Unhas Bentuk Tim Usut Dugaan Kekerasan di FMIPA, Kasus Lama Kembali Viral

Akun tersebut juga meminta pihak fakultas dan rektorat mengusut dugaan kekerasan tersebut.

“Menindas, mengotori ranah akademik, dan main tangan ke sesama mahasiswa bukan cara mendidik, melainkan tindakan kriminal. Pihak pimpinan fakultas dan rektorat jangan cuma diam menutup mata, segera usut dan tindak tegas semua pelaku sebelum ada korban yang lebih fatal!” tegas narasi dalam unggahan tersebut.

Identitas Terlapor Belum Dibuka
Unhas menyatakan identitas pihak yang dilaporkan belum akan diumumkan selama proses klarifikasi masih berlangsung.

Ishaq mengatakan kampus masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta dan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan peristiwa tersebut.

“Untuk alasan penanganan kasus, identitas para terlapor akan diumumkan setelah proses klarifikasi,” tegas Ishaq.

Sementara itu, pihak rektorat menyebut belum menerima laporan kasus serupa yang melibatkan mahasiswa baru angkatan 2026.

Kampus juga mengimbau mahasiswa agar tidak takut melaporkan apabila mengalami kekerasan atau perlakuan represif di lingkungan kampus.

“Unhas tidak menolerir segala bentuk kekerasan di lingkup kampus. Setiap pelaku kekerasan akan diberikan sanksi tegas,” tandasnya.

BACA JUGA:  Tim Peneliti Unhas Transfer Teknologi ke Mitra Industri VCO di Polewali Mandar

Ishaq menegaskan Rektor Unhas memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut dan meminta proses investigasi dilakukan hingga tuntas.

“Tidak ada kompromi untuk praktik-praktik seperti ini. Rektor Unhas memberikan atensi khusus terhadap kasus ini, dan menginstruksikan untuk segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas,” kuncinya.

Akun tersebut juga meminta pihak fakultas dan rektorat mengusut dugaan kekerasan tersebut.

“Menindas, mengotori ranah akademik, dan main tangan ke sesama mahasiswa bukan cara mendidik, melainkan tindakan kriminal. Pihak pimpinan fakultas dan rektorat jangan cuma diam menutup mata, segera usut dan tindak tegas semua pelaku sebelum ada korban yang lebih fatal!” tegas narasi dalam unggahan tersebut.

Identitas Terlapor Belum Dibuka
Unhas menyatakan identitas pihak yang dilaporkan belum akan diumumkan selama proses klarifikasi masih berlangsung.

Ishaq mengatakan kampus masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta dan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan peristiwa tersebut.

“Untuk alasan penanganan kasus, identitas para terlapor akan diumumkan setelah proses klarifikasi,” tegas Ishaq.

Sementara itu, pihak rektorat menyebut belum menerima laporan kasus serupa yang melibatkan mahasiswa baru angkatan 2026.

Kampus juga mengimbau mahasiswa agar tidak takut melaporkan apabila mengalami kekerasan atau perlakuan represif di lingkungan kampus.

“Unhas tidak menolerir segala bentuk kekerasan di lingkup kampus. Setiap pelaku kekerasan akan diberikan sanksi tegas,” tandasnya.

BACA JUGA:  Unhas dan Pemkab Sidrap Perkuat Kompetensi Petani Lewat Workshop Pertanian Berbasis Data

Ishaq menegaskan Rektor Unhas memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut dan meminta proses investigasi dilakukan hingga tuntas.

“Tidak ada kompromi untuk praktik-praktik seperti ini. Rektor Unhas memberikan atensi khusus terhadap kasus ini, dan menginstruksikan untuk segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas,” kuncinya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru