SulawesiPos.com – Dua pemuda berinisial MYY (21) dan AMMR (17) dikeroyok warga di Jalan Tinumbu Lorong 132 A, Kecamatan Bontoala, Makassar, Selasa malam (21/7/2026), saat datang untuk menyelesaikan persoalan pribadi dengan seorang pemuda bernama Irwan, sementara situasi di lokasi memanas setelah mereka diteriaki sebagai geng motor.
Polisi yang tiba di lokasi kemudian mengamankan keduanya dan membawa mereka ke Polsek Bontoala untuk penanganan lebih lanjut.
“Personel Polsek Bontoala tiba di lokasi dan mengamankan situasi. Selanjutnya dua pemuda yang diamankan dibawa ke Polsek Bontoala untuk proses lebih lanjut,” kata Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin.
MYY mengaku datang dari Kabupaten Gowa bersama dua rekannya dengan mengendarai sepeda motor untuk menemui Irwan di Jalan Tinumbu.
Menurut polisi, masalah antara mereka sudah berlangsung sekitar satu bulan sebelum akhirnya dijadwalkan pertemuan untuk diselesaikan.
Kronologi Pertemuan Berujung Pengeroyokan
Wahiduddin menjelaskan persoalan itu bermula saat MYY dan rekannya nongkrong di kawasan Pantai Biru lalu berpapasan dengan Irwan di sekitar Pantai Akkarena, Jalan Metro Tanjung Bunga.
Dalam pertemuan itu, rekan MYY disebut sempat melontarkan ucapan yang membuat Irwan tersinggung.
Beberapa waktu kemudian, seorang teman mereka bernama Azizul menjadi perantara dan meminta kedua pihak bertemu agar persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan permintaan maaf.
Namun, pertemuan yang dijadwalkan di Jalan Tinumbu justru berakhir ricuh.
“Setelah melakukan pembicaraan dan sempat meminta maaf, Irwan diduga mengeluarkan senjata tajam jenis badik dan berusaha menyerang salah satu rekannya. Tidak lama kemudian datang sekelompok pemuda yang diduga teman Irwan dan langsung melakukan penganiayaan,” ujar Wahiduddin.
AMMR juga mengakui datang ke lokasi untuk menyelesaikan persoalan pribadi, tetapi keadaan berubah ketika rekan-rekan Irwan datang dan memicu suasana menjadi tegang.
Polisi menyebut massa yang berkumpul kemudian ikut terprovokasi setelah terdengar teriakan yang menyebut kedua pemuda itu sebagai geng motor.
“Massa yang berkumpul kemudian terprovokasi setelah ada teriakan yang menyebut mereka sebagai geng motor. Akibatnya korban langsung dianiaya secara bersama-sama,” ungkap Wahiduddin.
Kedua pemuda itu sempat mengalami luka sebelum akhirnya diamankan.
MYY mengalami luka bengkak dan memar di bagian wajah, sedangkan AMMR mengalami luka memar di wajah serta luka gores pada bagian perut sebelah kiri.


