John Herdman Siapkan Timnas Indonesia Hadapi Bangladesh, Kartu Merah Thom Haye Jadi Pelajaran

SulawesiPos.com – Timnas Indonesia mulai bersiap menghadapi pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh.

Pelatih John Herdman membawa pengalaman saat bermain dengan 10 pemain melawan Malaysia sebagai bagian dari evaluasi sebelum laga tersebut.

Indonesia akan menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Garuda saat ini mengoleksi empat poin setelah menang 2-0 atas Singapura dan bermain imbang 0-0 dengan Malaysia.

Herdman menilai kartu merah Thom Haye dalam pertandingan melawan Malaysia justru memberikan pengalaman penting bagi skuadnya.

“Kartu merah itu, menurut saya justru memberi kesempatan bagi para pemain untuk mempererat rasa persaudaraan, belajar berjuang bersama demi negara di saat-saat krusial, serta terus melangkah dan pantang menyerah,” kata Herdman dalam konferensi pers seusai laga, Senin (28/9/2026).

Indonesia Bertahan dengan 10 Pemain

Thom Haye menerima kartu merah pada pertandingan melawan Malaysia sehingga Indonesia harus bermain dengan 10 pemain.

BACA JUGA:  Emil Audero Gabung! Latihan Perdana Timnas Indonesia Makin Solid Jelang Laga Penting

Kondisi tersebut membuat Malaysia lebih leluasa memberikan tekanan.

Namun, lini pertahanan Garuda mampu menjaga gawang tetap tidak kebobolan hingga pertandingan berakhir.

Situasi itu sekaligus menjadi ujian bagi para pemain Indonesia untuk mempertahankan konsentrasi dan saling membantu ketika berada dalam tekanan.

Bagi Herdman, pengalaman seperti itu dibutuhkan dalam proses membangun tim yang lebih kuat.

Herdman: Kartu Merah Bisa Jadi ‘Hadiah’

Herdman mengaku tidak ingin melihat keputusan tersebut hanya dari sisi kerugian.

Pelatih asal Kanada itu justru menganggap pengalaman menghadapi situasi sulit sebagai bagian dari perjalanan skuad Indonesia.

“Jadi, Anda mungkin melihat kartu merah tersebut sebagai sebuah kutukan, tetapi dalam beberapa hal itu adalah sebuah hadiah, karena sebagai bagian dari perjalanan tim ini, kami membutuhkan momen-momen seperti itu,” ujar Herdman.

Menurutnya, pertandingan dengan kondisi tersebut dapat memberikan pengalaman kepada pemain tentang bagaimana tetap berjuang ketika situasi tidak sesuai dengan rencana.

Pengalaman 25 Tahun di Dunia Kepelatihan

Herdman juga menyinggung pengalamannya selama 25 tahun berada di dunia sepak bola.

BACA JUGA:  Potret Justin Hubner Pakai Busana Bugis-Makassar Banjir Pujian Warganet

Ia mengaku sudah menghadapi berbagai keputusan wasit dalam pertandingan, termasuk situasi yang menguntungkan maupun merugikan tim yang ditanganinya.

“Saya telah berada di dunia sepak bola selama 25 tahun, melewati beberapa Piala Dunia dan Olimpiade. Saya pernah mengalami keberuntungan maupun nasib buruk terkait keputusan wasit dalam berbagai pertandingan, dan apa yang saya pelajari adalah semuanya akan seimbang seiring berjalannya waktu,” katanya.

Karena itu, Herdman memilih mengambil sisi positif dari pengalaman tersebut dan menjadikannya bagian dari proses perkembangan tim.

Empat Poin dari Dua Pertandingan

Indonesia kini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan Grup A.

Garuda mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura.

Hasil tersebut kemudian diikuti dengan imbang tanpa gol ketika menghadapi Malaysia.

Pertandingan melawan Malaysia menjadi laga yang penuh tekanan setelah Indonesia kehilangan Thom Haye.

Meski demikian, skuad Garuda mampu mempertahankan skor hingga akhir.

Hasil tersebut membuat persaingan Grup A masih terbuka menjelang pertandingan terakhir.

BACA JUGA:  Tinggal Selangkah Lagi! Luke Vickery Siap Bela Timnas Indonesia

Laga Terakhir Menanti

Indonesia selanjutnya menghadapi Bangladesh di SUGBK pada Kamis (1/10/2026).

Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 WIB atau 20.30 WITA.

Laga tersebut akan menentukan posisi akhir Indonesia di Grup A sekaligus menjadi kesempatan bagi Herdman untuk melihat perkembangan skuad setelah melewati dua pertandingan dengan karakter berbeda.

Pengalaman bermain dengan 10 pemain saat menghadapi Malaysia kini menjadi salah satu bahan evaluasi sebelum Garuda menjalani pertandingan terakhir fase grup.

SulawesiPos.com – Timnas Indonesia mulai bersiap menghadapi pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh.

Pelatih John Herdman membawa pengalaman saat bermain dengan 10 pemain melawan Malaysia sebagai bagian dari evaluasi sebelum laga tersebut.

Indonesia akan menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Garuda saat ini mengoleksi empat poin setelah menang 2-0 atas Singapura dan bermain imbang 0-0 dengan Malaysia.

Herdman menilai kartu merah Thom Haye dalam pertandingan melawan Malaysia justru memberikan pengalaman penting bagi skuadnya.

“Kartu merah itu, menurut saya justru memberi kesempatan bagi para pemain untuk mempererat rasa persaudaraan, belajar berjuang bersama demi negara di saat-saat krusial, serta terus melangkah dan pantang menyerah,” kata Herdman dalam konferensi pers seusai laga, Senin (28/9/2026).

Indonesia Bertahan dengan 10 Pemain

Thom Haye menerima kartu merah pada pertandingan melawan Malaysia sehingga Indonesia harus bermain dengan 10 pemain.

BACA JUGA:  Daftar 36 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series Maret 2026: Ada Emil Audero, Ole Romeny hingga Jens Raven

Kondisi tersebut membuat Malaysia lebih leluasa memberikan tekanan.

Namun, lini pertahanan Garuda mampu menjaga gawang tetap tidak kebobolan hingga pertandingan berakhir.

Situasi itu sekaligus menjadi ujian bagi para pemain Indonesia untuk mempertahankan konsentrasi dan saling membantu ketika berada dalam tekanan.

Bagi Herdman, pengalaman seperti itu dibutuhkan dalam proses membangun tim yang lebih kuat.

Herdman: Kartu Merah Bisa Jadi ‘Hadiah’

Herdman mengaku tidak ingin melihat keputusan tersebut hanya dari sisi kerugian.

Pelatih asal Kanada itu justru menganggap pengalaman menghadapi situasi sulit sebagai bagian dari perjalanan skuad Indonesia.

“Jadi, Anda mungkin melihat kartu merah tersebut sebagai sebuah kutukan, tetapi dalam beberapa hal itu adalah sebuah hadiah, karena sebagai bagian dari perjalanan tim ini, kami membutuhkan momen-momen seperti itu,” ujar Herdman.

Menurutnya, pertandingan dengan kondisi tersebut dapat memberikan pengalaman kepada pemain tentang bagaimana tetap berjuang ketika situasi tidak sesuai dengan rencana.

Pengalaman 25 Tahun di Dunia Kepelatihan

Herdman juga menyinggung pengalamannya selama 25 tahun berada di dunia sepak bola.

BACA JUGA:  Semangat Timnas Indonesia Menggelora! Elkan Baggott dan John Herdman Kirim Sinyal Positif Jelang Laga

Ia mengaku sudah menghadapi berbagai keputusan wasit dalam pertandingan, termasuk situasi yang menguntungkan maupun merugikan tim yang ditanganinya.

“Saya telah berada di dunia sepak bola selama 25 tahun, melewati beberapa Piala Dunia dan Olimpiade. Saya pernah mengalami keberuntungan maupun nasib buruk terkait keputusan wasit dalam berbagai pertandingan, dan apa yang saya pelajari adalah semuanya akan seimbang seiring berjalannya waktu,” katanya.

Karena itu, Herdman memilih mengambil sisi positif dari pengalaman tersebut dan menjadikannya bagian dari proses perkembangan tim.

Empat Poin dari Dua Pertandingan

Indonesia kini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan Grup A.

Garuda mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura.

Hasil tersebut kemudian diikuti dengan imbang tanpa gol ketika menghadapi Malaysia.

Pertandingan melawan Malaysia menjadi laga yang penuh tekanan setelah Indonesia kehilangan Thom Haye.

Meski demikian, skuad Garuda mampu mempertahankan skor hingga akhir.

Hasil tersebut membuat persaingan Grup A masih terbuka menjelang pertandingan terakhir.

BACA JUGA:  Prediksi Line Up Indonesia vs Malaysia: Emil Audero Starter, Tiga Nama Dipantau

Laga Terakhir Menanti

Indonesia selanjutnya menghadapi Bangladesh di SUGBK pada Kamis (1/10/2026).

Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 WIB atau 20.30 WITA.

Laga tersebut akan menentukan posisi akhir Indonesia di Grup A sekaligus menjadi kesempatan bagi Herdman untuk melihat perkembangan skuad setelah melewati dua pertandingan dengan karakter berbeda.

Pengalaman bermain dengan 10 pemain saat menghadapi Malaysia kini menjadi salah satu bahan evaluasi sebelum Garuda menjalani pertandingan terakhir fase grup.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru