Munafri Pimpin Aksi Bersih di Panambungan, Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan

SulawesiPos.com – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin aksi bersih-bersih di kawasan Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Minggu (20/9/2026), dalam rangka World Clean Up Day 2026.

Kegiatan yang melibatkan pemerintah, komunitas lingkungan, TP PKK, serta pengurus RT dan RW itu menyasar fasilitas pengolahan sampah, kawasan rusunawa, dan lingkungan sekitar.

Aksi tersebut dipusatkan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPST3R) Panambungan dan melibatkan Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa.

Sejumlah elemen masyarakat ikut membersihkan lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya.

Munafri menekankan World Clean Up Day tidak boleh berhenti sebagai kegiatan satu hari. Menurut dia, momentum tersebut harus mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan lingkungan sebelumnya, Munafri menyampaikan bahwa perubahan besar tidak akan terwujud tanpa kebiasaan baik yang dimulai dari rumah.

“Hari ini, kita hadir memperingati hari lingkungan sedunia, kita terus menjaga kebersihan, perubahan besar dalam menjaga bumi tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran dan kebiasaan baik yang dibangun dari rumah tangga,” kata Munafri saat memimpin aksi plogging di Makassar, Sabtu (6/6/2026).

BACA JUGA:  Idul Fitri Jadi Momentum Persatuan, Wali Kota Makassar Ajak Warga Pererat Silaturahmi

Ia juga mengajak warga menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk dengan memilah sampah rumah tangga dan tidak membuang sampah ke saluran air.

“Menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Jika kesadaran itu tumbuh dari rumah, maka akan terbentuk budaya peduli lingkungan yang kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan di Panambungan menjadi bagian dari upaya membangun keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan kota.

Selain aksi lapangan, pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga menjadi salah satu pesan utama yang terus disampaikan pemerintah kota.

World Clean Up Day diperingati setiap 20 September.

Di Makassar, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menangani sampah serta menjaga lingkungan perkotaan.

SulawesiPos.com – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin aksi bersih-bersih di kawasan Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Minggu (20/9/2026), dalam rangka World Clean Up Day 2026.

Kegiatan yang melibatkan pemerintah, komunitas lingkungan, TP PKK, serta pengurus RT dan RW itu menyasar fasilitas pengolahan sampah, kawasan rusunawa, dan lingkungan sekitar.

Aksi tersebut dipusatkan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPST3R) Panambungan dan melibatkan Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa.

Sejumlah elemen masyarakat ikut membersihkan lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya.

Munafri menekankan World Clean Up Day tidak boleh berhenti sebagai kegiatan satu hari. Menurut dia, momentum tersebut harus mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan lingkungan sebelumnya, Munafri menyampaikan bahwa perubahan besar tidak akan terwujud tanpa kebiasaan baik yang dimulai dari rumah.

“Hari ini, kita hadir memperingati hari lingkungan sedunia, kita terus menjaga kebersihan, perubahan besar dalam menjaga bumi tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran dan kebiasaan baik yang dibangun dari rumah tangga,” kata Munafri saat memimpin aksi plogging di Makassar, Sabtu (6/6/2026).

BACA JUGA:  Mie Kuah Djawa di Makassar Bertahan Sejak 1960, Tetap Diburu Penikmat Kuliner

Ia juga mengajak warga menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk dengan memilah sampah rumah tangga dan tidak membuang sampah ke saluran air.

“Menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Jika kesadaran itu tumbuh dari rumah, maka akan terbentuk budaya peduli lingkungan yang kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan di Panambungan menjadi bagian dari upaya membangun keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan kota.

Selain aksi lapangan, pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga menjadi salah satu pesan utama yang terus disampaikan pemerintah kota.

World Clean Up Day diperingati setiap 20 September.

Di Makassar, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menangani sampah serta menjaga lingkungan perkotaan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru