Pemred Tribun Timur menilai buku “Money Politics dan Demokrasi Elektoral” lebih bernuansa prosa reflektif dan minim data empiris, meski tetap diapresiasi sebagai kontribusi literasi.
Bedah buku "Money Politics dan Demokrasi Elektoral" karya Mustamin Raga digelar di redaksi SulawesiPos.com, menghadirkan akademisi dan praktisi media untuk membahas isu politik uang.
Ada satu kata yang kini terasa seperti selimut tebal bagi sebagian jurnalis, yakni kata “diduga” dan satu lagi yang bahkan lebih halus, lebih licin, yakni “dugaan.” Kata-kata itu, pada mulanya, adalah pagar etika.
Sejarah Bugis-Makassar tidak dibangun oleh mereka yang hanya berkumpul. Ia dibangun oleh mereka yang berlayar yang meninggalkan daratan, menghadapi badai, dan pulang dengan hasil.
Dg Lewa adalah kisah tentang Parangloe — tanah kaya yang tak mampu menyejahterakan anaknya. Tentang sungai yang memberi kehidupan bagi kota, tapi membiarkan kampungnya sendiri merana.
Artikel opini Mustamin Raga membahas mengapa pidato presiden sering mendapat respons negatif di media sosial. Fenomena ini terkait jarak antara narasi pemerintah dan pengalaman nyata masyarakat.