SulawesiPos.com – Kegiatan bedah buku “Money Politics dan Demokrasi Elektoral” karya Mustamin Raga yang digelar oleh SulawesiPos.com di ruangan redaksi AAS Building Lantai 4, Makassar, Sabtu (18/4/2026).
Diawali dengan suasana hangat dan penuh keakraban melalui sesi makan siang bersama.
Sebelum forum resmi dimulai, para peserta yang datang dari dewan pembaca SulawesiPos.com dan berbagai latar belakang tampak menikmati hidangan sambil berbincang santai.
Tidak ada sekat formal akademisi, jurnalis, aktivis, hingga pejabat publik larut dalam obrolan ringan yang mengalir alami.
Silaturahmi Jadi Pembuka yang Mencairkan Suasana
Momentum makan siang ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi.
Para tamu saling menyapa, bertukar cerita, bahkan mulai menyinggung isu-isu hangat seputar demokrasi dan politik uang secara informal.
Beberapa tokoh terlihat berbincang akrab, di antaranya Nur Thamzil Thahir (Pemimpin Redaksi Tribun Timur) dan Prof. Dr. Phill. Sukri, S.IP., M.Si.(Dekan FISIP Unhas), yang tampak berdiskusi ringan sebelum nantinya menjadi pembicara dalam forum utama.
Sementara itu, Supratman, S.S., M.Sc., Ph.D (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas) yang akan bertindak sebagai moderator juga tampak berbaur dengan peserta, menciptakan suasana yang cair dan tidak kaku.
Antusiasme Terlihat Sejak Awal
Meski diskusi belum dimulai, antusiasme peserta sudah terasa.
Sejumlah undangan terlihat berdatangan secara bertahap dan langsung bergabung dalam suasana kebersamaan.
Para jurnalis, aktivis, hingga akademisi memanfaatkan momen ini untuk membangun jejaring serta bertukar pandangan awal.
Kehadiran tokoh-tokoh seperti Iqbal Latif turut menambah dinamika percakapan di ruang tersebut.
Suasana Santai, Isu Serius
Menariknya, meski tema yang akan dibahas tergolong serius yakni politik uang dalam demokrasi elektoral suasana awal acara justru berlangsung santai dan penuh kehangatan.
Hal ini mencerminkan bahwa diskusi publik tidak selalu harus dimulai dengan suasana formal.
Justru dari interaksi ringan seperti ini, ide-ide kritis sering kali mulai tumbuh.
Menanti Diskusi Dimulai
Seiring waktu berjalan, peserta mulai bersiap memasuki sesi utama.
Namun, nuansa akrab yang sudah terbangun sejak awal diperkirakan akan menjadi fondasi kuat bagi diskusi yang lebih terbuka dan interaktif.
Bedah buku ini tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga mempertemukan berbagai perspektif dalam suasana yang humanis.

