SulawesiPos.com – Polisi masih memburu pelaku pembacokan terhadap seorang pemuda yang mengalami luka serius hingga kehilangan satu jari tangan di wilayah Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Hingga memasuki hari kelima setelah kejadian, perempuan yang diduga melakukan penganiayaan tersebut belum berhasil diamankan.
Aparat kepolisian mengaku masih melakukan pencarian dan berupaya menjalin komunikasi dengan keluarga pelaku agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, Iptu Mataram, membenarkan bahwa terduga pelaku hingga kini belum menjalani pemeriksaan karena masih berada di luar jangkauan petugas.
“Sementara komunikasi dengan suaminya. Belum (diperiksa) karena kabur, makanya dicari,” kata Mataram dikutip JawaPos Group, Senin (8/6/2026).
Kasus ini menjadi perhatian setelah korban mengalami cedera berat akibat sabetan senjata tajam.
Korban diketahui bernama Muhammad Hilmy Nur yang saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Tadjuddin Chalid.
Awal Mula Kejadian
Berdasarkan keterangan keluarga korban, peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) petang di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya.
Paman korban, Zainuddin, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan lalu lintas yang melibatkan keponakannya dengan seorang perempuan di tepi jalan.
Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor disebut baru dalam perjalanan kembali menuju kawasan kampus setelah mengunjungi temannya.
Usai insiden tabrakan, korban disebut tidak meninggalkan lokasi. Sebaliknya, ia berusaha mendatangi rumah perempuan tersebut dengan maksud menyampaikan permintaan maaf.
Namun, situasi justru berujung pada dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam.
“Begitu dia minta maaf langsung dihantam pakai balok dengan parang, belakang parang dulu dia dihantam kepalanya (korban),” ucap Zainuddin.
Menurut keluarga korban, pelaku diduga menyerang korban hingga menyebabkan luka serius pada bagian tangan.
Akibat serangan tersebut, jari telunjuk tangan kanan korban tidak dapat diselamatkan meski telah mendapatkan penanganan medis.
“Kemudian bagian tajamnya parang itu dihantamkan dari depan kepalanya, ini keponakan berusaha tangkis pakai tangan, akhirnya dia jarinya putus,” jelasnya.
Selain kehilangan satu jari, korban juga mengalami luka pada bagian tangan lainnya akibat sabetan senjata tajam.


