Video Tawuran Jalan Cendrawasih Makassar Beredar, 4 Orang Disebut Diamankan

SulawesiPos.com – Video tawuran di Jalan Cendrawasih, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, beredar di media sosial pada Minggu dini hari, 16 Agustus 2026, dengan keterangan yang menyebut bentrokan terjadi sekitar pukul 03.40 Wita antara warga dan kelompok yang disebut geng motor, lalu aparat gabungan Polrestabes Makassar mengamankan empat orang terduga beserta barang bukti saat pemulihan keamanan dilakukan.

Rekaman yang beredar memperlihatkan situasi mencekam di badan jalan dengan nyala api, asap, dan kerumunan orang di sekitar lokasi.

Materi visual itu memperkuat adanya gangguan keamanan dini hari, meski identitas pihak yang diamankan, rincian barang bukti, serta ada tidaknya korban belum terungkap dalam materi yang beredar.

Dalam keterangan unggahan, aparat gabungan disebut sempat tiba untuk memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Namun saat proses itu berlangsung, kelompok bermotor disebut kembali melakukan penyerangan dari sisi belakang lorong sebelum empat orang akhirnya diamankan.

Geng Motor Jadi Sorotan Menjelang 17 Agustus

Peristiwa di Jalan Cendrawasih muncul ketika gangguan keamanan yang melibatkan geng motor memang sedang menjadi sorotan di Makassar menjelang peringatan 17 Agustus.

BACA JUGA:  Sepekan Beraksi, 38 Pelaku Kriminal Jalanan Diciduk Polrestabes Makassar

Dalam rapat koordinasi Forkopimda Kota Makassar pada Kamis, 13 Agustus 2026, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan patroli gabungan terus digelar untuk mengantisipasi aktivitas geng motor, panah busur, dan kejahatan jalanan.

“Hampir setiap hari kami melakukan penangkapan terhadap pelaku-pelaku geng motor dan panah busur. Dalam satu hari bisa 10 sampai 20 orang,” ujar Arya, seperti dikutip dari laporan yang terbit Jumat, 14 Agustus 2026.

Arya juga menyebut pengawasan tidak hanya difokuskan di dalam Kota Makassar. Polrestabes disebut sudah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di Gowa, Takalar, dan Maros untuk mengantisipasi mobilitas kelompok bermotor yang kerap berpindah lokasi.

Hingga Minggu siang, rincian resmi terkait kronologi lengkap kejadian di Jalan Cendrawasih, status empat orang yang disebut diamankan, dan dugaan keterlibatan kelompok tertentu belum terlihat dalam materi yang beredar di publik.

SulawesiPos.com – Video tawuran di Jalan Cendrawasih, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, beredar di media sosial pada Minggu dini hari, 16 Agustus 2026, dengan keterangan yang menyebut bentrokan terjadi sekitar pukul 03.40 Wita antara warga dan kelompok yang disebut geng motor, lalu aparat gabungan Polrestabes Makassar mengamankan empat orang terduga beserta barang bukti saat pemulihan keamanan dilakukan.

Rekaman yang beredar memperlihatkan situasi mencekam di badan jalan dengan nyala api, asap, dan kerumunan orang di sekitar lokasi.

Materi visual itu memperkuat adanya gangguan keamanan dini hari, meski identitas pihak yang diamankan, rincian barang bukti, serta ada tidaknya korban belum terungkap dalam materi yang beredar.

Dalam keterangan unggahan, aparat gabungan disebut sempat tiba untuk memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Namun saat proses itu berlangsung, kelompok bermotor disebut kembali melakukan penyerangan dari sisi belakang lorong sebelum empat orang akhirnya diamankan.

Geng Motor Jadi Sorotan Menjelang 17 Agustus

Peristiwa di Jalan Cendrawasih muncul ketika gangguan keamanan yang melibatkan geng motor memang sedang menjadi sorotan di Makassar menjelang peringatan 17 Agustus.

BACA JUGA:  Bentrokan Dua Kelompok di Jembatan Abdesir Makassar Sempat Blokir Jalan, Dugaan Sengketa Lahan Masih Didalami

Dalam rapat koordinasi Forkopimda Kota Makassar pada Kamis, 13 Agustus 2026, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan patroli gabungan terus digelar untuk mengantisipasi aktivitas geng motor, panah busur, dan kejahatan jalanan.

“Hampir setiap hari kami melakukan penangkapan terhadap pelaku-pelaku geng motor dan panah busur. Dalam satu hari bisa 10 sampai 20 orang,” ujar Arya, seperti dikutip dari laporan yang terbit Jumat, 14 Agustus 2026.

Arya juga menyebut pengawasan tidak hanya difokuskan di dalam Kota Makassar. Polrestabes disebut sudah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di Gowa, Takalar, dan Maros untuk mengantisipasi mobilitas kelompok bermotor yang kerap berpindah lokasi.

Hingga Minggu siang, rincian resmi terkait kronologi lengkap kejadian di Jalan Cendrawasih, status empat orang yang disebut diamankan, dan dugaan keterlibatan kelompok tertentu belum terlihat dalam materi yang beredar di publik.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru