Antrean Truk Isi Solar Mengular di SPBU Makassar, Sopir Keluhkan Kelangkaan BBM

Menurut Deny, pengawasan dilakukan untuk memastikan BBM bersubsidi tersalurkan kepada pihak yang berhak sekaligus menjaga agar antrean tidak mengganggu pengguna jalan.

“Karena harapan kami juga penyaluran bisa tepat sasaran, kondisi antrean di SPBU bisa lancar, maupun pengguna jalan lainnya juga tetap lancar dan tidak terganggu oleh adanya antrean BBM di SPBU,” jelasnya.

Deny menegaskan bahwa berdasarkan kondisi penyaluran saat itu, stok dan distribusi BBM, termasuk Biosolar, berada dalam kondisi tersedia.

Namun, ia mengakui adanya peningkatan permintaan solar dalam beberapa waktu terakhir, terutama dari kendaraan berukuran besar.

“Beberapa waktu terakhir memang peningkatan demand ini cenderung di kendaraan-kendaraan besar dan menyebabkan antrean di beberapa SPBU. Walaupun memang sudah kami antisipasi, kami bersama pemprov, bersama ditkrimsus, dan juga Dinas ESDM sudah berkoordinasi harian untuk mengatasi antrean,” jelas Deny.

Pertamina Sebut Stok BBM Sulsel Aman

Humas Pertamina Patra Niaga Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan stok BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan berada dalam kondisi aman.

BACA JUGA:  Dari Meja Makan ke Isu Demokrasi: Awal Hangat Bedah Buku yang Bikin Penasaran

Distribusi BBM dari Fuel Terminal menuju SPBU juga disebut terus berjalan.

“Pertamina melakukan pemantauan stok dan penyaluran secara berkala serta memperkuat distribusi di titik yang mengalami peningkatan kebutuhan,” kata Hardiyanto.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan Pertamina di tengah kondisi antrean yang masih terlihat di lapangan.

Dengan demikian, antrean panjang di sejumlah SPBU tidak serta-merta menunjukkan stok BBM di Sulawesi Selatan habis.

Pertamina menyebut salah satu faktor yang memicu antrean adalah meningkatnya permintaan, terutama dari kendaraan berukuran besar.

Pasokan Solar Ditambah 10–15 PersenUntuk mengurangi antrean, Pertamina juga melakukan penambahan pasokan solar sebesar 10 hingga 15 persen di sejumlah titik SPBU Makassar.

Humas Pertamina Patra Niaga Sulawesi Lilik Hardiyanto menjelaskan bahwa panjangnya antrean tidak selalu disebabkan oleh keterbatasan stok.

Peningkatan konsumsi dan permintaan di titik tertentu dapat membuat pasokan lebih cepat terserap.

Langkah penambahan pasokan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pertamina mengurangi antrean dan menjaga kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 65 Persen di Sulsel dan Sulbar

Pengawasan Penyaluran Diperketat

Selain menambah pasokan, Pertamina juga memperketat pengawasan transaksi BBM subsidi.

Deny mengatakan evaluasi dilakukan terhadap transaksi dan nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian tidak wajar.

Menurut Deny, pengawasan dilakukan untuk memastikan BBM bersubsidi tersalurkan kepada pihak yang berhak sekaligus menjaga agar antrean tidak mengganggu pengguna jalan.

“Karena harapan kami juga penyaluran bisa tepat sasaran, kondisi antrean di SPBU bisa lancar, maupun pengguna jalan lainnya juga tetap lancar dan tidak terganggu oleh adanya antrean BBM di SPBU,” jelasnya.

Deny menegaskan bahwa berdasarkan kondisi penyaluran saat itu, stok dan distribusi BBM, termasuk Biosolar, berada dalam kondisi tersedia.

Namun, ia mengakui adanya peningkatan permintaan solar dalam beberapa waktu terakhir, terutama dari kendaraan berukuran besar.

“Beberapa waktu terakhir memang peningkatan demand ini cenderung di kendaraan-kendaraan besar dan menyebabkan antrean di beberapa SPBU. Walaupun memang sudah kami antisipasi, kami bersama pemprov, bersama ditkrimsus, dan juga Dinas ESDM sudah berkoordinasi harian untuk mengatasi antrean,” jelas Deny.

Pertamina Sebut Stok BBM Sulsel Aman

Humas Pertamina Patra Niaga Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan stok BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan berada dalam kondisi aman.

BACA JUGA:  AKPI Resmikan Kantor Wilayah di Makassar, Permudah Tugas Kurator untuk Sidang Wilayah Timur

Distribusi BBM dari Fuel Terminal menuju SPBU juga disebut terus berjalan.

“Pertamina melakukan pemantauan stok dan penyaluran secara berkala serta memperkuat distribusi di titik yang mengalami peningkatan kebutuhan,” kata Hardiyanto.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan Pertamina di tengah kondisi antrean yang masih terlihat di lapangan.

Dengan demikian, antrean panjang di sejumlah SPBU tidak serta-merta menunjukkan stok BBM di Sulawesi Selatan habis.

Pertamina menyebut salah satu faktor yang memicu antrean adalah meningkatnya permintaan, terutama dari kendaraan berukuran besar.

Pasokan Solar Ditambah 10–15 PersenUntuk mengurangi antrean, Pertamina juga melakukan penambahan pasokan solar sebesar 10 hingga 15 persen di sejumlah titik SPBU Makassar.

Humas Pertamina Patra Niaga Sulawesi Lilik Hardiyanto menjelaskan bahwa panjangnya antrean tidak selalu disebabkan oleh keterbatasan stok.

Peningkatan konsumsi dan permintaan di titik tertentu dapat membuat pasokan lebih cepat terserap.

Langkah penambahan pasokan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pertamina mengurangi antrean dan menjaga kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Muzakkir Aqil Jadi Plt Ketua DPC, Suntikan Semangat Baru bagi Kader Demokrat Makassar

Pengawasan Penyaluran Diperketat

Selain menambah pasokan, Pertamina juga memperketat pengawasan transaksi BBM subsidi.

Deny mengatakan evaluasi dilakukan terhadap transaksi dan nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian tidak wajar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru