atas 35 persen pada 2028 dan peninjauan bersama. Angka itu perlu dibaca sesuai dokumen sumber dan menjadi bagian yang dapat diperjelas dalam penyusunan Renstra 2029–2033.

Ismunandar menyebut besaran pasti setiap target setelah 2028 akan dirumuskan bersama Senat, pimpinan fakultas dan lembaga, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni.

“Target yang disusun bersama akan dijalankan bersama pula,” demikian gagasan yang ditekankan dalam dokumen tersebut.

Bursa Pilrek UNM

Ketua Panitia Pilrek UNM Muhammad Idhkam mengatakan pendaftaran ditutup pada 9 Oktober 2026. Tahapan berikutnya mencakup pemeriksaan kelengkapan berkas dan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk panitia.

Ismunandar menyatakan kesiapan mengikuti proses pemilihan secara demokratis. Ia juga menilai UNM memiliki modal untuk meningkatkan kiprah internasional melalui program studi berakreditasi internasional dan kerja sama riset dengan mitra luar negeri.

“Kalau terpilih nantinya tentu saja kita bisa tingkatkan lebih besar lagi untuk boost internasional. Karena jaringan internasional tentu sangat penting saat ini,” ujarnya.

Ia juga membuka gagasan peningkatan status kelembagaan UNM dari Badan Layanan Umum menjadi perguruan tinggi dengan otonomi yang lebih tinggi, termasuk opsi PTN-BH yang dikaji bersama dan mendapat dukungan pemerintah pusat.

“UNM semakin maju, semakin unggul, dan semakin mandiri. Status BLU saat ini, mudah-mudahan dengan kerja keras kita bersama nantinya dan juga dukungan dari pemerintah pusat tentu saja, bisa meningkat statusnya menjadi status perguruan tinggi yang lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Prof. Ismunandar dalam dokumen program kerja menyatakan visi tersebut bukan milik dirinya sendiri, melainkan peta jalan bersama keluarga besar UNM.

Ia menutup dokumen dengan ajakan untuk melangkah melalui integritas dan kebersamaan, berpegang pada nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, serta menggunakan semangat lambang pinisi UNM untuk membawa kampus dari Sulawesi Selatan menuju Indonesia dan dunia.*

SulawesiPos.com – Bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 Prof Ismunandar PhD menawarkan visi “UNM yang Unggul, Inklusif, Berintegritas, dan Berdampak” melalui dokumen program kerja bertajuk “Universitas terNama Mandiri”.

Gagasan tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi UNM sebagai universitas pendidikan dan edu-entrepreneurship terdepan di Kawasan Timur Indonesia, meningkatkan rekognisi di Asia, serta menggeser fokus kampus dari capaian kuantitatif menuju mutu dan dampak nyata.

Dokumen visi, misi, dan program kerja itu memuat lima misi, lima program strategis, peta jalan tiga fase hingga 2031, serta target kuantitatif yang mencakup lulusan, dosen, akreditasi, anggaran, riset, layanan mahasiswa, kemandirian BLU, dan posisi UNM dalam pemeringkatan Asia.

Ismunandar mendaftar sebagai bakal calon rektor UNM pada 9 Oktober 2026 dan menjadi pendaftar ketujuh dalam penjaringan.

Sebelum Ismunandar, enam nama yang disebut telah mendaftar ialah Wakil Rektor III Arifin Manggau, mantan Wakil Rektor IV Eko Hadi Sujiono, Wakil Rektor I Andi Aslinda, Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra Sukardi Weda, Dekan FMIPA Suwardi Annas, dan mantan Dekan FIKK Hasmyati.

Saat menyerahkan berkas di Gedung Pinisi UNM, ia menyebut proses pemilihan rektor sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan, program, dan kompetensi.

“Ini adalah proses akademik demokratis yang kita berharap adu gagasan, adu program, adu kompetensi,” kata Ismunandar.

Ia bukan lulusan UNM, tetapi memiliki keterkaitan dengan Makassar karena istrinya berasal dari kota tersebut. Ismunandar menempuh pendidikan kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar doktor dari University of Sydney, Australia.

Dari ITB, Kebijakan Pendidikan, hingga UNESCO

Dalam dokumen program kerjanya, Ismunandar menyebut pendidikan sarjana kimia ditempuh di ITB pada 1988–1992, kemudian pendidikan doktor di University of Sydney pada 1994–1998.

Ia memulai rangkaian penugasan penting di ITB pada 2001–2010 sebagai Sekretaris Departemen Kimia, Manajer Riset FMIPA, dan Sekretaris LPPM.

Pada periode itu, ia ikut menjalani masa awal ITB sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang disebut menjadi cikal bakal status perguruan tinggi negeri berbadan hukum.

Dari pengalaman tersebut, Ismunandar menarik pelajaran bahwa perubahan kelembagaan hanya dapat berjalan apabila seluruh sivitas akademika diajak berdialog sejak awal.

Pada 2010–2014, ia mendapat penugasan di SEAMEO QITEP in Science. Ia terlibat dalam perintisan pusat peningkatan mutu guru sains bagi negara-negara ASEAN dan Timor-Leste.

Pengalaman tersebut membentuk pandangannya bahwa mutu pendidikan bertumpu pada mutu guru. Prinsip itu kemudian ia kaitkan dengan mandat UNM sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan kebutuhan memperkuat kualitas dosen.

Pada 2014–2017, Ismunandar bertugas sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Singapura dan Amerika Serikat. Ia mendampingi penerima beasiswa, termasuk dosen yang menempuh studi doktor, sekaligus menjalankan diplomasi pendidikan dan kebudayaan di negara akreditasi.

Menurut dia, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa studi lanjut membutuhkan dukungan yang nyata, baik dalam akses, pendampingan, maupun lingkungan akademik.

Pada 2018–2021, Ismunandar berada di Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, kemudian menjadi Penasihat Senior Menristek/BRIN.

Ia bersama tim merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembelajaran serta kemahasiswaan pada pendidikan tinggi akademik dan profesi, termasuk mengelola KIP Kuliah bagi ratusan ribu mahasiswa.

Pengalaman itu membentuk pandangannya bahwa kebijakan baru memiliki makna apabila manfaatnya benar-benar sampai kepada mahasiswa.

Pada 2021–2024, Ismunandar menjabat Wakil Tetap RI untuk UNESCO di Paris. Ia mengelola hubungan diplomatik multilateral dan memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di forum UNESCO.

Dari penugasan tersebut, ia menyimpulkan bahwa dunia menghargai pendidikan yang berakar kuat pada budaya sendiri.

Sejak 2024 hingga kini, ia tercatat sebagai Penasihat Senior Menteri Kebudayaan RI dan membawa gagasan bahwa kearifan lokal dapat menjadi kekuatan untuk melangkah ke panggung global.

Media juga mencatat pengalaman Ismunandar di bidang pendidikan tinggi, riset, diplomasi, dan kebudayaan, termasuk sebagai Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan serta pejabat yang pernah bertugas di perwakilan Indonesia di luar negeri.

Jejaring dari kampus, kementerian, lembaga regional, hingga UNESCO ingin ia buka untuk dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni UNM.

Dalam dokumen itu, ia menempatkan warga kampus sebagai pihak yang paling memahami UNM dan memegang kunci kemajuannya.

Modal UNM dan Pekerjaan Rumah Menuju 2031

Dalam dokumen yang merujuk Laporan Kinerja UNM 2025, Ismunandar menyebut UNM telah tumbuh menjadi institusi besar berakreditasi Unggul dengan 48.819 mahasiswa aktif, 1.937 dosen, dan 494 tenaga kependidikan.

Dari jumlah dosen tersebut, 627 orang bergelar doktor dan 159 orang merupakan profesor. Sumber daya itu tersebar di 10 fakultas, Program Pascasarjana, dan enam lokasi kampus.

Pada 2025, sembilan dari 11 indikator kinerja utama UNM disebut tercapai atau terlampaui dengan rata-rata capaian 173,51 persen. Sebanyak 86,03 persen lulusan juga tercatat telah bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha.

Lima program studi Fakultas Teknik UNM meraih akreditasi internasional ASIIN pada Januari 2026.

Kelima program studi itu adalah S1 Pendidikan Teknologi Pertanian, S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Bangunan, S1 Pendidikan Teknik Mesin, S1 Pendidikan Teknik Elektronika, dan S1 Pendidikan Teknik Otomotif.

Akreditasi tersebut dinyatakan berlaku hingga 30 September 2029. Capaian itu menjadi modal UNM untuk memperluas rekognisi internasional, meskipun Ismunandar menilai masih ada pekerjaan rumah yang perlu ditangani.

Ia mengusulkan agar periode 2027–2031 tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas dan dampak nyata. Beberapa tantangan yang dicantumkan dalam dokumen itu meliputi:

• Proporsi dosen bergelar S3 baru 32,4 persen dan guru besar 8,2 persen.
• Mahasiswa yang belajar di luar program studi atau meraih prestasi masih sekitar 15 persen, atau separuh dari target 30 persen.
• Nilai Kinerja Anggaran 2025 tercatat 63,57 berdasarkan data pertengahan November 2025 sebelum rekonsiliasi akhir tahun, masih di bawah target 89,50.
• Posisi UNM dalam QS Asian University Rankings bergeser dari kelompok #901+ pada 2025 menjadi #1201–1300 pada 2026.
• Sejumlah sarana yang direncanakan, seperti gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rumah Sakit Pendidikan, dan Teaching Industry, perlu diwujudkan.
• Re-akreditasi institusi jatuh tempo pada Mei 2027, tepat pada awal masa kepemimpinan baru.
• Teknologi digital dan kecerdasan artifisial mengubah cara belajar, meneliti, bekerja, serta mengelola perguruan tinggi.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Ajak Universitas Top Inggris Bangun 10 Kampus di Indonesia

Dalam dokumen tersebut, perkembangan teknologi ditempatkan sebagai peluang yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Teknologi diharapkan menjadi penguat, sedangkan manusia tetap menjadi pusat keputusan dan proses pendidikan.

Kepemimpinan Berbasis Statuta dan Kerja Tim

Ismunandar menempatkan Statuta UNM berdasarkan Permenristekdikti Nomor 7 Tahun 2018 sebagai konstitusi kampus. Renstra UNM 2024–2028 diposisikan sebagai pedoman perjalanan, sedangkan program kerja rektor menjadi rute untuk mewujudkan keduanya.

Ia menafsirkan Pasal 34 Statuta sebagai penegasan bahwa kepemimpinan UNM merupakan kerja tim. Rektor sebagai pemimpin eksekutif kampus disebutnya sebagai primus inter pares, atau yang pertama di antara yang setara.

Menurut rancangan tersebut, Senat, Rektor, Satuan Pengawas Internal (SPI), Dewan Penyantun, Dewan Pengawas BLU, lembaga, unit pelaksana teknis, senat fakultas, organisasi kemahasiswaan, dan alumni harus bekerja dalam ekosistem tata kelola yang saling melengkapi.

Senat diposisikan sebagai mitra utama dalam menjaga marwah akademik, menetapkan norma dan kode etik, mengawasi penjaminan mutu, kebebasan akademik, kebijakan penilaian kinerja dosen, serta memberi pertimbangan mengenai pembukaan program studi dan pengusulan lektor kepala maupun profesor.

SPI diharapkan hadir sebagai mitra pencegahan sejak dini dalam pengawasan nonakademik dan perbaikan tata kelola, bukan hanya sebagai pemeriksa di akhir.

Dewan Penyantun yang diketuai Gubernur Sulawesi Selatan dan beranggotakan unsur tokoh masyarakat, pakar pendidikan, dunia usaha, serta alumni ditempatkan sebagai jembatan antara UNM dan masyarakat Sulawesi Selatan.

Dewan Pengawas BLU diarahkan mengawasi pengelolaan keuangan dan kinerja layanan. LPMPP mengawal penjaminan mutu, pembelajaran, dan akreditasi, LP2M mengoordinasikan riset serta pengabdian, sedangkan LIPK mengembangkan inovasi dan kewirausahaan.

Organisasi kemahasiswaan dan alumni juga akan dilibatkan. Organisasi mahasiswa diposisikan sebagai mitra dalam membangun atmosfer kampus, sementara alumni dapat berperan sebagai mentor, mitra magang, serta sumber umpan balik bagi kurikulum.

Tiga janji kerja yang dicantumkan Ismunandar ialah mengusahakan kecukupan sumber daya dan kompetensi secara adil, memangkas hambatan birokrasi agar layanan cepat dan transparan, serta membangun rute dan tim terbaik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Visi, Lima Misi, dan Nilai Bugis-Makassar

Visi yang ditawarkan ialah:

“UNM yang Unggul, Inklusif, Berintegritas, dan Berdampak: Universitas Pendidikan dan Edu-Entrepreneurship Terdepan di Kawasan Timur Indonesia yang Diakui di Asia pada Tahun 2031.”

Visi itu disebut tidak menggantikan amanat Statuta UNM tentang peran kampus sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan pendidikan, sains, teknologi, serta seni berwawasan kependidikan dan kewirausahaan.

Lima misi yang diajukan adalah:

1. Memulihkan kepercayaan melalui tata kelola berintegritas, kampus yang aman dan bebas kekerasan, perluasan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, pengelolaan anggaran akuntabel, dan layanan digital yang cepat serta transparan.

2. Menghasilkan lulusan dan guru profesional yang siap kerja, inklusif, dan berjiwa kemanusiaan melalui pembelajaran berbasis kasus dan proyek, teknologi serta kecerdasan artifisial yang berpusat pada manusia, pengalaman belajar di luar program studi, akses afirmasi, penguatan STEM, teknik, kesehatan, kewirausahaan, LPTK, dan PPG.

3. Memperkuat SDM akademik melalui peningkatan dosen bergelar S3 dan guru besar, sertifikasi kompetensi, literasi digital, kecerdasan artifisial, serta kesejahteraan berbasis kinerja.

4. Menghadirkan riset, inovasi, dan pengabdian yang berdampak bagi daerah serta bangsa melalui pengembangan PUI-PT, pemanfaatan teknologi secara etis, perlindungan dan hilirisasi kekayaan intelektual, pengabdian yang terintegrasi dengan perencanaan daerah, publikasi bereputasi, dan rekognisi internasional.

5. Mewujudkan kampus mandiri, modern, dan hijau melalui optimalisasi aset serta unit bisnis BLU, pembangunan infrastruktur fisik dan digital, kesiapan otonomi kelembagaan, serta kampus yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program tersebut dirancang berakar pada nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, yang dimaknai sebagai saling memanusiakan, menghormati, dan mengingatkan.

Nilai siri’ na pacce ditempatkan sebagai panduan menjaga harga diri dan empati. Kepemimpinan diarahkan bertumpu pada acca atau kecerdasan, lempu’ atau kejujuran, warani atau keberanian, dan getteng atau keteguhan.

Etos kerja digerakkan oleh reso, sedangkan kebersamaan diikat oleh abbulo sibatang. Ismunandar juga mengaitkan nilai tersebut dengan simbol dalam lambang UNM, seperti lontara, layar pinisi, tujuh lidah api, lingkaran hitam, dan Sulapa Appa.

Lima Program Strategis UNM 2031

Lima program strategis yang ditawarkan bertumpu pada 1.937 dosen dan 494 tenaga kependidikan sebagai penggerak utama. Dua benang merahnya ialah teknologi sebagai penguat dengan manusia sebagai pusat, serta kampus sebagai ruang perjumpaan yang membangun empati, kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, dan berpikir kritis.

1. UNM Berintegritas dan Melayani

Program pertama menargetkan Nilai Kinerja Anggaran di atas target Renstra 2028, yaitu lebih dari 90, serta penambahan unit kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi.

Kampus aman dan bebas kekerasan akan diperkuat melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi atau Satgas PPKPT. Satgas tersebut akan diperkuat sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 yang mengatur pencegahan dan penanganan kekerasan, satuan tugas, tata cara penanganan, pemulihan, hak korban, saksi, dan terlapor.

Program itu mencakup kanal pelaporan terlindungi termasuk secara anonim, edukasi pencegahan bagi sivitas, serta penanganan yang menghormati asas praduga tak bersalah. Setiap laporan ditargetkan ditangani sesuai tenggat regulasi dan waktu penanganannya dilaporkan berkala.

BACA JUGA:  Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diamankan KPK, OTT Diduga Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru

Ismunandar juga menawarkan Satu Data UNM dengan dashboard IKU per program studi dan rekonsiliasi anggaran bulanan. Digitalisasi layanan akademik serta kepegawaian akan dilanjutkan, sementara kecerdasan artifisial digunakan untuk mempercepat layanan dengan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

SPI dan Dewan Pengawas BLU ditempatkan sebagai mitra pengawasan dan akuntabilitas keuangan. Senat menjaga kode etik akademik, sedangkan fakultas dan unit kerja menjadi garda pembangunan Zona Integritas.

2. Lulusan Siap Kerja, Wirausaha, dan Berjiwa Kemanusiaan

Program kedua menargetkan mahasiswa yang belajar di luar program studi atau meraih prestasi nasional dan internasional berada di atas target Renstra 2028 sebesar 30 persen.

Konversi SKS akan disederhanakan dan magang industri dijadikan bagian dari kurikulum yang fleksibel. PPG dan sekolah laboratorium dikembangkan agar menjadi rujukan pendidikan guru di Kawasan Timur Indonesia, termasuk dalam menyiapkan guru yang mampu memanfaatkan teknologi.

UNM juga akan menarik calon guru melalui beasiswa dan jalur afirmasi, meningkatkan mutu PPG menuju akreditasi Unggul, memantau kelulusan uji kompetensi dan penyerapan lulusan, serta membangun kemitraan dengan pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan serta Kawasan Timur Indonesia.

Pada bidang nonkependidikan yang menampung hampir separuh mahasiswa UNM, program studi STEM, STEAM, teknik, dan kesehatan akan diperkuat agar meraih akreditasi Unggul. Fakultas Kedokteran dan program studi kesehatan disiapkan terhubung dengan Rumah Sakit Pendidikan.

Untuk mahasiswa dari wilayah 3T, keluarga kurang mampu, perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat adat, akses serta pendampingan akan diperluas melalui KIP Kuliah, beasiswa daerah, Unit Layanan Disabilitas, dan Rekognisi Pembelajaran Lampau.

Model flipped classroom akan digunakan dengan materi dipelajari secara mandiri melalui pembelajaran daring, sedangkan pertemuan tatap muka diarahkan untuk diskusi, studi kasus, dan proyek lintas disiplin.

Perkuliahan daring serta jarak jauh untuk sebagian mata kuliah ditujukan memperluas akses mahasiswa di kampus daerah dan guru dalam jabatan. Kecerdasan artifisial akan diperkenalkan sebagai mitra belajar dengan panduan etika serta integritas akademik.

Ruang belajar bersama, organisasi mahasiswa, seni, olahraga, budaya, KKN, dan pembimbingan akademik akan digunakan untuk membangun keterampilan kemanusiaan. LIPK akan dilibatkan dalam inkubasi wirausaha mahasiswa, sedangkan alumni menjadi mentor dan mitra magang.

3. Dosen Unggul

Program ketiga menargetkan proporsi dosen bergelar S3 melampaui 35 persen pada 2028 dan terus meningkat hingga 2031. Proporsi guru besar ditargetkan melampaui target Renstra 2028 sebesar 15 persen.

Setiap program studi akan memiliki kuota studi lanjut S3 yang terjadwal, pendampingan, dan sistem peringatan dini agar studi selesai tepat waktu. Sebanyak 274 lektor kepala akan mendapat dukungan, termasuk klinik percepatan menuju guru besar.

Profesionalisme dosen diperkuat melalui sertifikasi kompetensi yang diakui industri, pelatihan pembelajaran daring, flipped classroom, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pengajaran serta penelitian.

Kesejahteraan dosen diusulkan diperhatikan melalui pemeriksaan kesehatan tahunan, lingkungan kerja inklusif, dan penghargaan berbasis kinerja yang proporsional.

Senat, Program Pascasarjana, dan LPMPP akan dilibatkan agar percepatan jabatan akademik tetap menjaga mutu dan etika. Pendampingan pedagogik dosen juga diarahkan melalui program seperti PEKERTI dan Applied Approach.

4. Riset, Pengabdian, dan Rekognisi Global

Program keempat menargetkan proporsi program studi berakreditasi internasional di atas target Renstra 2028 sebesar 25 persen.

Pusat unggulan riset diarahkan pada inovasi kependidikan, potensi maritim, ketahanan pangan, dan kajian budaya Sulawesi Selatan. Fokus tersebut diselaraskan dengan agenda riset nasional di bidang pangan, maritim, kesehatan, digital, lingkungan, dan energi.

Ekosistem riset akan diperkuat melalui klinik penulisan, pelatihan publikasi bereputasi, pendanaan internal, fasilitasi kekayaan intelektual, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial dan analitik data secara etis.

Produksi artikel jurnal internasional bereputasi ditargetkan meningkat dari 490 artikel pada 2025 menuju 1.000 artikel per tahun. Pada 2025, UNM disebut memiliki 103 karya berpaten nasional dan belum memiliki paten internasional, serta 28 karya terapan yang telah dimanfaatkan dunia usaha, industri, atau masyarakat.

Pusat unggulan riset akan diarahkan menuju status Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi atau PUI-PT. Ismunandar juga mengusulkan pembentukan technology transfer office dan kemitraan dengan science and technology park untuk mengawal kekayaan intelektual hingga dimanfaatkan.

Paten internasional akan didorong melalui skema dana padanan bersama industri dan pemerintah. LP2M menjadi motor riset dan pengabdian, LPMPP mengawal akreditasi internasional, sementara Senat menjaga kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.

Pengabdian kepada masyarakat diarahkan terintegrasi dengan RPJMD dan RKPD pemerintah daerah di Sulawesi Selatan serta Kawasan Timur Indonesia. KKN tematik, desa binaan, dan pengabdian berbasis riset akan diukur berdasarkan pemanfaatan nyata oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

5. Kampus Mandiri dan Hijau

Program kelima menargetkan pendapatan BLU di luar Uang Kuliah Tunggal meningkat setiap tahun.

Sumber pendapatan akan diperluas melalui unit bisnis kampus, kemitraan dengan industri, program pendidikan daring, pelatihan, riset terapan, kerja sama dengan pemerintah daerah, filantropi, alumni, dan mitra internasional.

Kemitraan juga diarahkan untuk meningkatkan mutu guru, memajukan kebudayaan, mengembangkan dana abadi, dan memperluas ruang pengabdian UNM. Seluruh kerja sama disebut harus dijalankan secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya kembali kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat.

UNM juga akan menuntaskan fasilitas baru dan menghidupkan aset yang belum produktif. Studi kelayakan Rumah Sakit Pendidikan dan Teaching Industry disiapkan sebagai dasar pembangunan bertahap.

Infrastruktur digital, mulai jaringan internet hingga platform pembelajaran daring, akan diperkuat di seluruh lokasi kampus. Pilihan bentuk kelembagaan, termasuk PTN-BH, akan dikaji secara terbuka melalui dialog bersama sivitas dan pemangku kepentingan.

BACA JUGA:  Unhas Lantik 122 Pejabat Baru, Rektor Minta Tinggalkan Pola Kerja Biasa Demi Kampus Berkelas Dunia

Kampus juga ditata menjadi lebih hijau, cerdas, dan ramah penyandang disabilitas dengan ruang terbuka yang mendorong interaksi akademik dan sosial. Dewan Penyantun menjadi jembatan kemitraan, sedangkan Dewan Pengawas BLU dan SPI mengawasi pengembangan usaha serta pengelolaan aset.

Peta Jalan Tiga Fase hingga 2031

Ismunandar membagi peta jalan lima tahun dalam tiga fase yang membentuk kata “UNM”, yaitu Ungkit, Nyala, dan Mandiri.

Pada Fase Ungkit 2027, 100 hari pertama diarahkan untuk memulihkan kepercayaan, mengonsolidasikan sivitas, mempercepat program berjalan, mengawal re-akreditasi institusi Unggul sebelum Mei 2027, menata aset dan infrastruktur tertunda, menghadirkan dashboard IKU, serta menyusun peta jalan transformasi digital yang berpusat pada manusia.

Pada Fase Nyala 2027–2029, program yang ditawarkan mencakup penyelesaian Renstra 2024–2028, penyusunan Renstra 2029–2033 bersama Senat dan seluruh elemen kampus, perluasan flipped classroom serta pembelajaran daring, percepatan studi S3 dan jabatan guru besar, penguatan jejaring, akreditasi internasional, serta pengoperasian pusat unggulan riset.

Pada Fase Mandiri 2028–2031, UNM diarahkan membangun kemandirian finansial melalui unit bisnis BLU, memulai operasi Rumah Sakit Pendidikan dan Teaching Industry, menentukan arah kelembagaan berdasarkan kajian bersama, serta memperbaiki posisi UNM dalam QS Asia.

Target Kuantitatif yang Diajukan

Dalam dokumen tersebut, Ismunandar mengajukan sejumlah indikator sebagai ukuran keberhasilan bersama. Target yang dicantumkan meliputi:

• Lulusan bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha: baseline 86,03 persen pada 2025, dengan arah 2031 di atas 86,31 persen atau target nasional 2029.
• Mahasiswa belajar di luar program studi atau berprestasi: baseline 15,16 persen, dengan arah 2031 di atas 30 persen.
• Dosen bergelar S3: baseline 32,4 persen, dengan arah peningkatan di atas 35 persen pada 2028 dan terus ditinjau hingga 2031.
• Dosen berjabatan guru besar: baseline 8,2 persen, dengan arah 2031 di atas 15 persen.
• Program studi S1 dan D4/D3 berakreditasi atau bersertifikat internasional: baseline 14,67 persen, dengan arah 2031 di atas 25 persen.
• Nilai Kinerja Anggaran: baseline 63,57, dengan arah 2031 di atas 90.
• Peringkat QS Asian University Rankings: baseline #1201–1300 pada 2026, dengan arah perbaikan.
• Unit kerja berpredikat WBK: bertambah, dengan ukuran awal yang akan ditetapkan bersama.
• Mahasiswa penerima KIP Kuliah dan jalur afirmasi: meningkat setelah baseline diukur pada 2027.
• Unit Layanan Disabilitas dan sarana aksesibel: beroperasi penuh.
• PPG berakreditasi Unggul dan kelulusan uji kompetensi: mencapai status Unggul serta meningkat.
• Program studi STEM, teknik, dan kesehatan berakreditasi Unggul: meningkat.
• Artikel jurnal internasional bereputasi: dari 490 artikel pada 2025 menuju 1.000 artikel per tahun.
• Karya berpaten: baseline 103 paten nasional dan nol paten internasional, dengan target sedikitnya 10 paten per tahun serta peningkatan paten internasional.
• Karya terapan yang dimanfaatkan dunia usaha, industri, masyarakat, atau pemerintah daerah: meningkat dari baseline 28 karya.
• Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi: minimal satu PUI-PT ditetapkan.
• Program pengabdian terintegrasi RPJMD/RKPD: meningkat.
• Laporan kekerasan yang ditangani sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024: 100 persen selesai tepat waktu.
• Proporsi pendapatan BLU di luar UKT: meningkat setiap tahun setelah baseline diukur pada 2027.

Dokumen tersebut juga mencantumkan target Renstra 2028 sebagai pembanding, antara lain 30 persen untuk mahasiswa yang belajar di luar program studi atau berprestasi, 15 persen untuk guru besar, 25 persen untuk program studi berakreditasi internasional, dan 90 untuk Nilai Kinerja Anggaran.

Untuk dosen bergelar S3, tabel dokumen mencantumkan baseline 32,4 persen, target Renstra 2028 sebesar 75 persen, serta arah peningkatan di atas 35 persen pada 2028 dan peninjauan bersama. Angka itu perlu dibaca sesuai dokumen sumber dan menjadi bagian yang dapat diperjelas dalam penyusunan Renstra 2029–2033.

Ismunandar menyebut besaran pasti setiap target setelah 2028 akan dirumuskan bersama Senat, pimpinan fakultas dan lembaga, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni.

“Target yang disusun bersama akan dijalankan bersama pula,” demikian gagasan yang ditekankan dalam dokumen tersebut.

Bursa Pilrek UNM

Ketua Panitia Pilrek UNM Muhammad Idhkam mengatakan pendaftaran ditutup pada 9 Oktober 2026. Tahapan berikutnya mencakup pemeriksaan kelengkapan berkas dan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk panitia.

Ismunandar menyatakan kesiapan mengikuti proses pemilihan secara demokratis. Ia juga menilai UNM memiliki modal untuk meningkatkan kiprah internasional melalui program studi berakreditasi internasional dan kerja sama riset dengan mitra luar negeri.

“Kalau terpilih nantinya tentu saja kita bisa tingkatkan lebih besar lagi untuk boost internasional. Karena jaringan internasional tentu sangat penting saat ini,” ujarnya.

Ia juga membuka gagasan peningkatan status kelembagaan UNM dari Badan Layanan Umum menjadi perguruan tinggi dengan otonomi yang lebih tinggi, termasuk opsi PTN-BH yang dikaji bersama dan mendapat dukungan pemerintah pusat.

“UNM semakin maju, semakin unggul, dan semakin mandiri. Status BLU saat ini, mudah-mudahan dengan kerja keras kita bersama nantinya dan juga dukungan dari pemerintah pusat tentu saja, bisa meningkat statusnya menjadi status perguruan tinggi yang lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Prof. Ismunandar dalam dokumen program kerja menyatakan visi tersebut bukan milik dirinya sendiri, melainkan peta jalan bersama keluarga besar UNM.

Ia menutup dokumen dengan ajakan untuk melangkah melalui integritas dan kebersamaan, berpegang pada nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, serta menggunakan semangat lambang pinisi UNM untuk membawa kampus dari Sulawesi Selatan menuju Indonesia dan dunia.*

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru